Kembali Cetak Rekor, Harga Emas Antam Sudah di Ambang Rp 700.000 per Gram

Jumat, 21 Juni 2019 | 06:40 WIB
Kembali Cetak Rekor, Harga Emas Antam Sudah di Ambang Rp 700.000 per Gram
[]
Reporter: Anna Suci Perwitasari, Danielisa Putriadita | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keperkasaan harga emas global berhasil menyokong harga emas batangan keluaran PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Buktinya, emas batangan yang dijual di Logammulia, anak usaha Antam, kembali mencetak rekor harga tertingginya. Para analis pun optimistis harga emas batangan menembus level anyar.

Kemarin, harga emas batangan Antam sudah mencapai Rp 694.000 per gram. Angka ini naik Rp 10.000 dibandingkan dengan harga hari sebelumnya. Sementara harga pembelian kembali (buyback) emas Antam pun sudah mencapai Rp 622.000 per gram.

Sentimen utama bagi emas batangan datang dari harga emas global yang juga melejit pasca rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Memang, The Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga acuan.

Tapi dalam pidatonya, Gubernur The Fed Jerome Powell menegaskan pemangkasan suku bunga bisa terjadi paling lambat bulan Juli mendatang. Sikap dovish yang diambil The Fed kian kentara lantaran pasar memperkirakan inflasi Amerika Serikat (AS) tahun ini hanya 1,5%.

Proyeksi tersebut turun dari proyeksi sebelumnya, yakni 1,8% dan jauh lebih rendah daripada target 2%. Bahkan, para pengambil kebijakan moneter di The Fed memperkirakan target inflasi 2% juga akan meleset pada tahun depan.

Alhasil, Kamis (20/6), harga emas kontrak pengiriman Agustus 2019 di Commodity Exchange naik 2,83% menjadi US$ 1.387 per ons troi. Ini jadi rekor tertinggi harga emas sejak Maret 2018 lalu.

Direktur Utama Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, harga emas sedang dalam tren bullish. Mengingat perang dagang antara AS dan China juga masih berkecamuk. Kondisi ini menguntungkan emas sebagai safe haven.

Ibrahim meyakini, jika pertumbuhan ekonomi global melemah, harga emas tetap stabil. Ini berkat posisi emas sebagai aset lindung nilai cukup signifikan. Sehingga jika permintaan emas mengalami penurunan, status emas sebagai sebagai aset safe haven bisa menahan penurunan harga.

Sentimen positif lain yang dapat mendukung pergerakan emas adalah Brexit. Hingga kini, masalah perpisahan Inggris dari Uni Eropa atawa Brexit belum juga kelar. Terlebih, kini Inggris harus mencari perdana menteri baru. Proses pemilihan masih berlangsung.

Senada, analis Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar melihat, penguatan pada harga emas global bakal membuat harga emas Antam terus melaju. Bahkan, penguatan rupiah yang biasanya menghambat pergerakan emas batangan bisa diminimalisir.

Padahal di saat yang sama, nilai tukar rupiah sedang dalam posisi bullish terhadap dollar AS. Ini karena Bank Indonesia juga memilih mempertahankan suku bunga acuan atawa BI 7-days repo rate (BI 7-DRR) di level 6%. "Saat ini harga emas Antam condong searah dengan emas global," jelas Deddy.

Ia pun yakin, harga emas batangan bisa segera menyentuh level Rp 700.000. Terlebih jika mata uang garuda berada di kisaran Rp 14.200–Rp 14.500 per dollar AS.

Sementara itu, Ibrahim memperkirakan harga emas global bisa capai US$ 1.400 per ons troi di akhir tahun. Alhasil, harga emas batangan milik perusahaan pelat merah ini bisa mencapai sekitar Rp 739.000 per gram di akhir tahun nanti. Tetapi dengan catatan, nilai tukar rupiah pun stabil di level Rp 14.200 per dollar AS.

Bagikan

Berita Terbaru

Tertekan Sentimen Global dan Domestik, Rupiah Sepekan Terus Bergerak Lesu
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22 WIB

Tertekan Sentimen Global dan Domestik, Rupiah Sepekan Terus Bergerak Lesu

Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,13% ke Rp 16.819 per dolar AS pada perdagangan, Jumat (9/1).

Presiden Direktur MARK Ridwan Goh Punya Kiat Membangun Portofolio Aset yang Solid
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:19 WIB

Presiden Direktur MARK Ridwan Goh Punya Kiat Membangun Portofolio Aset yang Solid

Bagi Ridwan Goh, investasi bukan cuma jalan pintas menuju kekayaan, tapi sebuah sarana untuk mengelola nilai secara disiplin dan terstruktur. 

Blibli (BELI) Memperkuat Strategi Omnichannel dan Infrastruktur Logistik
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:16 WIB

Blibli (BELI) Memperkuat Strategi Omnichannel dan Infrastruktur Logistik

Di tengah persaingan bisnis e-commerce yang ketat, PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli terus memperkuat fondasi omnichannel 

Optimisme Akhir Tahun Menurun
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 09:59 WIB

Optimisme Akhir Tahun Menurun

IKK Desember 2025 berada di level 123,5. Indeks di atas 100 menunjukkan posisi optimistis           

Kabinet Makin Gemuk, Efek Ekonomi Tetap Tipis
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 09:48 WIB

Kabinet Makin Gemuk, Efek Ekonomi Tetap Tipis

Realisasi belanja K/L tahun 2025 mencapai Rp 1.500,4 triliun, setara 129,3% dari target             

Harga Jam Tangan Mewah Cetak Rekor, Jam Model Dress Watch Paling Diburu Kolektor
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 07:30 WIB

Harga Jam Tangan Mewah Cetak Rekor, Jam Model Dress Watch Paling Diburu Kolektor

Harga jam tangan mewah di pasar sekunder mencetak rekor tertinggi dalam dua tahun, didorong aksi gen Z memburu dress watch

Beban Fiskal
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:30 WIB

Beban Fiskal

Anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) adalah jangkar perekonomian. Kesehatan keuangan negara cerminnya adalah kesehatan fiskal.

Bos Ponsel yang Terus Berdering
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:15 WIB

Bos Ponsel yang Terus Berdering

Menyusuri perjalanan karier Hasan Aula hingga menjabat Wakil Direktur Utama PT Erajaya Swasembada Tbk.

Konsumsi Listrik per Kapita Indonesia Melonjak
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 05:50 WIB

Konsumsi Listrik per Kapita Indonesia Melonjak

Konsumsi listrik per kapita Indonesia naik dari 1.411 kilowatt hour (kWh) pada 2024 menjadi 1.584 kWh pada 2025.

Optimalisasi Manajemen Risiko Suku Bunga
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 05:37 WIB

Optimalisasi Manajemen Risiko Suku Bunga

Pengelolaan investasi berbasis kewajiban kini menjadi keharusan bagi industri pensiun dan asuransi yang menghadapi kewajiban jangka panjang.

INDEKS BERITA