Berita

Kejagung Menyidik Kasus Kredit Macet Lebih dari Rp 150 Miliar di Bank BTN

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 07:00 WIB

ILUSTRASI. Logo HUT Bank BTN ke-69

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah melakukan penyidikan terkait permasalahan di PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menyangkut novasi (pembaruan utang) pemberian kredit BTN ke beberapa debitur.

Dalam dokumen yang diterima KONTAN, Jumat (23/8), permasalahan hukum yang melibatkan BTN tersebut terkait proses novasi dua debitur di Semarang dan Sidoarjo.

Proses novasi di Semarang berawal dari pemberian kredit kepada PT Tiara Fatuba (TF) untuk selanjutnya di novasi ke PT Nugra Alam Prima (NAP) dan novasi kembali ke PT Lintang Jaya Properti (LJP).

PT Tiara Fatuba merupakan debitur awal yang memperoleh fasilitas kredit Rp 12 miliar pada tanggal 14 November 2012 dan kredit modal kerja Rp 3,2 miliar pada tanggal 28 Mei 2012.

Kredit tersebut untuk pembangunan rumah Graha Cepu Indah di Kabupaten Blora, Jawa Tengah dengan agunan kredit berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) atas nama PT Tiara Fatuba.

Permasalahan kredit PT Tiara Fatuba diduga bermula pada pengucuran beberapa kredit dengan agunan sama, sementara proyek pembangunan dalam status terhambat.

Alhasil, kolektibilitas kredit debitur PT Tiara Fatuba masuk dalam status kolektibilitas 5 atau macet.

Langkah penyelamatan kredit melalui lelang hak tanggungan dilakukan 27 Februari 2015, namun sepi peminat.

Muncul debitur baru

Selanjutnya
Halaman   1 2
Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang, Titis Nurdiana
Editor: Tedy Gumilar
BBTN) menyangkut novasi kredit ke beberapa debitur.

//insight.kontan.co.id/news/kejagung-menyidik-kasus-kredit-macet-lebih-dari-rp-150-miliar-di-bank-btn @KontanNews">

IHSG
6.219,44
1.82%
-115,41
LQ45
983,25
0.91%
-9,00
USD/IDR
14.020
0,50
EMAS
753.000
0,00%

Baca juga