Kenaikan Harga Logam Industri Mulai Terbatas di Tahun Depan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas logam industri kompak bergerak menguat sepanjang tahun ini karena pasokan yang terbatas. Namun, para analis memproyeksikan pertumbuhan harga logam industri di tahun depan tidak akan lebih tinggi dari tahun ini.
Sepanjang tahun ini hingga Jumat (3/12), timah mencatatkan penguatan harga tertinggi di antara logam industri. Harga komoditas ini naik 93,53%.
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Selasa, 13 Januari 2026 | 10:00 WIB
Rekor Emas Dorong Saham Tambang Naik TajamSelain faktor moneter, lonjakan harga emas juga sangat dipengaruhi oleh eskalasi risiko geopolitik global, dari Venezuela kini bergeser ke Iran.
| Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30 WIB
Menakar Semarak Imlek, Ramadan, dan Lebaran 2026 Kala Konsumen Tengah TertekanRuang konsumsi barang non-esensial diprediksi kian terbatas dan pola belanja masyarakat cenderung menjadi lebih selektif.
| Selasa, 13 Januari 2026 | 09:04 WIB
Indikasi Kuat Belanja Masyarakat Awal Tahun Masih TertahanIndeks Penjualan Riil (IPR) Desember 2025 diperkirakan tumbuh melambat menjadi 4,4% secara tahunan
| Selasa, 13 Januari 2026 | 09:01 WIB
Tekanan Kas Negara di Awal TahunKebutuhan belanja pemerintah di kuartal pertama tahun ini diperkirakan mencapai Rp 700 triliun, namun penerimaan belum akan optimal
| Selasa, 13 Januari 2026 | 08:30 WIB
Skandal Pajak Menggerus Kepatuhan dan PenerimaanDalam jangka panjang, kasus korupsi pajak bakal menyeret rasio perpajakan Indonesia
| Selasa, 13 Januari 2026 | 08:16 WIB
BUVA Volatil: Reli Lanjut atau Profit Taking?Dengan kecenderungan uptrend yang mulai terbentuk, investor bisa menerapkan strategi buy on weakness saham BUVA yang dinilai masih relevan.
| Selasa, 13 Januari 2026 | 07:53 WIB
Saham Bakrie Non-Minerba Ikut Naik Panggung, Efek Euforia BUMI-BRMS & Narasi SendiriMeski ikut terimbas flash crash IHSG, hingga 12 Januari 2026 persentase kenaikan saham Bakrie non-minerba masih berkisar antara 15% hingga 83%.
| Selasa, 13 Januari 2026 | 07:39 WIB
Industri Kemasan Berharap dari LebaranInaplas belum percaya diri dengan prospek industri plastik keseluruhan pada 2026, lantaran barang jadi asal China membanjiri pasar lokal.
| Selasa, 13 Januari 2026 | 07:33 WIB
Laju Kendaraan Niaga Masih Terasa BeratSektor logistik hingga tambang masih jadi penopang terhadap penjualan kendaraan niaga pada tahun ini
| Selasa, 13 Januari 2026 | 07:33 WIB
Menakar Kilau Dividen UNVR 2026 Pasca Divestasi Sariwangi dan Spin Off Bisnis Es KrimDividen PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) diprediksi makin menarik usai spin off es krim dan lepas Sariwangi. Terpopuler |
|---|
