Berita Bisnis

JSMR Menjaga Kinerja Tetap Lancar

Senin, 26 Juli 2021 | 06:05 WIB
JSMR Menjaga Kinerja Tetap Lancar

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Dadan M. Ramdan

KONTAN.CO.ID - Jakarta. PT Jasa Marga Tbk berupaya menjaga kinerja tetap positif di tengah pandemi Covid-19 yang belum mereda hingga saat ini. Saat kebijakan PPKM Level 4 diperpanjang, emiten berkode saham JSMR ini akan menjalankan sejumlah strategi untuk menjaga keberlangsungan bisnis.  Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga Tbk, Dwimawan Heru menyampaikan beberapa progres proyek jalan tol yang telah dan akan mereka garap. 

Misalnya, ruas jalan tol Cinere-Pamulang, yang saat ini masih dalam proses pembangunan dengan progres pembebasan lahan sebesar 99,63% dan progres konstruksi sebesar 84,60%. "Jalan tol ini akan beroperasi setelah terkoneksinya ruas Cinere-Pamulang dengan seksi 3 ruas Krukut sampai Limo pada tol Cinere-Jagorawi (ruas jalan tol milik PT TLKJ) yang saat ini juga sedang dalam proses konstruksi," ungkap dia kepada KONTAN, Minggu (25/7).
 
Adapun jalan tol lainnya yang akan beroperasi tahun ini adalah ruas tol Balikpapan-Samarinda seksi 1 dan 5. Rencananya, jalan tol tersebut mulai beroperasi pada Agustus 2021. Dwimawan juga memaparkan, uji laik fungsi telah dilaksanakan pada seksi lima di Juni 2021 dan saat ini dalam proses perbaikan dan penyempurnaan. Sementara untuk seksi 1 dalam proses konstruksi dengan progres 97,53% dan ditargetkan selesai pada akhir Juli ini.
 
Selanjutnya, untuk ruas Manado-Bitung seksi 2 (Airmadidi-Bitung), pada seksi 2A (Airmadidi-Danowudu) telah beroperasi pada September 2020. Selanjutnya, untuk progres pembebasan lahan seksi 2B adalah 99,21% dan progres konstruksi mencapai 90,92%. "Ruas ini direncanakan selesai konstruksi pada September 2021 dan ditargetkan dapat beroperasi  pada Oktober nanti," kata dia. 
 
Untuk memperlancar progres penyelesaian ruas jalan tol, JSMR telah menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 7,75 triliun di tahun ini. Hingga akhir Juni 2021, capex yang sudah terserap sekitar Rp 2 triliun.  "Capex ini digunakan untuk penyelesaian ruas jalan tol baru yang telah kami operasikan pada semester I 2021," sebut Dwimawan. 
 
Strategi JSMR
Kini, JSMR bersama konsorsium yang merupakan single bidder ikut serta dalam lelang pengusahaan jalan tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap dan telah menyampaikan dokumen penawaran pada Panitia Lelang BPJT. Di tengah situasi berat akibat pandemi Covid-19, JSMR menerapkan sejumlah strategi, yakni mengkaji ulang prioritas proyek, penataan portofolio bisnis, meningkatkan kapabilitas analisis data dan implementasi teknologi terintegrasi di bisnis jalan tol.
 
 "Seiring dengan penerapan kebijakan PPKM, tentu berdampak pada pendapatan tol Jasa Marga secara keseluruhan. Kami masih fokus pada implementasi kegiatan di lapangan mengingat dinamisnya kebijakan pemerintah yang mempengaruhi pelaksanaan pembatasan di berbagai titik di jalan tol Jasa Marga," kata Dwimawan. 
Jasa Marga juga telah menyiapkan strategi-strategi untuk menjaga kinerja perusahaan terutama menyinergikan tiga lini bisnis, yakni lini bisnis konsesi jalan tol, pengoperasian jalan tol, serta bisnis prospektif untuk meningkatkan dan mengoptimalkan seluruh rantai nilai perusahaan. 
 
Pada lini bisnis konsesi jalan tol, JSMR akan mengoptimalkan aset yang mereka miliki dan memperbaiki fundamental atas seluruh ruas jalan tol. Sedangkan pada lini bisnis pengoperasian jalan tol, JSMR mendorong inovasi di bidang teknologi untuk meningkatkan efisiensi bisnis dan operasional. 
Di lini bisnis prospektif, Jasa Marga berupaya memperkuat bisnis pengelolaan rest area serta sewa iklan dan utilitas melalui perbaikan proses bisnis secara berkesinambungan. 


Baca juga