Kasus Omicron Tercatat di Indonesia, Pemerintah Dorong Langkah Kontigensi Rumah Sakit

Sabtu, 25 Desember 2021 | 06:10 WIB
Kasus Omicron Tercatat di Indonesia, Pemerintah Dorong Langkah Kontigensi Rumah Sakit
[ILUSTRASI. Tingkat keterpakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 sejauh ini masih rendah. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/nz.]
Reporter: Anastasia Lilin Y | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingkat keterpakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 sejauh ini relatif rendah. Namun begitu, pemerintah mendorong seluruh rumah sakit menyiapkan langkah kontigensi seiring dengan telah masuknya Varian Omicron ke Indonesia.

Pemerintah berharap ketika pasien Covid-19 membutuhkan layanan medis, kapasitas rumah sakit akan cukup untuk menampung pasien. "Pemerintah mendorong rumah sakit di seluruh Indonesia untuk melakukan penyiapan langkah kontingensi yaitu melakukan konversi tempat tidur untuk layanan Covid-19 jika kapasitas keterisiannya sudah melebihi 60% kapasitas," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan pers yang disiarkan secara virtual, Kamis (23/12).
 
Menurut data hingga 19 Desember 2021, tingkat keterpakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 secara nasional sebesar 2,73%. Baik keterpakaikan tempat tidur untuk isolasi maupun ICU. 

Baca Juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 Per 24 Desember: Ada Penambahan 1,62 Juta Dosis Vaksin

Angka keterisian per provinsi bahkan tidak lebih dari 30%. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa kondisi pelayanan di rumah sakit masih terkendali dan tidak terjadi peningkatan perawatan akibat lonjakan kasus Covid-19.

Adapun sampai saat ini, telah terdeteksi delapan kasus positif terkait dengan Varian Omicron. Temuan itu hasil screening di pintu kedatangan yang kemudian segera diisolasi dan ditangani oleh tenaga kesehatan profesional. Jika didapati hasil negatif setelah masa karantina, para penyintas tidak lagi mampu menularkan virus tersebut kepada orang lain. 

Biarpun situasi relatif terkendali, kewaspadaan harus ditingkatkan mengingat data-data awal menunjukkan kasus Omicron cenderung bergejala ringan atau bahkan tanpa gejala. Makanya upaya testing, tracing dan karantina merupakan kunci agar dapat melacak kasus dengan baik.

Baca Juga: Ada Gelombang Omicron, Pelancong AS Menyesuaikan Rencana Liburan

Semua lapisan masyarakat sedianya secara aktif ambil bagian. Masyarakat wajib selalu menerapkan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan atau yang diperluas menjadi 5M.

Mengacu pada data Satgas Covid-19 hingga Jumat (24/12), terdapat tambahan 204 kasus baru infeksi Virus Corona di Indonesia. Total kasus positif menjadi 4.261.208.

Jumlah kesembukan bertambah 182 orang sehingga total menjadi 4.112.706 orang. Lalu jumlah kematian akibat Virus Corona bertambah 5 orang sehingga total menjadi 144.047 orang.

Adapun jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia mencapai 278 juta. Sebanyak 5,39 juta orang meninggal dunia karena Virus Corona.    

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Bagikan

Berita Terbaru

MDKA Beri Iming-Iming Kupon Obligasi 10%, Lebih Menarik dari SBN & Obligasi Sejenis?
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:30 WIB

MDKA Beri Iming-Iming Kupon Obligasi 10%, Lebih Menarik dari SBN & Obligasi Sejenis?

Leverage MDKA memiliki tendensi untuk terus meningkat sebagai konsekuensi logis dari masifnya ekspansi sejumlah proyek tambang.

Tekanan Ganda Bisnis Vape Dalam Negeri
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:39 WIB

Tekanan Ganda Bisnis Vape Dalam Negeri

Industri vape meminta BRIN membuka data penelitian yang diklaim menjatuhkan penjualan dalam beberapa hari terakhir.

WIKA Siapkan Divestasi Aset Rp 5,5 Triliun
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:34 WIB

WIKA Siapkan Divestasi Aset Rp 5,5 Triliun

 Emiten konstruksi PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mengaku telah mencatatkan penurunan utang berbunga dan utang usaha.

Menelusuri Jejak Hashim di Balik Manuver Ekspansi dan Volatilitas Saham WIFI
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Menelusuri Jejak Hashim di Balik Manuver Ekspansi dan Volatilitas Saham WIFI

Pengunduran diri Hashim S. Djojohadikusumo sebagai Komisaris Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk membuat langkah saham WIFI kian berat. 

AVIA Mengerek Target Pertumbuhan Pendapatan 14%
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:21 WIB

AVIA Mengerek Target Pertumbuhan Pendapatan 14%

PT Avia Avian Tbk (AVIA) melanjutkan ekspansi untuk pertumbuhan jangka panjang, mulai dari pembangunan pabrik hingga penambahan produk.

Harga Pulp di China Merekah, Emiten Kertas Meraup Berkah
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Harga Pulp di China Merekah, Emiten Kertas Meraup Berkah

Harga pulp di pasar China Melonjak tajam jadi US$ 585 per ton pada September 2026, dari US$ 568 per ton pada bulan sebelumnya.

Emiten Masih Getol Pinjam Duit dari Bank
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:48 WIB

Emiten Masih Getol Pinjam Duit dari Bank

Meski era suku bunga masih tinggi, fasilitas kredit dari perbankan masih menyedot minat sejumlah emiten di Tanah Air mencari pendanaan usaha.​

Harga Saham Mendaki Tinggi, Prospek SMAR Semakin Bertaji
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:41 WIB

Harga Saham Mendaki Tinggi, Prospek SMAR Semakin Bertaji

Sejak awal tahun 2026 atau year to date (ytd), harga saham PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) sudah terbang 89,47%.

Masuk Bisnis Telekomunikasi, NAYZ Caplok Bangkok Tellink
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Masuk Bisnis Telekomunikasi, NAYZ Caplok Bangkok Tellink

PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) berencana mengambil alih 5.692.500 saham Bangkok Tellink atau setara 75% dari modal disetor.

Pasar Terus Mewaspadai Masih Derasnya Net Sell, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:31 WIB

Pasar Terus Mewaspadai Masih Derasnya Net Sell, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Pergerakan IHSG hari ini masih akan dipengaruhi oleh harga komoditas dunia serta kondisi domestik setelah penerapan batas bawah harga saham Rp 1. 

INDEKS BERITA