Jeli mencari peluang di tengah pandemi

Senin, 18 Mei 2020 | 12:27 WIB
Jeli mencari peluang di tengah pandemi
[ILUSTRASI. Pegawai hotel melayani wisatawan di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (3/3/2020). Tingkat hunian hotel di Bali rata-rata turun hingga 70 persen sejak merebaknya wabah virus Covid 19 namun Pemprov Bali telah mengimbau para pengusaha hotel agar tidak me]
Reporter: Fransiska Firlana, Jane Aprilyani | Editor: Asnil Amri

KONTAN.CO.ID -  Sekalipun  banyak penginapan  yang sepi pengunjung karena pandemi, bahkan merelakan harus tutup, tapi masih ada hotel yang bisa mendapatkan rejeki. Menurut Riza Muhammad, Corporate Sales Manager RedDoorz dalam kondisi sekarang memang untung-untungan untuk mendapatkan pemesanan kamar dalam kapasitas group. Makanya, kebanyakan hotel atau penginapan yang masih buka lebih banyak mengandalkan tamu mandiri dan tamu yang ingin isolasi mandiri.

Tidak sedikit, pemilik hotel-hotel low bugjet yang memanfaatkan peluang di saat ini. Ketika hotel-hotel berbintang atau mewah tutup karena persoalan operasional, hotel low bugjet justru menjadi pilihan konsumen. “Di Jakarta keterisian kamar  kami mencapai 1.000 rooms night, sedangkan di Balikpapan dapat 3.000 rooms night untuk bulan lalu,” jelas Riza.
Riza menambahkan, bahkan bulan ini di Balikpapan juga tercatat ada 3.000 rooms night yang terpesan. Ini merupakan perpanjangan kontrak dari penyewa sebelumnya. Pun yang di Jakarta untuk bulan ini mencapai 2000 room night yang sudah dipesan.
Di Jakarta pemesanan kamar banyak dilakukan untuk menginap tenaga medis. Sedangkan di Balikpapan, hotel banyak disewa oleh tenaga kerja perusahaan minyak dan gas yang terlanjur datang karena  kontrak sehingga mereka tetap harus bekerja kendati kondisi pandemi. 
“Jadi lumayan banget masih ada peluang kalau mau jeli di saat hotel-hotel berbintang tutup. Tapi kami tetap memperhatikan standar keamanan pengunjung dan pelayan,” ujar Riza.
Terlebih setelah ada agregator hotel yang tutup, bertambah lagilah peluang  bagi agregator lain. “Jadi sekalipun  pergerakan orang masih terbatas, tapi tetap saja  ada yang menjalankan kewajiban seperti keharusan bekerja. Ini yang harus kami layani," jelas Riza. Bisa saja,  konsumen tesebut terbiasa menggunakan agregator lain, atau pasar hotel berbintang. Kini, "Mereka  memilih hotel low budget karena hotel berbintang  tutup,” jelas Riza.                                                                                     u

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Prospek Ultrajaya (ULTJ) Diadang Rencana Pemberlakuan Tarif Cukai
| Minggu, 08 Februari 2026 | 11:24 WIB

Prospek Ultrajaya (ULTJ) Diadang Rencana Pemberlakuan Tarif Cukai

 Pemerintah berencana menerapkan pungutan cukai untuk produk minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) di tahun ini.

Masih Disetir Faktor Global, IHSG Anjlok 4,73% Dalam Sepekan
| Minggu, 08 Februari 2026 | 11:19 WIB

Masih Disetir Faktor Global, IHSG Anjlok 4,73% Dalam Sepekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,08% ke 7.935,26 pada Jumat (6/2). Koreksi ini menambah pelemahan IHSG 4,73% dalam sepekan. ​

OJK Berharap Aliran Dana Mengucur Deras ke BEI
| Minggu, 08 Februari 2026 | 11:13 WIB

OJK Berharap Aliran Dana Mengucur Deras ke BEI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penghimpunan dana di pasar modal di tahun 2026 bisa tembus Rp 250 triliun.

Biar Biaya Subscription Tak Bikin Dompet Jebol
| Minggu, 08 Februari 2026 | 10:00 WIB

Biar Biaya Subscription Tak Bikin Dompet Jebol

Meski kecil, biaya subscription rupanya bisa berdampak ke keuangan. Simak cara mengatasinya!        

Kinerja Obligasi Berisiko Volatil Jangka Pendek, Selektif Pilih Tenor SUN
| Minggu, 08 Februari 2026 | 09:00 WIB

Kinerja Obligasi Berisiko Volatil Jangka Pendek, Selektif Pilih Tenor SUN

Sikap Moody's Ratings mengubah prospek peringkat Pemerintah Indonesia, menambah sentimen negatif di pasar obligasi. Masih layak beli?

Susun Strategi Biar Botol Tak Mencemari Lingkungan
| Minggu, 08 Februari 2026 | 07:05 WIB

Susun Strategi Biar Botol Tak Mencemari Lingkungan

Kebijakan Bali yang membatasi ukuran botol AMDK menjadi ujian bagi industri, dan mendorong CLEO membuktikan komitmennya.

Laju Penjualan Sepeda Motor Listrik Tak Lagi Menderu
| Minggu, 08 Februari 2026 | 06:15 WIB

Laju Penjualan Sepeda Motor Listrik Tak Lagi Menderu

Kepastian absennya subsidi sepeda motor listrik membuat pasar bergerak tanpa insentif. Bagaimana strategi produsen?

 
Rupiah dalam Sepekan Tertekan Sentimen Domestik dan Global
| Minggu, 08 Februari 2026 | 06:10 WIB

Rupiah dalam Sepekan Tertekan Sentimen Domestik dan Global

Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20% secara harian ke Rp 16.876 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah melemah 0,53%. 

Tips Jordan Simanjuntak, CMO Triv untuk Investor Kripto Pemula
| Minggu, 08 Februari 2026 | 06:00 WIB

Tips Jordan Simanjuntak, CMO Triv untuk Investor Kripto Pemula

Perjalanan karier membawa Jordan Simanjuntak, Chief Marketing Officer Triv ini berinvestasi di aset kripto

Modal Jajanan Pasar: Rp3 Juta Hasilkan Omzet Menggiurkan!
| Minggu, 08 Februari 2026 | 05:15 WIB

Modal Jajanan Pasar: Rp3 Juta Hasilkan Omzet Menggiurkan!

Dengan harga terjangkau, cita rasa lokal, dan bisa dinikmati siapa saja, usaha jajanan pasar menawarkan peluang yang men

INDEKS BERITA

Terpopuler