Kapitalisasi pasar HMSP anjlok

Rabu, 14 November 2018 | 11:07 WIB
Kapitalisasi pasar HMSP anjlok
[ILUSTRASI. Pabrik Rokok HM Sampoerna ]
Reporter: Auriga Agustina, Avanty Nurdiana, Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumat (9/11) akhir pekan lalu, harga saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) anjlok 10,29% menjadi Rp 3.400 per saham. Sentimen jual belum berakhir, karena Senin (12/11) harga saham produsen rokok ini kembali terjungkal 2,94% ke posisi Rp 3.300 per saham. Alhasil, kapitalisasi pasar HMSP turun sebanyak Rp 57 triliun menjadi Rp 384 triliun, dibanding Kamis (8/11).

Sentimen datang dari rencana pengelola Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menambah variabel saham beredar di publik (free float) dalam perhitungan indeks LQ45 dan IDX30. BEI mengumumkan niat ini akhir pekan lalu, yang disusul dengan kejatuhan harga saham HMSP.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

AMMN Diproyeksi Masuk Masa Kejayaan Baru, AMMN Diproyeksi Raup Laba Jumbo di 2026
| Kamis, 02 Juli 2026 | 07:42 WIB

AMMN Diproyeksi Masuk Masa Kejayaan Baru, AMMN Diproyeksi Raup Laba Jumbo di 2026

Perubahan paling fundamental pada AMMN tidak hanya berasal dari kenaikan volume produksi, melainkan transformasi model bisnis perusahaan.

Siap-Siap Tadah Rp 2,08 Triliun, Dividend Yield MTEL Mencapai 5,06%
| Kamis, 02 Juli 2026 | 07:36 WIB

Siap-Siap Tadah Rp 2,08 Triliun, Dividend Yield MTEL Mencapai 5,06%

MTEL memiliki struktur permodalan solid dengan rasio debt-to-equity (DER) 0,56 kali, terendah di industri menara telekomunikasi.

Berpotensi Koreksi, Simak Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini, Kamis (2/7)
| Kamis, 02 Juli 2026 | 07:24 WIB

Berpotensi Koreksi, Simak Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini, Kamis (2/7)

IHSG menguat 0,92% ditopang sektor energi, namun data ekonomi domestik memburuk. Ada risiko yang harus diwaspadai investor.

Saham ANTM Dikoleksi BlackRock dan Manulife, Analis Sebut Sudah Undervalued
| Kamis, 02 Juli 2026 | 07:18 WIB

Saham ANTM Dikoleksi BlackRock dan Manulife, Analis Sebut Sudah Undervalued

Arah kebijakan suku bunga The Fed serta tren pembelian oleh bank sentral global akan menjadi faktor utama penentu pergerakan harga emas.

Inflasi Masih Berpotensi Naik Lebih Tinggi
| Kamis, 02 Juli 2026 | 07:17 WIB

Inflasi Masih Berpotensi Naik Lebih Tinggi

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi bulanan pada Juni 2026 mencapai 0,44% dan secara tahunan mencapai 3,34%

PPh Pasal 22 Pedagang Online di Marketplace
| Kamis, 02 Juli 2026 | 07:09 WIB

PPh Pasal 22 Pedagang Online di Marketplace

Wajib pajak orang pribadi dengan omzet di bawah Rp 500 juta tak akan dipungut PPh Pasal 22           

ORI030: Peluang Kupon Lebih Tinggi dari Deposito, Cek Detailnya!
| Kamis, 02 Juli 2026 | 07:00 WIB

ORI030: Peluang Kupon Lebih Tinggi dari Deposito, Cek Detailnya!

Kupon ORI030 diproyeksi capai 6,85%-7% oleh analis. Pelajari mengapa instrumen ini disebut lebih menarik dari deposito sekarang

Surplus Terputus, Tekanan Ekonomi Menguat
| Kamis, 02 Juli 2026 | 06:59 WIB

Surplus Terputus, Tekanan Ekonomi Menguat

Neraca perdagangan Indonesia mencatat defisit pertama setelah surplus 72 bulan berturut-turut       

Lampu Kuning Manufaktur Indonesia
| Kamis, 02 Juli 2026 | 06:55 WIB

Lampu Kuning Manufaktur Indonesia

PMI manufaktur terpuruk, dunia usaha minta pemerintah memperkuat perlindungan industri dan penurunan biaya

Nasib Rupiah di Tengah Sentimen Global Picu Pelemahan Lebih Lanjut
| Kamis, 02 Juli 2026 | 06:50 WIB

Nasib Rupiah di Tengah Sentimen Global Picu Pelemahan Lebih Lanjut

Rupiah kembali melemah erhadap dolar AS kemarin. Data ketenagakerjaan AS jadi biang kerok, simak proyeksi terbarunya!

INDEKS BERITA

Terpopuler