Kelar Pemilu, KPR Diproyeksi Bergerak Lebih Kencang

Kamis, 16 Mei 2019 | 11:03 WIB
Kelar Pemilu, KPR Diproyeksi Bergerak Lebih Kencang
[]
Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah bank berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) di kuartal I-2019. Bankir optimistis, penyaluran kredit ini akan semakin bergairah setelah pemilihan umum usai.

Lani Darmawan, Direktur Konsumer CIMB Niaga mengatakan, penyaluran KPR/kredit pemilikan apartemen (KPA) di CIMB Niaga pada April 2019 masih lebih rendah dibandingkan Maret 2019. Namun secara year on year (yoy) masih tumbuh 12%.

"Kami kira setelah pemilu ini KPR akan lebih bergairah lagi terutama untuk ticket size besar, secondary dan multi guna," kata Lani, Rabu (14/5).

Direktur Konsumer Bank Bank Tabungan Negara (BTN) Budi Satria juga memperkirakan penyaluran kredit KPR akan lebih bergerak kencang setelah pemilu selesai. "Harapan kami akan ada pertumbuhan sekitar 13%-15% yoy. Untuk dorong pertumbuhan KPR, kami akan promo bersama dengan berbagai pengembang yang sudah bekerjasama dengan BTN," tambah Budi.

Hingga kuartal I-2019 BTN mencatatkan pertumbuhan penyaluran KPR sebesar 22,07% yoy menjadi Rp 181,83 triliun. KPR subsidi tercatat naik 28,87% yoy dan KPR non-subsidi tumbuh 14,37% yoy.

General Manager Product Management Division Bank BNI Donny Bima Herjuno mengatakan, pertumbuhan KPR BNI di kuartal I-2019 cenderung melambat dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu. Hal itu karena investor properti masih cenderung wait and see. Namun setelah pemilu rampung dia optimistis, target penyaluran KPR tumbuh sekitar 12%.

Bagikan

Berita Terbaru

Tips Investasi Ala Direktur OCBC The Ka Jit: Jangan Tergoda Ambil Untung Cepat
| Sabtu, 29 November 2025 | 14:36 WIB

Tips Investasi Ala Direktur OCBC The Ka Jit: Jangan Tergoda Ambil Untung Cepat

Mengintip strategi investasi dan portofolio pribadi Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP), The Ka Jit

Astra Graphia (ASGR) Mengincar Peluang Bisnis Solusi Teknologi
| Sabtu, 29 November 2025 | 14:25 WIB

Astra Graphia (ASGR) Mengincar Peluang Bisnis Solusi Teknologi

Mengupas rencana bisnis PT Astra Graphia Tbk (ASGR) yang tengah memperkuat bisnis solusi teknologi lewat anak usahanya

Fiskal Ngegas, Menkeu Minta Moneter Longgar
| Sabtu, 29 November 2025 | 09:02 WIB

Fiskal Ngegas, Menkeu Minta Moneter Longgar

Menteri Keuangan menilai fiskal masih menjadi pendorong utama ekonomi dan meminta bank sentral melonggarkan moneternya

Reformasi Bea Cukai demi Menutup Kebocoran Ratusan Triliun Rupiah
| Sabtu, 29 November 2025 | 08:51 WIB

Reformasi Bea Cukai demi Menutup Kebocoran Ratusan Triliun Rupiah

Maraknya praktik underinvoicing dalam ekspor-impor mengindikasikan bahwa ukuran shadow economy di Indonesia masih besar

Menyemai Inovasi di Setiap Kebijakan
| Sabtu, 29 November 2025 | 07:05 WIB

Menyemai Inovasi di Setiap Kebijakan

Indonesia ternyata kekurangan terkait strategi pengembangan kebijakan yang berbasis pada dampak yang dihasilkan.​

Aroma Neo Orde Baru
| Sabtu, 29 November 2025 | 07:05 WIB

Aroma Neo Orde Baru

Menyerahkan kembali fungsi pemeriksaan kepada entitas asing merupakan bentuk pertaruhan kedaulatan yang nekat.

IHSG Sepekan Menguat 1,12% di Akhir November, Saham-Saham Ini Naik Paling Tinggi
| Sabtu, 29 November 2025 | 06:10 WIB

IHSG Sepekan Menguat 1,12% di Akhir November, Saham-Saham Ini Naik Paling Tinggi

Pada periode 24-28 November 2025, IHSG mengakumulasi kenaikan 1,12%. IHSG ditutup pada 8.508,71 pada perdagangan terakhir, Jumat (28/11). 

Target Kontrak Baru Wijaya Karya Gedung (WEGE) Rp 3 Triliun di Tahun 2026
| Sabtu, 29 November 2025 | 05:25 WIB

Target Kontrak Baru Wijaya Karya Gedung (WEGE) Rp 3 Triliun di Tahun 2026

WEGE mulai menerapkan pendekatan bisnis dengan menggandeng mitra strategis untuk menggarap sebuah proyek baru.

Target Kontrak Baru Wijaya Karya Gedung (WEGE) Rp 3 Triliun di Tahun 2026
| Sabtu, 29 November 2025 | 05:25 WIB

Target Kontrak Baru Wijaya Karya Gedung (WEGE) Rp 3 Triliun di Tahun 2026

WEGE mulai menerapkan pendekatan bisnis dengan menggandeng mitra strategis untuk menggarap sebuah proyek baru.

Wajib Setor Laporan Keuangan ke Pemerintah, Beban Bank Akan Bertambah
| Sabtu, 29 November 2025 | 04:50 WIB

Wajib Setor Laporan Keuangan ke Pemerintah, Beban Bank Akan Bertambah

PP Nomor 43 Tahun 2025 tentang Pelaporan Keuangan ini bertujuan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas pelaporan keuangan nasional

INDEKS BERITA

Terpopuler