Kejar Pemulihan Lini Asuransi Rekayasa

Rabu, 23 September 2026 | 04:55 WIB
Kejar Pemulihan Lini Asuransi Rekayasa
[ILUSTRASI. Proyek konstruksi di Jakarta, (KONTAN/Baihaki)]
Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri asuransi umum masih menyimpan optimisme pada perbaikan bisnis asuransi rekayasa, usai tertekan di paruh pertama tahun 2026. Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, premi lini asuransi ini terkontraksi 14,1% secara tahunan menjadi Rp 2,37 triliun pada semester I-2026.

Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan, hal tersebut dipengaruhi sejumlah faktor secara bersamaan. Mulai dari pergeseran waktu dimulainya proyek konstruksi, efektivitas tender, nilai proyek yang diasuransikan, serta jenis proyek yang masuk ke pasar asuransi.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Kredit Semakin Lesu, Laba BPD Masih Melaju
| Rabu, 23 September 2026 | 06:00 WIB

Kredit Semakin Lesu, Laba BPD Masih Melaju

Kredit BPD tertekan akibat pembiayaan yang lemah dan ekonomi daerah belum merata.                        

The Fed Naikkan Suku Bunga, Valas Safe Haven Menarik Dicermati
| Rabu, 23 September 2026 | 05:58 WIB

The Fed Naikkan Suku Bunga, Valas Safe Haven Menarik Dicermati

Setelah kenaikan suku bunga The Fed, prospek mata uang safe haven masih cukup positif, terutama dolar AS, karena yield AS tetap tinggi.

Setoran Premi Kanal Bancassurance Semakin Tebal
| Rabu, 23 September 2026 | 05:40 WIB

Setoran Premi Kanal Bancassurance Semakin Tebal

Kanal bancassurance membuahkan pendapatan premi sebanyak Rp 41,58 triliun, alias naik 17,9% secara tahunan

Market Share Segmen Otomotif Turun, ini Proyeksi Kinerja Astra International (ASII)
| Rabu, 23 September 2026 | 05:39 WIB

Market Share Segmen Otomotif Turun, ini Proyeksi Kinerja Astra International (ASII)

Kompetisi di pasar otomotif semakin meningkat, terutama dengan semakin kuatnya kontribusi merek non astra dan kendaraan listrik lainnya.

Indeks Menjebol 6.300 dan Pasar Menanti BI Rate, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 23 September 2026 | 05:30 WIB

Indeks Menjebol 6.300 dan Pasar Menanti BI Rate, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Jika BI mempertahankan suku bunga acuan dan memberikan sinyal yang cukup mendukung stabilisasi rupiah, peluang technical rebound masih terbuka.

Kejar Pemulihan Lini Asuransi Rekayasa
| Rabu, 23 September 2026 | 04:55 WIB

Kejar Pemulihan Lini Asuransi Rekayasa

Premi lini asuransi rekayasa terkontraksi 14,1% secara tahunan menjadi Rp 2,37 triliun pada semester I-2026.

IHSG Ambruk 1,69% ke 6.277, Investor Wait and See Jelang RDG BI Hari Ini (23/9)
| Rabu, 23 September 2026 | 04:50 WIB

IHSG Ambruk 1,69% ke 6.277, Investor Wait and See Jelang RDG BI Hari Ini (23/9)

IHSG melemah total 2,85% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG melemah 27,41%.   

Saham MAPA Masih Menarik dan Simpan Optimisme di Tengah Pelemahan Daya Beli
| Selasa, 22 September 2026 | 17:55 WIB

Saham MAPA Masih Menarik dan Simpan Optimisme di Tengah Pelemahan Daya Beli

Analis menyatakan pula bahwa penguatan MAPA saat ini terutama ditopang oleh ekspektasi terhadap pertumbuhan kinerja semester I-2026.

Transformasi PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA), dari Bisnis Furnitur ke WtE
| Selasa, 22 September 2026 | 11:00 WIB

Transformasi PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA), dari Bisnis Furnitur ke WtE

Rights issue PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) menjadi katalis positif karena memberikan ruang pendanaan untuk ekspansi WTE.

Tensi Geopolitik Makin Memanas, Lebih Menjanjikan Emas atau Tembaga?
| Selasa, 22 September 2026 | 10:26 WIB

Tensi Geopolitik Makin Memanas, Lebih Menjanjikan Emas atau Tembaga?

Perang yang terlalu berkepanjangan dapat memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi global dan menekan aktivitas industri.

INDEKS BERITA