Kementerian PU Siap Garap Penyelesaian Proyek IKN

Selasa, 15 April 2025 | 05:30 WIB
Kementerian PU Siap Garap Penyelesaian Proyek IKN
[ILUSTRASI. Warga berjalan saat mengunjungi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu (6/4/2025). ANTARA FOTO/Aditya Nugroho/mrh/nz]
Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anggaran untuk pembangunan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) aman dari pemangkasan alias tidak diblokir. Hal ini dikonfirmasi Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.

Alhasil, pembangunan IKN tetap berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan.

"Bu Wamen PU Diana Kusumastuti dalam waktu dekat akan ke IKN untuk mempercepat pengerjaan proyek (IKN)," kata Dody dijumpai di Kantornya, Jum'at (11/4) pekan lalu. 

Baca Juga: Total Investasi Swasta di IKN Tembus Rp 59,65 Triliun

Dody mengakui sebelumnya anggaran proyek IKN sempat terdampak program efisiensi anggaran. Namun pemblokiran itu sudah dibuka kembali usai mendapatkan persetujuan parlemen dan Kementerian Keuangan.

Hal serupa juga diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PU Zainal Fatah. Pihaknya memastikan blokir anggaran IKN telah dibuka. Namun pemerintah masih mengkaji proyek mana yang akan diprioritaskan untuk percepatan pembangunannya. 

Adapun tugas Kementerian PU di IKN menuntaskan proyek yang sudah berjalan, bukan proyek baru. Misalnya, Sumbu Tripraja, kawasan legislatif-yudikatif, hingga penyelesaian Istana Garuda dan Istana Negara.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Siasat Sido Muncul (SIDO) Rwat Kinerja Tetap Sehat
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 04:20 WIB

Siasat Sido Muncul (SIDO) Rwat Kinerja Tetap Sehat

Sido Muncul (SIDO) membidik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih masing-masing sebesar 8% pada 2026

Ekonomi Loyo, Bank Bekerja Keras Dorong Efisiensi
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 04:15 WIB

Ekonomi Loyo, Bank Bekerja Keras Dorong Efisiensi

Perbankan berupaya menjaga efisiensi untuk menjaga profitabilitas di tengah lesunya ekonomi yang menekan kinerja. 

Kurs Rupiah Potensi Lemas di Awal Tahun, Ini Penyebabnya
| Jumat, 02 Januari 2026 | 08:04 WIB

Kurs Rupiah Potensi Lemas di Awal Tahun, Ini Penyebabnya

Rupiah masih sulit diprediksi karena liburan. "Namun dengan indeks dolar AS yang masih naik, rupiah berpotensi tertekan,

Emiten Konglomerasi Menjadi Tumpuan di Tahun 2026, Pelemahan Rupiah Jadi Beban
| Jumat, 02 Januari 2026 | 08:00 WIB

Emiten Konglomerasi Menjadi Tumpuan di Tahun 2026, Pelemahan Rupiah Jadi Beban

Tekanan terhadap rupiah terutama berasal dari faktor fundamental dalam negeri. Maka, rupiah masih dalam tren pelemahan.

Hari Perdana Perdagangan di Bursa Saham Indonesia, Simak Proyeksi IHSG Hari Ini
| Jumat, 02 Januari 2026 | 07:42 WIB

Hari Perdana Perdagangan di Bursa Saham Indonesia, Simak Proyeksi IHSG Hari Ini

Pelaku pasar masih mencermati berbagai sentimen global dan domestik yang berpotensi mempengaruhi arah IHSG ke depan.

Bisnis Kredit Investasi Bank Masih Cukup Seksi
| Jumat, 02 Januari 2026 | 07:38 WIB

Bisnis Kredit Investasi Bank Masih Cukup Seksi

Permintaan kredit untuk jangka panjang memberi sinyal masih ada ruang pertumbuhan.                        

Emiten Prajogo Pangestu Menuntaskan Akuisisi SPBU ESSO di Singapura
| Jumat, 02 Januari 2026 | 07:35 WIB

Emiten Prajogo Pangestu Menuntaskan Akuisisi SPBU ESSO di Singapura

Perusahaan akan terus mengejar peluang pertumbuhan yang sejalan dengan tujuan bisnis jangka panjang.

Penumpang Angkutan Nataru Tembus 14,95 Juta
| Jumat, 02 Januari 2026 | 07:21 WIB

Penumpang Angkutan Nataru Tembus 14,95 Juta

Sejak H-7 (18 Desember) hingga H+5 Natal (30 Desember), total pergerakan penumpang mencapai 14.951.649 orang.

Saat Dompet Menipis Pasca Liburan, Saatnya Meraih Cuan dari Emiten Pembagi Dividen
| Jumat, 02 Januari 2026 | 07:20 WIB

Saat Dompet Menipis Pasca Liburan, Saatnya Meraih Cuan dari Emiten Pembagi Dividen

Saham emiten berkapitalisasi besar atau blue chip cenderung menawarkan yield dividen rendah sekitar 2% bahkan di bawah level tersebut. ​

Haji Khusus Terancam Gagal Berangkat
| Jumat, 02 Januari 2026 | 07:17 WIB

Haji Khusus Terancam Gagal Berangkat

Kuota haji khusus 2026 ditetapkan sebanyak 17.680 jemaah. Dari jumlah itu, 16.396 merupakan jemaah berdasarkan urut nomor porsi

INDEKS BERITA