Kebut Transaksi Jumbo Lewat E-commerce

Minggu, 16 Maret 2025 | 15:00 WIB
Kebut Transaksi Jumbo Lewat E-commerce
[ILUSTRASI. Gerai Merche]
Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ambil gawai, cari produk, pilih yang disukai, masukkan ke keranjang kemudian bayar. Semudah itu mendapatkan produk idaman di e-commerce. Lewat klik dan bayar, konsumen tinggal tunggu barang datang di teras rumah. Mudah bukan?

Begitulah cara Ria Lifung, pegawai perusahaan swasta di bilangan Jakarta Utara memenuhi gaya hidupnya setiap hari. Kehadiran platform e-commerce menjadi memudahkan Ria berbelanja.

Saban bulan, perempuan berusia 32 tahun itu tak pernah lepas dari gawainya untuk membeli produk baju, tas hingga sepatu yang mendukung aktivitas pekerjaannya. E-commerce menjadi pilihan karena jarak rumahnya jauh ke pusat perbelanjaan. Belum lagi waktunya yang terbatas.

Tak heran, dalam sebulan Ria membeli lima sampai enam tas atau baju baru. Saban bulan pula, rekening bank miliknya terkuras Rp 4 juta sampai Rp 6 juta.

"Kalau di e-commerce suka ada promo diskon," ungkap Ria.

Konsumen seperti Ria inilah yang kini banyak menjadi pelanggan pelapak yang buka toko di e-commerce. Seperti yang dialami Tari Puji Lestari, Founder Merche, pelapak e-commerce yang bergerak di bidang fesyen kreatif.

Produknya berupa tas digemari oleh konsumen yang mencari produk kreatif. Hingga kini, pelanggannya di e-commerce berdatangan dari Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Taiwan dan Brazil.

Tari membanderol tasnya yang beragam warna itu dengan rentang Rp 100.000 sampai Rp 599.000. Produk-produknya tersebut laris manis di e-commerce.

"Lebih dari 50% penjualan dari e-commerce Shopee," ujar Tari.

Meski tak menyebut pasti omzet yang diraih setiap bulan, namun Tari bilang, keuntungan yang ia peroleh di e-commerce melampaui keuntungan yang ia peroleh dari gerainya yang ada di Jakarta, Bandung, Purwokerto, Karawang dan Malang.

Pengalaman yang tak jauh berbeda juga diceritakan Arief Maskom, founder label Sch, salah satu merek fesyen Bandung. bagi Arif, kehadiran e-commerce tidak hanya memberikan pendapatan, hal itu juga menaruh citra positif bagi produknya, karena bisa menjangkau konsumen di seluruh Indonesia.

Kemudian, e-commerce mengajarkan Arief tentang aspek manajemen stok dan pembayaran yang terintegrasi. Sehingga mempermudah pelacakan produk, mengelola inventaris, dan menerima pembayaran.

Keunggulan lain adalah, popularitas produk semakin masif apalagi jika ada program promosi, kupon diskon, flash sale, atau iklan.

Saat produknya terpajang di e-commerce, produk tersebut akan masuk bank data analitik di sistem e-commerce. Sehingga, Arief mengetahui perilaku konsumen, demografi pelanggan, dan statistik performa produknya.

Dengan data tersebut, Arief bisa tahu kebutuhan konsumen untuk merencanakan strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran. Keuntungan lain berjualan di e-commerce kata Arief adalah, layanan pengiriman terintegrasi dari berbagai jasa pengiriman.

Dengan berbagai kemudahan itulah, Arief mendulang penjualan. Walaupun tak merinci omset atau marjin setiap bulannya, ia bilang, merek Sch meningkat signifikan. Apalagi saat moment khusus menjelang Lebaran.

Selain itu, penjualannya juga berkibar saat ada event promosi yang diselenggarakan oleh perusahaan e-commerce-nya.

Baca Juga: Penyerapan Anggaran MBG akan Masif di Semester II

Bermula dari toko

Dari beberapa sumber yang dihubungi KONTAN, ada banyak pelapak di e-commerce memulai usaha dari toko fisik atau offline. Seperti brand fesyen Sch yang sudah dirintis sejak tahun 1997. Namun untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, merek fesyen tersebut hadir di e-commerce.

Selain itu, adanya pandemi Covid-19 menjadi salah satu alasan mereka masuk ke e-commerce. Apalagi saat pandemi terjadi, toko fisik Sch harus tutup dan hanya melayani pembeli dengan jumlah yang terbatas. "Dengan memiliki platform online, konsumen tetap bisa berbelanja dengan mudah dan aman tanpa harus keluar rumah," kata Arief.

Berbeda ceritanya dengan Tari. Ia mulai berjualan tas Merche pada tahun 2017 lalu, saat itu ia tidak tercetus sekalipun berjualan lewat e-commerce. Malahan, dirinya memilih menyewa booth di mal di Jakarta sebagai showroom dan lapak usahanya.

Berbekal modal yang tak lebih dari Rp 10 juta, saat itu Tari memproduksi satu model desain yang dibuat menjadi 100 pieces tas. Tanpa ada pegawai, Tari menjajakan tas tersebut sampai terjual.

Merasa produknya diterima oleh pasar, Tari semakin gencar menambah model dan koleksi tas. Ia memperkaya kreasi desain, dan menambah sentuhan seni pada produknya agar memikat pelanggan.

Saat membuka lapak di pusat perbelanjaan ini, ibu dari dua anak tersebut memperoleh pengalaman bertatap muka dengan konsumen. Dengan cara demikian, Tari bisa berkomunikasi langsung dan mendapatkan informasi terkait kekurangan dan kelebihan produknya.

Dari situlah, Tari melakukan evaluasi untuk memperbaiki kualitas produknya. Belum sampai setahun berjualan, Tari melakukan ekspansi dengan membuka gerai Merche di Thamrin City, Jakarta.

Peminat produknya yang terus bertambah, membuat Tari akhirnya merekrut pegawai hingga menggandeng beberapa perajin di Tangerang dan Bogor. Semua itu dilakukannya untuk meningkatkan kapasitas produksi. Asal tahu saja, dalam sebulan kapasitas produksinya mencapai lima ribu hingga sepuluh ribu tas.

Di tengah naiknya kapasitas produksi itulah, Tari disambangi salah satu pelanggan, yang ternyata adalah karyawan di e-commerce Shopee. Ia kemudian disarankan berjualan di e-commerce berwarna oranye itu.

Meski terbilang baru dan tak pernah memasarkan secara online, akhirnya Tari memutuskan untuk membuka toko di Shopee tahun 2018. Dari situlah, Tari pun menambah lini produknya seperti baju, gantungan tas, dompet, tumbler, lanyard card id, dan masih banyak lagi.

Sejak itulah, produksi Merche melonjak tinggi.

"Kini produksi bisa mencapai 50.000 pieces," kata Tari.

Upaya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mengembangkan usaha lewat e-commerce menjadi perhatian Shopee. Christin Djuarto, Direktur Eksekutif Shopee Indonesia bilang, pihaknya berkomitmen menjadi teman dalam perjalanan UMKM untuk tumbuh dan meraih kesuksesan.

Beragam cara dilakukan oleh toko oranye itu, seperti dukungan kepada pengusaha UMKM pemula, pelatihan gratis bagi UMKM melalui kampus UMKM Shopee, hingga program pelatihan ekspor Shopee.

Untuk program merambah pasat ekspor ini, Head of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira bilang, sejak 2019 lalu, lebih dari 50.000 juta produk UMKM telah dijajakan di pasar Asia Tenggara, Asia Timur, dan Amerika Latin.

Hasilnya, produk lokal Indonesia yang sudah diekspor tahun 2024 mengalami kenaikan hampir 50% jika dibanding dengan tahun 2023.

"Kategori produk ekspor teratas adalah produk fesyen muslim, wanita, bayi dan anak," kata Radynal.

Meski membuka akses pasar yang lebih luas lewat e-commerce, namun pelaku usaha UMKM harus siap menghadapi persaingan.

Hermawati Setyorinny, Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (AKUMANDIRI) mengatakan bahwa tantangan pelaku usaha UMKM itu tidak hanya berhadapan dengan pelaku usaha dalam negeri tetapi juga dari luar negeri, terlebih ketika mereka memajang produk di e-commerce yang meniadakan batas-batas geografis wilayah.

Meski demikian, Hermawati mencatat, produk-produk UMKM dari Indonesia memiliki potensi besar untuk menang bersaing di pasar global dalam platform e-commerce. Untuk mencapainya, menurut Hermawati, pebisnis UMKM perlu mencermati beberapa hal, mulai dari pemilihan produk, desain dan kreativitas yang mereka curahkan pada produk tersebut.

Selain itu, "Kualitas dari produk juga perlu untuk ditingkatkan," tutur Hermawati.

Baca Juga: Tingkatkan Dana Riset Hingga 1% dari PDB

Bagikan

Berita Terbaru

Prospek Emiten RS Bakal Semakin Sehat Tahun Ini, Pilih Saham MIKA, HEAL atau SILO?
| Selasa, 20 Januari 2026 | 09:45 WIB

Prospek Emiten RS Bakal Semakin Sehat Tahun Ini, Pilih Saham MIKA, HEAL atau SILO?

Dominasi segmen pasien swasta yang memiliki margin lebih bagus diprediksi akan berlanjut tahun 2026.

Faktor Fundamental Memacu Laju Indeks Sektoral
| Selasa, 20 Januari 2026 | 08:38 WIB

Faktor Fundamental Memacu Laju Indeks Sektoral

Indeks sektoral saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja apik di sepanjang tahun 2026 berjalan.

Penjualan Semen Lambat di Akhir 2025, Tahun Ini Diproyeksi Sudah bisa Mulai Berlari
| Selasa, 20 Januari 2026 | 08:37 WIB

Penjualan Semen Lambat di Akhir 2025, Tahun Ini Diproyeksi Sudah bisa Mulai Berlari

Simak rekomendasi saham INTP dan SMGR serta proyeksi pemulihan pasar konstruksi yang berefek ke industri semen di kuartal II-2026.

Dirikan Anak Usaha Baru, Indika Energy (INDY) Memperluas Ekspansi Non Batubara
| Selasa, 20 Januari 2026 | 08:34 WIB

Dirikan Anak Usaha Baru, Indika Energy (INDY) Memperluas Ekspansi Non Batubara

PT Indika Energy Tbk (INDY) mendirikan perusahaan baru di bidang manufaktur kendaraan listrik komersial.​

Ekspansi Agresif dan Aksi Borong Prajogo Pangestu Jadi Amunisi Saham BREN
| Selasa, 20 Januari 2026 | 08:10 WIB

Ekspansi Agresif dan Aksi Borong Prajogo Pangestu Jadi Amunisi Saham BREN

Efek ekspansi kapasitas yang digelar PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) tidak akan terlihat seketika.

Geely Memulai Perakitan di Indonesia
| Selasa, 20 Januari 2026 | 07:58 WIB

Geely Memulai Perakitan di Indonesia

Kolaborasi PT Handal Indonesia Motor (HIM) menegaskan komitmen jangka panjang Geely untuk memperkuat fondasi industri otomotif nasional 

Psokan Gas Seret, Industri di Jawa Timur Terganggu
| Selasa, 20 Januari 2026 | 07:45 WIB

Psokan Gas Seret, Industri di Jawa Timur Terganggu

Pada Januari 2026, PGN menyurati pelanggan industri untuk menginformasikan kuota gas hanya diberikan di kisaran 43%–68%.

Simak Proyeksi Saham AALI di Tengah Beragam Tarik Ulur Kebijakan Industri Sawit
| Selasa, 20 Januari 2026 | 07:41 WIB

Simak Proyeksi Saham AALI di Tengah Beragam Tarik Ulur Kebijakan Industri Sawit

Beberapa hari terakhir harga saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menunjukkan tanda-tanda tertekan.

Prabowo Tunjuk Ponakan, Pasar Khawatir Independensi BI Terancam, Rupiah Makin Anjlok
| Selasa, 20 Januari 2026 | 07:39 WIB

Prabowo Tunjuk Ponakan, Pasar Khawatir Independensi BI Terancam, Rupiah Makin Anjlok

Rupiah anjlok setelah Prabowo Subianto menominasikan keponakannya, yang juga Wakil Menteri Keuangan  Thomas Djiwandono, masuk Dewan Gubernur BI. 

Perdana di 2026, Dana Asing Kabur dari Bursa, Dampak Prabowo Tunjuk Ponakan ke BI?
| Selasa, 20 Januari 2026 | 07:22 WIB

Perdana di 2026, Dana Asing Kabur dari Bursa, Dampak Prabowo Tunjuk Ponakan ke BI?

Rekor terbaru itu di tengah terjadinya aksi jual bersih perdana di 2026, sebesar Rp 708,61 miliar. Juga di tengah rupiah yang semakin suram. 

INDEKS BERITA

Terpopuler