Kenaikan Harga Logam Industri Mulai Terbatas di Tahun Depan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas logam industri kompak bergerak menguat sepanjang tahun ini karena pasokan yang terbatas. Namun, para analis memproyeksikan pertumbuhan harga logam industri di tahun depan tidak akan lebih tinggi dari tahun ini.
Sepanjang tahun ini hingga Jumat (3/12), timah mencatatkan penguatan harga tertinggi di antara logam industri. Harga komoditas ini naik 93,53%.
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Senin, 26 Januari 2026 | 05:20 WIB
Penjajakan Investasi Danantara di Davos Menuai AtensiDanantara sudah meneken perjanjian kerjasama investasi dengan Kerajaan Hashemite Yordania serta pembicaraan lebih lanjut dengan Apple.
| Senin, 26 Januari 2026 | 05:20 WIB
Multi Medika (MMIX) Optimalkan Segmen Baby CareFokus ke segmen baby care dilakukan perseroan lantaran melihat kontribusinya yang signifikan ke pendapatan perseroan pada 2025.
| Senin, 26 Januari 2026 | 05:20 WIB
Ada 300 Penambang Belum Ajukan RKAB 2026Kementerian ESDM mengungkapkan masih terdapat 300 perusahaan tambang, khususnya sektor batubara yang belum mengajukan RKAB.
| Senin, 26 Januari 2026 | 05:15 WIB
Pemerintah Buka Opsi Revitalisasi Kilang DumaiKapasitas produksi Kilang Minyak Dumai bisa mencapai 270.000 barel per hari untuk menopang produksi minyak dalam negeri.
| Senin, 26 Januari 2026 | 05:05 WIB
Pembiayaan Haji 2026 Mayoritas Valuta AsingBPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) sudah menyediakan dana Rp 18 triliun-Rp 20 triliun untuk pembiayaan haji tahun ini
| Senin, 26 Januari 2026 | 05:00 WIB
Bali Mulai Menyaring Investasi Asing BerkualitasPemprov Bali memperketat arus investasi asing mulai Januari 2026 untuk memastikan modal asing yang masuk tidak menggerus usaha lokal.
| Senin, 26 Januari 2026 | 04:50 WIB
Fintech Panen Laba, Risiko Tetap AdaIndustri fintech P2P lending cetak laba Rp 2,38 triliun di 2025. Namun, OJK dan AFPI ungkap tantangan besar di baliknya.
| Senin, 26 Januari 2026 | 04:40 WIB
Multifinance Agresif Berburu ObligasiMultifinance hadapi utang Rp33,93 triliun jatuh tempo 2026. Pefindo ungkap alasan di balik penerbitan obligasi masif. Klik untuk tahu dampaknya!
| Senin, 26 Januari 2026 | 04:30 WIB
Asuransi Syariah Tertekan, Industri Bidik PemulihanKontribusi asuransi syariah anjlok 5% hingga November 2025. Pergeseran produk dan kasus unitlink jadi penyebab utama. Simak detail penurunannya!
| Senin, 26 Januari 2026 | 04:24 WIB
Pengangguran dan Risiko Utama PerekonomianPemerintah mendesak untuk mengembangkan revitalisasi industri dan membangun infrastruktur pendukung untuk membuka lapangan kerja baru. Terpopuler |
|---|
