JECC Mengincar Pertumbuhan 10%

Rabu, 10 April 2019 | 12:51 WIB
JECC Mengincar Pertumbuhan 10%
[]
Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jembo Cable Company Tbk menargetkan pertumbuhan total penjualan bersih 10% pada tahun ini. Khusus untuk penjualan kabel saja, Jembo Cable membidik Rp 2,8 triliun.

Namun Jembo Cable hanya berani menargetkan pertumbuhan stagnan untuk target laba bersih tahun ini. Emiten berkode saham JECC di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut memproyeksikan momentum tahun politik akan berdampak kurang baik terhadap kinerja bottom line.

Agar target kinerja tahun ini terpenuhi, Jembo Cable berencana memperluas pasar dan menekan pengeluaran. "Terutama untuk proses produksi dan penggunaan bahan," kata Antonius Benady, Direktur Independen PT Jembo Cable Company Tbk, Selasa (9/4).

Menurut catatan internal Jembo Cable, sebanyak 70%–80% bahan baku kabel berasal dari dalam negeri. Barulah sisanya mereka beli dari pemasok di luar negeri.

Sejalan dengan strategi mengejar pertumbuhan penjualan, Jembo Cable menyiapkan dana belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 30 miliar. Anggaran tersebut untuk membiayai perawatan mesin. Maklum, beberapa mesin produksi sudah berusia lanjut.

Adapun kapasitas produksi pabrik Jembo Cable tahun ini masih sama dengan tahun lalu. Perusahaan tersebut memiliki pabrik di Tangerang, Banten dengan kemampuan produksi 10.000 ton kabel tembaga per tahun, 15.000 ton kabel aluminium per tahun dan 2 juta kilometer kabel serat optik per tahun.

Sejatinya, target pertumbuhan stagnan laba bersih 2019 tidak mengherankan. Tahun lalu, performa laba bersih Jembo Cable memang tidak setinggi penjualan bersih. Kalau dihitung, penjualan bersih mendaki 47,25% year on year (yoy) menjadi Rp 3,21 triliun. Namun laba bersih hanya naik 6,09% yoy menjadi Rp 88,43 miliar.

Manajemen Jembo Cable menjelaskan, penjualan tahun lalu terdiri dari penjualan kabel dan penjualan bahan produksi. Kalau hanya memasukkan penjualan kabel saja, pertumbuhan top line tahun lalu sekitar 36%. "Sisa penjualan bahan itu sebenarnya tidak dapat disebut penjualan tapi menurut ketentuan, kan harus dicatat sebagai penjualan," terang Benady.

Oleh karena itulah, penjualan bersih Jembo Cable pada tahun lalu naik signifikan. Sementara laba bersih perusahaan tersebut cuma terkerek single digit.

Pada saat yang bersamaan, beban pokok penjualan Jembo Cable tahun lalu juga terungkit hingga 56,66% yoy menjadi Rp 2,87 triliun. Variabel beban pokok produksi menjadi kontributor terbesar hingga Rp 2,75 triliun atau tumbuh 49,46% yoy.

Bagikan

Berita Terbaru

Pengadaan Lahan Kopdes Masih Terkendala
| Senin, 30 Maret 2026 | 05:35 WIB

Pengadaan Lahan Kopdes Masih Terkendala

Hingga saat ini sebanyak 2.400 unit Kopdes telah dibangun dari target hingga 34.000 unit hingga dua bulan ke depan.

Mengapa Rupiah Kian Terpuruk? Sentimen Global Jadi Biang Kerok
| Senin, 30 Maret 2026 | 05:30 WIB

Mengapa Rupiah Kian Terpuruk? Sentimen Global Jadi Biang Kerok

Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS pada Jumat (27/3). Analis memproyeksikan tekanan berlanjut Senin (30/3). 

Durasi Pemberian MBG Berdasarkan Kehadiran Siswa
| Senin, 30 Maret 2026 | 05:25 WIB

Durasi Pemberian MBG Berdasarkan Kehadiran Siswa

 Badan Gizi Nasional (BGN) mulai mempersiapkan rencana perubahan durasi pemberian makan bergizi gratis (MBG) demi efisiensi APBN.

Pendapatan Intra Golflink Resort (GOLF) Ditopang Proyek New Kuta Golf Bali di 2025
| Senin, 30 Maret 2026 | 05:20 WIB

Pendapatan Intra Golflink Resort (GOLF) Ditopang Proyek New Kuta Golf Bali di 2025

GOLF mencatatkan pendapatan Rp 215,5 miliar di sepanjang 2025, meningkat 8,9% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya

IKEA Indonesia Tak Terusik PHK Global
| Senin, 30 Maret 2026 | 05:10 WIB

IKEA Indonesia Tak Terusik PHK Global

Hingga kini operasional IKEA Indonesia tidak terganggu akibat kebijakan global yang memangkas 800 karyawan.

Sinyal Positif Kapal RI Bisa Lewat Selat Hormuz
| Senin, 30 Maret 2026 | 05:10 WIB

Sinyal Positif Kapal RI Bisa Lewat Selat Hormuz

Pemerintah Indonesia masih bernegosiasi dengan Iran agar kapal Indonesia bisa melewati Selat Hormuz.

Satgas PKH Tagih Denda Rp 4,2 Triliun ke Samin Tan
| Senin, 30 Maret 2026 | 05:10 WIB

Satgas PKH Tagih Denda Rp 4,2 Triliun ke Samin Tan

Pemilik PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) yaitu Samin Tan menjadi tersangka dugaan korupsi tambang ilegal.

Investor Otomotif: Waspada Risiko Daya Beli & Suku Bunga Tinggi
| Senin, 30 Maret 2026 | 05:00 WIB

Investor Otomotif: Waspada Risiko Daya Beli & Suku Bunga Tinggi

Penjualan mobil 2025 merosot, namun Februari 2026 menunjukkan kenaikan secara bulanan. Analis membeberkan potensi cuan di tengah tantangan.

Realistis Menyikapi Kondisi Ekonomi Global
| Senin, 30 Maret 2026 | 04:26 WIB

Realistis Menyikapi Kondisi Ekonomi Global

Menghadapi ekonomi global yang cenderung suram, Indonesia seyogianya tidak sekadar wait and see, melainkan perlu aktif membangun resiliensi.

Aksi Merger Mora Telematika Indonesia (MORA) dan MyRepublic
| Senin, 30 Maret 2026 | 04:20 WIB

Aksi Merger Mora Telematika Indonesia (MORA) dan MyRepublic

Merger Moratelindo dan MyRepublic Indonesia merupakan langkah strategis yang diambil kedua perusahaan untuk mendukung agenda digital Indonesia 

INDEKS BERITA