Kenaikan Harga CPO Masih Berlanjut Hingga Akhir Tahun

Kamis, 04 November 2021 | 05:45 WIB
Kenaikan Harga CPO Masih Berlanjut Hingga Akhir Tahun
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak sawit mentah atawa crude palm oil (CPO) masih bergerak dalam tren positif. Rabu (3/11), harga CPO kontrak pengiriman Januari 2022 di Bursa Derivatif Malaysia ditutup di RM 4.970 per ton, menguat 1,01% dari hari sebelumnya. 

Tren positif ini melanjutkan reli mingguan dalam enam pekan berturut-turut, dari posisi harga RM 4.518 per ton pada 17 September silam.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menjelaskan, penguatan harga CPO berlanjut karena krisis energi. Selain itu, suplai dan demand belum seimbang. Permintaan dari China, India, Korea Selatan dan Jepang cukup tinggi. Padahal produksi belum normal.

Ekspor CPO Malaysia per Oktober, berdasarkan catatan Intertek Testing Services, turun 13,5% menjadi 1,47 juta ton. Padahal per September ekspor mencapai 1,7 juta ton. "Adanya badai La Nina pada musim hujan ini akan membuat sarana transportasi terkendala banjir," kata Ibrahim. 

Baca Juga: Tren kenaikan harga CPO berpotensi berlanjut hingga akhir tahun ini

Di lain sisi, jelang Natal dan Tahun Baru, permintaan CPO biasanya akan melonjak. Alhasil harga CPO masih akan menguat hingga akhir 2021.

Selain itu, menurut Founder Traderindo.com Wahyu Tribowo Laksono, musim penghujan yang melanda India mengakibatkan terganggunya panen kacang kedelai. Sehingga harga minyak kedelai merangkak naik dan berdampak pada naiknya harga CPO sebagai komoditas substitusi. 

Ibrahim memperkirakan harga CPO masih bisa bergerak ke RM 5.400 per ton di akhir tahun ini. Tapi harga CPO sulit melebihi RM 5.400 per ton karena jelang musim dingin biasanya importir sudah memperbanyak cadangan.

Analis memprediksi kenaikan tajam harga CPO tidak akan berlanjut tahun depan. Alasannya, tahun depan krisis energi diprediksi selesai. Produksi CPO di Malaysia dan Indonesia juga kembali normal dan stabil. 

Ibrahim melihat, langkah India menaikkan bea impor CPO juga akan membatasi kenaikan harga CPO. Ia memprediksi harga CPO tahun depan berkisar di RM 3.800-RM 4.500 per ton. Hitungan Wahyu, harga tahun depan berkisar di RM 4.500-RM 5.500.

Baca Juga: Memasuki bulan November, saham-saham CPO punya peluang naik

Bagikan

Berita Terbaru

Perang Berkecamuk, Cadangan Devisa Terendah Dalam 20 Bulan Terakhir
| Rabu, 08 April 2026 | 16:29 WIB

Perang Berkecamuk, Cadangan Devisa Terendah Dalam 20 Bulan Terakhir

Berdasarkan data terbaru BI, cadangan devisa berada di level US$ 148,15 miliar, turun dibandingkan posisi Februari 2026 sebesar US$ 151,90 miliar.

Waspada! Return Obligasi Rawan Terjegal Evaluasi Rating S&P dan Perang
| Rabu, 08 April 2026 | 13:17 WIB

Waspada! Return Obligasi Rawan Terjegal Evaluasi Rating S&P dan Perang

Harga obligasi pemerintah loyo pada kuartal pertama, dengan yield mendekati 7%. Masih ada peluang cuan pada 2026?

Timbang-Timbang Untung Rugi Kendaraan Listrik
| Rabu, 08 April 2026 | 12:51 WIB

Timbang-Timbang Untung Rugi Kendaraan Listrik

Kendaraan listrik sudah jadi pilihan yang serius belakangan ini. Simak, apa saja yang harus dipertimbangkan, sebelum And

Membedah Upaya MKNT Lepas dari Suspensi dan Menghidupkan Usaha Lewat Backdoor Listing
| Rabu, 08 April 2026 | 11:19 WIB

Membedah Upaya MKNT Lepas dari Suspensi dan Menghidupkan Usaha Lewat Backdoor Listing

Untuk memuluskan agenda private placement, PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) akan menggelar RUPSLB pada 16 April 2026.

Stock Split Saham DSSA, Upaya Keluar dari HSC Meski tak Menarik Buat Semua Investor
| Rabu, 08 April 2026 | 09:00 WIB

Stock Split Saham DSSA, Upaya Keluar dari HSC Meski tak Menarik Buat Semua Investor

Secara bisnis, DSSA sedang dalam mode ekspansif demi mempertebal portofolio EBT sekaligus melebarkan sayap di infrastruktur digital. 

Yield Obligasi Korporasi Melonjak: Apa Artinya Bagi Portofolio Anda?
| Rabu, 08 April 2026 | 08:52 WIB

Yield Obligasi Korporasi Melonjak: Apa Artinya Bagi Portofolio Anda?

Penerbitan obligasi korporasi justru naik saat ekonomi melambat. Pefindo ungkap alasan di balik strategi refinancing emiten.

Beleid Pajak UMKM Terbit Semester I-2026
| Rabu, 08 April 2026 | 08:49 WIB

Beleid Pajak UMKM Terbit Semester I-2026

Ia memastikan, aturan revisi pajak penghasilan (PPh) final untuk pelaku UMKM akan segera diterbitkan dalam waktu dekat

BI Setor Surplus Rp 78 Triliun ke Pemerintah
| Rabu, 08 April 2026 | 08:43 WIB

BI Setor Surplus Rp 78 Triliun ke Pemerintah

Surplus tersebut akan disetorkan BI kepada pemerintah setelah proses audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selesai

Pelemahan Rupiah Masih Jadi Pemberat IHSG
| Rabu, 08 April 2026 | 07:45 WIB

Pelemahan Rupiah Masih Jadi Pemberat IHSG

 Sentimen global dan pelemahan nilai tukar rupiah diprediksi masih akan menekan pergerakan IHSG hari ini.

Kinerja DEWA Ditopang Kenaikan Harga Batubara dan Diversifikasi Bisnis
| Rabu, 08 April 2026 | 07:43 WIB

Kinerja DEWA Ditopang Kenaikan Harga Batubara dan Diversifikasi Bisnis

DEWA raup laba bersih Rp 4,31 triliun di 2025. Namun, laba 2026 diprediksi normalisasi. Cek strategi baru DEWA untuk tetap untung.

INDEKS BERITA

Terpopuler