Jepang dan Proyek LNG di Indonesia
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada 16 Juli 2026, Blok Masela kembali menjadi buah bibir. Setelah tertunda hampir tiga dekade, proyek gas (LNG) raksasa di Maluku itu akhirnya memasuki tahap groundbreaking. Pemerintah Indonesia merayakannya sebagai simbol percepatan hilirisasi energi dan pembangunan kawasan timur Indonesia. Namun di balik seremonial dan angka investasi ratusan triliun rupiah di Masela, ada cerita bagaimana kepentingan Jepang sebagai pemain energi global berkelindan dengan posisi Indonesia dalam rantai nilai energi dunia.
Keterlibatan Jepang dalam proyek LNG di Indonesia bukanlah hal baru. Sejak 1970-an, Jepang telah menjadi mitra utama dalam proyek LNG seperti Bontang, Tangguh, hingga Donggi-Senoro. Konsistensi ini sering dibaca pelbagai pihak sebagai hubungan saling menguntungkan. Namun, jika dianalisis lebih dalam, hubungan tersebut juga merefleksikan struktur ketergantungan yang tidak sepenuhnya simetris.
Baca Juga: Pasar Obligasi Menarik Seiring Yield Naik, FR dan PBS Jadi Pilihan yang Bisa Dilirik
