Kejar Rasio Listrik, Kontraktor Migas Hingga Perusahaan Minerba dilibatkan

Selasa, 09 Juli 2019 | 05:30 WIB
Kejar Rasio Listrik, Kontraktor Migas Hingga Perusahaan Minerba dilibatkan
[]
Reporter: Filemon Agung | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Demi memenuhi target rasio elektrifikasi kelistrikan pada tahun ini yang mencapai 99,9%, pemerintah meminta badan usaha dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) mendukung program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).

Berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hingga semester pertama tahun ini, rasio elektrifikasi listrik masih di angka 98,81%. Sementara pada Desember tahun lalu tercatat 98,30%. "Kenapa sangat lamban? Karena kemampuan PLN untuk mengaliri listrik tidak sebanding dengan pembangunan rumah baru," ujar Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana, Senin (8/7).

Secara rinci, rasio elektrifikasi sebesar 98,81% meliputi aliran listrik PLN sebesar 94,97%, Non-PLN 3,47% dan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) 0,37%.

Untuk menggenjot target tersebut, Kementerian ESDM akan melibatkan sejumlah badan usaha dan kontraktor migas untuk memenuhi rasio elektrifikasi dan menyasar golongan rumah tangga tidak mampu. Termasuk berupaya menggandeng badan usaha dari sektor mineral dan batubara (minerba)."Ada 21 badan usaha KKKS dan 12 badan usaha sektor ESDM," jelas Rida.

Pemerintah menargetkan program BPBL dari 33 badan usaha sektor migas menyasar 639.610 rumah tangga tidak mampu. Hitungan saat ini, badan usaha tadi baru bisa berkontribusi sebanyak 50.223 rumah tangga.

Rida mengungkapkan, jumlah badan usaha dan tanggungan setiap badan usaha masih bisa bertambah. "Jika dilihat, jumlah KKKS banyak namun jumlah yang disasar cuma 6.258 rumah tangga. Jadi kemungkinan bakal bertambah," ungkap dia.

Asal tahu saja, bantuan pasang baru listrik ini berupa instalasi listrik sederhana dengan dua titik lampu dan satu kotak-kontak, termasuk biaya penyambungan, biaya instalasi, serta biaya penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan voucher perdana Rp 10.000.

Sementara implementasi program ini melalui mekanisme sistem Layanan Satu Pintu Plus (LSP+) yang dikembangkan PT Indonesia Comnets Plus, yang merupakan anak usaha PLN.

Masuk CSR

Salah satu kontraktor yang mendapatkan amanat adalah PT Pertamina EP. Presiden Direktur Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf memastikan siap menjalankan program pemerintah. "Nantinya akan diselaraskan dengan program CSR," jelas dia kepada KONTAN, kemarin.

Pertamina EP akan menggulirkan program secara bertahap. Sejauh ini, mereka bertanggung jawab untuk 300 rumah tangga.

Menanggapi niatan pemerintah menambah jumlah rumah tangga tanggungan bagi setiap kontraktor migas, Nanang menyebutkan Pertamina EP menyerahkan kebijakan tersebut kepada Kementerian ESDM.

Yang pasti, anak usaha PT Pertamina ini akan menyesuaikan anggaran yang tersedia dan sejalan dengan lokasi area operasi Pertamina EP. Hingga kini Pertamina EP belum memulai proyek tersebut. "Kami sedang persiapan," kata Nanang.

Bagikan

Berita Terbaru

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% Ditopang Industri Pengolahan & Jasa, Tambang Pemberat
| Kamis, 05 Februari 2026 | 13:56 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% Ditopang Industri Pengolahan & Jasa, Tambang Pemberat

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% secara tahunan, meningkat dibandingkan pertumbuhan 2024 yang sebesar 5,03%.

Tertekan Aturan Impor Pakan, Saham Poultry Masih Layak Diperhatikan
| Kamis, 05 Februari 2026 | 13:55 WIB

Tertekan Aturan Impor Pakan, Saham Poultry Masih Layak Diperhatikan

Perubahan aturan impor bahan baku pakan ternak, berpotensi memberi tekanan jangka pendek pada margin industri perunggasan.

Hai MSCI, Upaya Pembenahan di BEI Tak Menyentuh Persoalan Krusial nan Kontroversial
| Kamis, 05 Februari 2026 | 10:17 WIB

Hai MSCI, Upaya Pembenahan di BEI Tak Menyentuh Persoalan Krusial nan Kontroversial

UMA, suspensi, dan PPK tidak pernah disertai penjelasan substantif mengenai jenis anomali, tingkat risiko, atau parameter yang dilanggar.

Jika Kenaikan Free Float 15% Diterapkan, Ada 267 Emiten Tak Bisa Penuhi Ketentuan
| Kamis, 05 Februari 2026 | 10:02 WIB

Jika Kenaikan Free Float 15% Diterapkan, Ada 267 Emiten Tak Bisa Penuhi Ketentuan

BEI menegaskan, jika kenaikan free float 15% diterapkan, ada 267 emiten yang belum bisa memenuhi ketentuan.​

Investor Mulai Melirik Saham Berbasis Fundamental
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:49 WIB

Investor Mulai Melirik Saham Berbasis Fundamental

Prospek emiten penghuni indeks LQ45 dinilai cukup positif seiring meningkatnya minat investor terhadap saham-saham berfundamental kuat.

Ada Peringatan dari Bank Dunia, Simak Proyeksi Kurs Rupiah Hari Ini, Kamis (5/2)
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:35 WIB

Ada Peringatan dari Bank Dunia, Simak Proyeksi Kurs Rupiah Hari Ini, Kamis (5/2)

Bank Dunia yang menilai, Indonesia berisiko sulit keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Harga Minyak Mentah Naik, Emiten Siap Pacu Kinerja
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:27 WIB

Harga Minyak Mentah Naik, Emiten Siap Pacu Kinerja

Dalam sebulan terakhir, harga minyak mentah jenis WTI dan Brent melejit hampir 10%. Ini jadi sentimen positif bagi prospek kinerja emiten migas.

Penjualan Emas Tahun 2025 Turun, Kinerja Aneka Tambang (ANTM) Tertolong Bisnis Nikel
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:20 WIB

Penjualan Emas Tahun 2025 Turun, Kinerja Aneka Tambang (ANTM) Tertolong Bisnis Nikel

Kendati volume produksi dan penjualan emas merosot pada 2025, segmen nikel dan bauksit PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami pertumbuhan tinggi. 

Alokasikan Total Dana Jumbo, Empat Emiten Prajogo Menggelar Buyback Saham
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:10 WIB

Alokasikan Total Dana Jumbo, Empat Emiten Prajogo Menggelar Buyback Saham

Dari keempat emiten Grup Barito tersebut, TPIA dan BREN mengalokasikan dana paling jumbo untuk buyback saham, yakni masing-masing Rp 2 triliun.

Edwin Soeryadjaya Tambah Kepemilikan Saham di Saratoga (SRTG)
| Kamis, 05 Februari 2026 | 08:59 WIB

Edwin Soeryadjaya Tambah Kepemilikan Saham di Saratoga (SRTG)

Total dana yang dikucurkan Edwin dalam transaksi tersebut Rp 2,47 miliar. Nilai transaksi pertama Rp 796,09 juta dan kedua Rp 1,68 miliar. ​

INDEKS BERITA

Terpopuler