Kenaikan Harga Logam Industri Mulai Terbatas di Tahun Depan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas logam industri kompak bergerak menguat sepanjang tahun ini karena pasokan yang terbatas. Namun, para analis memproyeksikan pertumbuhan harga logam industri di tahun depan tidak akan lebih tinggi dari tahun ini.
Sepanjang tahun ini hingga Jumat (3/12), timah mencatatkan penguatan harga tertinggi di antara logam industri. Harga komoditas ini naik 93,53%.
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Rabu, 14 Januari 2026 | 10:06 WIB
Saham INCO Sudah Melampaui Target Konsensus, Masih Ada Ruang Naik atau Siap Koreksi?Target harga rata-rata konsensus analis untuk saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) 12 bulan ke depan ada di Rp 5.597.
| Rabu, 14 Januari 2026 | 09:43 WIB
Meneropong Prospek Saham PWON Lebih Jernih, Tak Cuma dari Pom-Pom Anak PurbayaSekitar 78%–79% pendapatan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) berasal dari recurring income yang membuat emiten ini lebih tangguh.
| Rabu, 14 Januari 2026 | 08:50 WIB
Menakar Durabilitas Saham RMKO & RMKE di Tengah Target Ambisius Logistik BatubaraLaju saham RMKO dan RMKE mesti ditopang katalis lanjutan, seperti ekspektasi pembagian dividen yang lebih besar serta potensi penambahan klien.
| Rabu, 14 Januari 2026 | 08:36 WIB
IHSG Tembus Rekor Psikologis 9.000, Antara January Effect & Ancaman Defisit FiskalKinerja tahunan IHSG tetap akan sangat ditentukan oleh rotasi sektor serta faktor spesifik dari masing-masing emiten.
| Rabu, 14 Januari 2026 | 08:29 WIB
Outlook Pasar Saham Sepanjang Tahun 2026, di Antara Tiga Isu UtamaSebenarnya motif penguasaan sumber daya menjadi alasan AS menguasai Venezuela dan beberapa wilayah lain termasuk Greenland Denmark.
| Rabu, 14 Januari 2026 | 08:14 WIB
Aksi Borong Invesco, Vanguard, dan Manulife Belum Mampu Mendongkrak Harga Saham BBRIPerforma bisnis PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) diakui stabil dan solid serta punya potensi dividen yang tinggi.
| Rabu, 14 Januari 2026 | 08:08 WIB
Dana IPO Yupi Indo Jelly (YUPI) Rp 596 Miliar Masih Mengendap di BankDari hasil IPO pada 25 Maret 2025, YUPI berhasil mengantongi dana segar Rp 612,63 miliar. Tapi, YUPI belum menggunakan dana hasil IPO tersebut.
| Rabu, 14 Januari 2026 | 08:04 WIB
Mengukur Kualitas Rally Saham APLN di Tengah Strategi Penyehatan NeracaLonjakan harga saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) ikut dibumbui spekulasi pemulihan sektor properti.
| Rabu, 14 Januari 2026 | 08:03 WIB
Rajin Divestasi Saham BUMI, Chengdong Raup Rp 1,71 TriliunDari divestasi saham BUMI pada 23 Desember 2025 sampai 8 Januari 2026, Chengdong meraup keuntungan sekitar Rp 1,35 triliun-Rp 1,71 triliun.
| Rabu, 14 Januari 2026 | 07:58 WIB
Harga Minyak Mentah Merosot, Prospek Kinerja Medco Energi (MEDC) Tetap BerototDi tengah risiko volatilitas harga minyak mentah dan gas alam dunia, kinerja PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) diperkirakan tetap solid. |
|---|
