Kemampuan Reformasi Ekonomi Fumio Kishida Demi Memajukan Jepang, Dipertanyakan

Kamis, 30 September 2021 | 18:02 WIB
Kemampuan Reformasi Ekonomi Fumio Kishida Demi Memajukan Jepang, Dipertanyakan
[ILUSTRASI. Para investor tidak yakin Fumio Kishida dapat melakukan langkah-langkah keras yang dianggap perlu untuk meningkatkan kesehatan ekonomi Jepang. REUTERS/Issei Kato]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - TOKYO/SINGAPURA. Para investor menilai Fumio Kishida sebagai pembangun konsensus yang mantap antara Liberal Democratic Party (LDP) atau Partai Demokrasi Liberal yang berkuasa dengan mitra koalisi. Namun mereka tidak yakin Kishida dapat melakukan langkah-langkah keras yang dianggap perlu untuk meningkatkan kesehatan ekonomi Jepang.

Kishida yang berusia 64 tahun, memenangkan suara kepemimpinan LDP yang berkuasa di Jepang dalam pemilihan pada Hari Rabu kemarin. Dengan mayoritas parlemen berisi LDP, dia dipastikan akan serta-merta menjadi Perdana Menteri Jepang mulai minggu depan.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Krakatau Steel (KRAS) Intip Peluang Genjot Penjualan Baja
| Sabtu, 23 Mei 2026 | 04:20 WIB

Krakatau Steel (KRAS) Intip Peluang Genjot Penjualan Baja

Konsumsi baja Indonesia saat ini masih berada di kisaran 65 kg per kapita per tahun. Angka ini masih tertinggal dibandingkan negara Asia Tenggara.

OJK Perketat Aturan Main Bisnis Sekuritas
| Sabtu, 23 Mei 2026 | 04:15 WIB

OJK Perketat Aturan Main Bisnis Sekuritas

Regulator mengatur pengelompokan kegiatan usaha Perusahaan Efek (PEKU) ke dalam tiga kelas, yakni PEKU 1, PEKU 2, dan PEKU 3. 

Efek Gulir Ekonomi Piala Dunia
| Sabtu, 23 Mei 2026 | 04:00 WIB

Efek Gulir Ekonomi Piala Dunia

Dari semua sektor bisnis yang terdampak dari ajang Piala Dunia tersebut, layanan OTT diprediksi bakal mendapatkan porsi cuan terbesar.

Saham RMK Energy (RMKE) Masih Menarik pasca Stock Split
| Jumat, 22 Mei 2026 | 14:38 WIB

Saham RMK Energy (RMKE) Masih Menarik pasca Stock Split

Beda dengan mayoritas emiten batubara yang bergantung langsung pada harga komoditas, RMKE bergerak di sektor jasa logistik batubara terintegrasi.

Melihat Indonesia Pasca Disalip Singapura Sebagai Bursa Terbesar ASEAN
| Jumat, 22 Mei 2026 | 07:38 WIB

Melihat Indonesia Pasca Disalip Singapura Sebagai Bursa Terbesar ASEAN

Capital outflow asing sejak awal tahun telah mencapai lebih dari Rp 51 triliun, turut menekan IHSG dan meningkatkan volatilitas pasar domestik.

Ambruk 8 Hari Beruntun, IHSG Rentan Menjebol 6.000, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 22 Mei 2026 | 07:29 WIB

Ambruk 8 Hari Beruntun, IHSG Rentan Menjebol 6.000, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Analis memperkirakan, IHSG hari ini masih dalam tren melemah. Bahkan ada potensi menjebol level 6.000.

Menggali Potensi Kakao Premium
| Jumat, 22 Mei 2026 | 07:11 WIB

Menggali Potensi Kakao Premium

"BPDP juga telah mengalokasikan pendanaan untuk mendukung sarana dan prasarana pascapanen serta pengolahan kakao

SNI Wajib untuk Produk Baja Mulai Diberlakukan
| Jumat, 22 Mei 2026 | 07:07 WIB

SNI Wajib untuk Produk Baja Mulai Diberlakukan

Industri menyambut baik penerapan SNI wajib untuk produk baja dan besi karena bisa meningkatkan daya saing

Swasta Siap Menggarap Proyek PLTS
| Jumat, 22 Mei 2026 | 07:02 WIB

Swasta Siap Menggarap Proyek PLTS

APLSI memberikan sejumlah catatan terhadap proyek ambisius yang ditargetkan rampung dalam tiga tahun tersebut

 Pertamina Cari Alternatif Pemasok Minyak
| Jumat, 22 Mei 2026 | 06:59 WIB

Pertamina Cari Alternatif Pemasok Minyak

Harga minyak mentah Indonesia (ICP) April 2026 naik 14,72% menjadi US$ 117,31 per barel, tapi pemerintah masih menahan harga BBM subsidi

INDEKS BERITA