Kenaikan Harga Logam Industri Mulai Terbatas di Tahun Depan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas logam industri kompak bergerak menguat sepanjang tahun ini karena pasokan yang terbatas. Namun, para analis memproyeksikan pertumbuhan harga logam industri di tahun depan tidak akan lebih tinggi dari tahun ini.
Sepanjang tahun ini hingga Jumat (3/12), timah mencatatkan penguatan harga tertinggi di antara logam industri. Harga komoditas ini naik 93,53%.
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Jumat, 06 Maret 2026 | 17:15 WIB
Titik Nadir BBMPercepatan elektrifikasi transportasi dan efisiensi energi di sektor industri juga harus dilakukan untuk menekan ketergantungan terhadap BBM.
| Jumat, 06 Maret 2026 | 08:55 WIB
Harga Saham PTBA Rally di Tengah Volatilitas IHSG, Analis: Jangan Kejar Harga TinggiManuver investor asing mencerminkan kombinasi antara strategi akumulasi jangka menengah dan trading taktis jangka pendek.
| Jumat, 06 Maret 2026 | 08:25 WIB
Bisnis Perdagangan Daring Tumbuh Lebih KalemRamadan dan Lebaran selalu menjadi puncak transaksi bagi e-commerce. Namun, belanja masyarakat kini mengarah pada integrasi digital dan fisik.
| Jumat, 06 Maret 2026 | 08:12 WIB
Selat Hormuz Ditutup Saham ESSA Ikut Meletup, Masih bisa Ikutan Beli atau Tahan?Investor mesti mewaspadai potensi membengkaknya beban biaya operasional ESSA yang juga menggunakan denominasi dolar AS.
| Jumat, 06 Maret 2026 | 08:11 WIB
Panca Budi Idaman (PBID) Cermati Pelemahan Daya BeliBerkaca dari performa 2025, penjualan PBID turun tipis 0,95% secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp 5,19 triliun.
| Jumat, 06 Maret 2026 | 07:00 WIB
Panen Megaproyek & Diguyur Utang Rp 4,9 Triliun, Begini Proyeksi Kinerja & Saham KRASManajemen KRAS mematok target pertumbuhan pendapatan yang cukup agresif pada tahun ini, yakni di kisaran 20% hingga 30%.
| Jumat, 06 Maret 2026 | 06:07 WIB
Tiga Emiten Guyur Saham Bonus Triliunan Rupiah, Waspadai Potensi Jebakan BatmanSecara teoritis saham bonus yang diterima pemegang saham tidak membuat nilai aset sahamnya bertambah.
| Jumat, 06 Maret 2026 | 05:45 WIB
Perang Iran Vs AS-Israel Bikin Harga Batubara Membara! Saatnya Serok PTBA & ITMG?Terbangnya harga batubara dipicu oleh besarnya permintaan impor dari China, yang berpadu dengan gangguan rantai pasokan global.
| Jumat, 06 Maret 2026 | 05:19 WIB
Pelaporan SPT Belum Separuh dari TargetHingga 5 Maret 2026 pukul 08.00 WIB, jumlah wajib pajak yang melaporkan SPT Tahunan Pajak 2025 baru mencapai 6 juta wajib pajak
| Jumat, 06 Maret 2026 | 05:12 WIB
Penerimaan Pajak Februari Diklaim Tumbuh 30%Ditjen Pajaberharap penerimaan pajak pada tahun ini mencapai target dalam APBN 2026 Terpopuler |
|---|
