Keajaiban Ekonomi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tidak salah jika Vietnam disebut Economic Miracle di Asia. Ekonomi Vietnam tumbuh sangat cepat tahun ini, jauh lebih kencang dibanding negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia.
Data terbaru yang dirilis akhir pekan lalu menunjukkan, di kuartal III-2026, ekonomi Vietnam tumbuh nyaris dua digit, persisnya 9,95%, dari periode sama tahun lalu. Angka pertumbuhan ekonomi Vietnam ini lebih tinggi dibanding kuartal II-2026 sebesar 8,81% dan juga yang tertinggi sejak pandemi Covid-19.
Sebetulnya, tidak terlalu mengejutkan ekonomi Vietnam bisa tumbuh 9,95%. Sebab, negara yang mengandalkan ekonominya dari ekspor dan investasi ini memasang target pertumbuhan ekonomi tahunan setidaknya 10% di 2026–2030.
Ekonomi Vietnam yang tumbuh cepat ini acap dibanding-bandingkan dengan Indonesia yang sama-sama bersaing dalam menarik masuknya investasi langsung asing untuk menggenjot ekonomi.
Hanya kalau ekonomi Vietnam sudah tumbuh cepat dan menjadi salah satu pusat manufaktur dunia. Sementara, Indonesia masih berupaya keluar dari jebakan pertumbuhan ekonomi 5%.
Hasil yang dipanen Vietnam ini tentu berkat benih yang sudah ditanam lama, lewat serangkaian reformasi kebijakan yang konsisten. Birokrasi dibabat, termasuk memangkas jumlah kementerian. Perizinan diringkas dan transformasi industri dijalankan konsisten dalam beberapa dekade terakhir.
Sementara di Indonesia, masalah yang dikeluhkan investor masih sama saja. Birokrasi dan perizinan yang ribet. Tak heran, daya saing Vietnam pun jauh di atas Indonesia. Vietnam lebih kompetitif mendatangkan investasi asing.
Dalam laporan IMD World Competitiveness Ranking 2026 yang dirilis Juni 2026, peringkat daya saing Indonesia malah merosot. Indonesia menduduki peringkat 48 dari 70 negara yang dinilai, turun delapan peringkat dibandingkan tahun sebelumnya. Bandingkan dengan Vietnam yang berada di peringkat 27.
Menurut laporan IMD, faktor efisiensi pemerintah, efisiensi bisnis dan infrastruktur yang menjadi penyebab turunnya peringkat daya saing Indonesia. Nah, rendahnya daya saing Indonesia ini patut menjadi perhatian serius pemerintah.
Apalagi, pemerintah punya target besar: pertumbuhan ekonomi 8% di 2029 dengan investasi sebagai penopang. Tanpa memperkuat daya saing, rasanya susah harus bersaing dengan Vietnam mendatangkan investasi asing besar-besaran.
