Jasa Marga Jalankan Putusan Arbitrase, Bangun Tjipta Cabut Gugatan Pailit

Jumat, 31 Mei 2019 | 14:22 WIB
Jasa Marga Jalankan Putusan Arbitrase, Bangun Tjipta Cabut Gugatan Pailit
[]
Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sengketa antara PT Bangun Tjipta Sarana dan PT Jasa Marga Tbk terkait bagi hasil atas ruas jalan tol Cawang-Cibitung berakhir. Bangun Tjipta mencabut gugatan pailit atas emiten bersandi saham JSMR itu, seiring kesepakatan pelaksanaan putusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) oleh Jasa Marga.

Kepada KONTAN, Ari Ahmad Effendi, kuasa hukum Bangun Tjipta menyatakan, gugatan pailit terhadap Jasa Marga sudah dicabut pada Selesa, 28 Mei 2019. "Surat pencabutan sudah diterima Ketua PN Niaga dan Majelis Hakim pada Rabu, 29 Mei 2019," tutur Ari, kepada KONTAN, Jumat (31/5).

Adapun dana yang dibayarkan Jasa Marga kepada Bangun Tjipta menurut Ari, sesuai apa yang sudah diputuskan oleh BANI. "Sudah selesai. Sudah dibayar sebelum sidang (29 Mei)," imbuh Ari.

Senada, Agus Setiawan, Sekretaris Perusahaan Jasa Marga kepada KONTAN menegaskan, pihak Bangun Tjipta sudah mencabut gugatannya. "Kami sama-sama sepakat, penyelesaian sesuai keputusan BANI," ujar Agus. 

Seperti ditulis KONTAN sebelumnya, Bangun Tjipta mendaftarkan gugatan pailit atas Jasa Marga pada 21 Mei di PN Jakarta Pusat. Perkara itu terdaftar dengan nomor 34/Pdt.Sus-Pailit/2019/PN Niaga Jkt-Pst.

Gugatan ini diajukan karena berlarutnya pelaksanaan putusan BANI oleh Jasa Marga. Seperti terungkap dalam laporan keuangan Jasa Marga periode 31 Maret 2019, disebutkan bahwa pada 16 Agustus 2016 Bangun Tjipta mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) dengan nomor registrasi 880/VIII/ARB-BANI/2016.

Pada pokoknya, Bangun Tjipta meminta pembayaran dari pihak Jasa Marga, atas bagi hasil jalan tol Jakarta Cikampek di ruas tol Cawang-Cibitung. Tagihan ini muncul, setelah pada 17 Maret 1993, Jasa Marga dan Bangun Tjipta Sara membuat perjanjian kerjasama pelebaran jalan tol Jakarta Cikampek ruas Cawang-Cibitung (BTS II). Bagi hasil itu diperjanjikan untuk masa waktu 22 tahun, yang berakhir pada 15 September 2016.

Dalam gugatan di BANI kala itu, Bangun Tjipta meminta besaran bagi hasil atas perjanjian pelebaran ruas tol Cawang-Cibitung sebesar Rp 211,96 miliar. Selain itu, Bangun Tjipta juga meminta bunga atas tidak dibaginya porsi bagi hasil pendapatan tol ruas Cawang-Cibitung sebesar 11% per tahun, terhitung sejak 30 Juni 1999 sampai berakhirnya perjanjian.

BANI pun akhirnya memutuskan Jasa Marga harus membayar Rp 113,16 miliar kepada Bangun Tjipta.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Waralaba Perlu Inovasi biar Tak Tenggelam Saat Pasar Jenuh
| Minggu, 08 November 2026 | 08:58 WIB

Waralaba Perlu Inovasi biar Tak Tenggelam Saat Pasar Jenuh

Industri waralaba di Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan, meski lajunya melambat di tengah kondisi ekonomi yang menantang. 

Inspirasi Bos OSL Indonesia: Belajar Mandiri dari Sosok Ayah
| Minggu, 08 November 2026 | 07:55 WIB

Inspirasi Bos OSL Indonesia: Belajar Mandiri dari Sosok Ayah

Kemauan untuk mencari tahu dan ketekunan dalam mempelajari sesuatu juga menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai hal.

Memetik Cuan dari Jasa Foto Instan
| Minggu, 08 November 2026 | 06:35 WIB

Memetik Cuan dari Jasa Foto Instan

Jasa foto instan menjadi peluang usaha yang menarik di tengah maraknya berbagai event. Pelaku usaha menawarkan pengalama

Sambung Konektivitas dan Kontribusi Nyata di Wilayah 3T
| Minggu, 08 November 2026 | 06:15 WIB

Sambung Konektivitas dan Kontribusi Nyata di Wilayah 3T

TBIG menjaga keterhubungan jaringan untuk kelangsungan bisnis dengan menerapkan prinsip keberlanjutan. Apa saja upayanya

Sagu Sebagai Substitusi Tapioka
| Minggu, 08 November 2026 | 06:10 WIB

Sagu Sebagai Substitusi Tapioka

Impor tapioka sebesar 267.062 ton pada tahun 2024,  jumlahnya turun ketimbang 2019 sebesar 300.000 ton per tahun. 

Dari Premi Kecil Menuju Pasar yang Lebih Besar
| Minggu, 08 November 2026 | 06:10 WIB

Dari Premi Kecil Menuju Pasar yang Lebih Besar

Dengan premi lebih murah dan kanal digital, asuransi mikro berpeluang menjangkau masyarakat yang belum memiliki perlindungan.

 
Menara Gading Ekonomi
| Minggu, 08 November 2026 | 06:10 WIB

Menara Gading Ekonomi

Di atas kertas, Indonesia tampil sebagai salah satu ekonomi pesat di antara negara-negara besar dunia.

Dorong Penetrasi lewat Ojek Online hingga Kurir
| Minggu, 08 November 2026 | 06:10 WIB

Dorong Penetrasi lewat Ojek Online hingga Kurir

Pemerintah mendorong ojol, kurir, perusahaan, dan instansi menggunakan motor listrik. Kebijakan yang tepat?

Masa Berat dan Paradoks Angka 33 Juta Investor
| Minggu, 08 November 2026 | 05:30 WIB

Masa Berat dan Paradoks Angka 33 Juta Investor

Apapun profil risiko, hindari saham tidak likuid, konsentrasi kepemilikan tinggi dan rekomendasi media sosial yang menjanjikan keuntungan instan.

Membuka Jalan Perempuan di Industri Jasa Kelistrikan
| Sabtu, 07 November 2026 | 22:22 WIB

Membuka Jalan Perempuan di Industri Jasa Kelistrikan

Schneider Electric membuka akses bagi perempuan untuk ikut menguasai keterampilan teknisi listrik. Hasilnya, sejak 2024,

INDEKS BERITA

Terpopuler