Keajaiban Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 06:00 WIB
Keajaiban Ekonomi
[ILUSTRASI. TAJUK - Khomarul Hidayat (KONTAN/Indra Surya)]
Khomarul Hidayat | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tidak salah jika Vietnam disebut Economic Miracle di Asia. Ekonomi Vietnam tumbuh sangat cepat tahun ini, jauh lebih kencang dibanding negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia.

Data terbaru yang dirilis akhir pekan lalu menunjukkan, di kuartal III-2026, ekonomi Vietnam tumbuh nyaris dua digit, persisnya 9,95%, dari periode sama tahun lalu. Angka pertumbuhan ekonomi Vietnam ini lebih tinggi dibanding kuartal II-2026 sebesar 8,81% dan juga yang tertinggi sejak pandemi Covid-19.

Sebetulnya, tidak terlalu mengejutkan ekonomi Vietnam bisa tumbuh 9,95%. Sebab, negara yang mengandalkan ekonominya dari ekspor dan investasi ini memasang target pertumbuhan ekonomi tahunan setidaknya 10% di 2026–2030.

Ekonomi Vietnam yang tumbuh cepat ini acap dibanding-bandingkan dengan Indonesia yang sama-sama bersaing dalam menarik masuknya investasi langsung asing untuk menggenjot ekonomi.

Hanya kalau ekonomi Vietnam sudah tumbuh cepat dan menjadi salah satu pusat manufaktur dunia. Sementara, Indonesia masih berupaya keluar dari jebakan pertumbuhan ekonomi 5%.

Hasil yang dipanen Vietnam ini tentu berkat benih yang sudah ditanam lama, lewat serangkaian reformasi kebijakan yang konsisten. Birokrasi dibabat, termasuk memangkas jumlah kementerian. Perizinan diringkas dan transformasi industri dijalankan konsisten dalam beberapa dekade terakhir.

Sementara di Indonesia, masalah yang dikeluhkan investor masih sama saja. Birokrasi dan perizinan yang ribet. Tak heran, daya saing Vietnam pun jauh di atas Indonesia. Vietnam lebih kompetitif mendatangkan investasi asing.

Dalam laporan IMD World Competitiveness Ranking 2026 yang dirilis Juni 2026, peringkat daya saing Indonesia malah merosot. Indonesia menduduki peringkat 48 dari 70 negara yang dinilai, turun delapan peringkat dibandingkan tahun sebelumnya. Bandingkan dengan Vietnam yang berada di peringkat 27.

Menurut laporan IMD, faktor efisiensi pemerintah, efisiensi bisnis dan infrastruktur yang menjadi penyebab turunnya peringkat daya saing Indonesia. Nah, rendahnya daya saing Indonesia ini patut menjadi perhatian serius pemerintah.

Apalagi, pemerintah punya target besar: pertumbuhan ekonomi 8% di 2029 dengan investasi sebagai penopang. Tanpa memperkuat daya saing, rasanya susah harus bersaing dengan Vietnam mendatangkan investasi asing besar-besaran.      

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Indeks Kompas100 Berpeluang Rebound
| Senin, 05 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Indeks Kompas100 Berpeluang Rebound

Di atas kertas, peluang pemulihan indeks saham Kompas100 masih cukup terbuka, tergantung pada perkembangan berbagai sentimen utama di pasar.​

Tekanan Pasar Masih Berat
| Senin, 05 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Tekanan Pasar Masih Berat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang kembali menguat pada Senin (5/10) meski tekanan pasar masih berat

Keajaiban Ekonomi
| Senin, 05 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Keajaiban Ekonomi

Vietnam disebut Economic Miracle di Asia. Ekonomi Vietnam tumbuh sangat cepat tahun ini, jauh lebih kencang dibanding negara-negara ASEAN

Investasi Proyek Jumbo Menggeliat, Kredit Sindikasi Mengucur Deras
| Senin, 05 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Investasi Proyek Jumbo Menggeliat, Kredit Sindikasi Mengucur Deras

Pembiayaan proyek jumbo di Indonesia kian semarak. Kredit sindikasi hingga 1 Oktober 2026 mencapai US$ 25,51 miliar, melonjak 36,9% secara tahunan

Tekanan Inflasi Menghantui
| Senin, 05 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Tekanan Inflasi Menghantui

Diperkirakan, inflasi pada akhir tahun akan berada di atas 3%. Angka ini masih berada dalam rentang target inflasi pemerintah berkisar 1,5%–3,5 %,

Danantara Kebut Merger Asuransi
| Senin, 05 Oktober 2026 | 05:15 WIB

Danantara Kebut Merger Asuransi

Konsolidasi mencakup asuransi jiwa, umum, kredit, serta segmen syariah ditargetkan rampung akhir 2026.

Berbondong-Bondong Mengincar Proyek PLTS 100 GWp
| Senin, 05 Oktober 2026 | 05:15 WIB

Berbondong-Bondong Mengincar Proyek PLTS 100 GWp

Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt-peak (GWp) membuat bisnis PLTS semakin cerah.​

Kasus Influenza Dorong Kenaikan Klaim Asuransi
| Senin, 05 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Kasus Influenza Dorong Kenaikan Klaim Asuransi

Kenaikan klaim akibat influenza terjadi di beberapa perusahaan. Namun, kondisi tersebut belum menjadi tekanan besar bagi industri asuransi jiwa.

Multifinance Bidik Kendaraan Listrik
| Senin, 05 Oktober 2026 | 04:30 WIB

Multifinance Bidik Kendaraan Listrik

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan kendaraan listrik oleh multifinance mencapai Rp 25,49 triliun per Juli 2026 atau tumbuh 37,84%.

Isu Lingkungan Ancam Investasi Proyek Data Center
| Senin, 05 Oktober 2026 | 04:15 WIB

Isu Lingkungan Ancam Investasi Proyek Data Center

Pertanyaan muncul soal seberapa boros penggunaan air untuk data center, sehingga dianggap mengancam kelestarian lingkungan.

INDEKS BERITA

Terpopuler