Kenaikan Harga Logam Industri Mulai Terbatas di Tahun Depan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas logam industri kompak bergerak menguat sepanjang tahun ini karena pasokan yang terbatas. Namun, para analis memproyeksikan pertumbuhan harga logam industri di tahun depan tidak akan lebih tinggi dari tahun ini.
Sepanjang tahun ini hingga Jumat (3/12), timah mencatatkan penguatan harga tertinggi di antara logam industri. Harga komoditas ini naik 93,53%.
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Jumat, 24 April 2026 | 08:01 WIB
Saham Valuasi Murah Mulai BergairahDi tengah kondisi pasar saham domestik yang terus bergejolak, kinerja indeks IDX Value30 masih perkasa di sepanjang tahun berjalan ini.
| Jumat, 24 April 2026 | 07:55 WIB
Bitcoin Meroket ke Puncak 11 Pekan, Awas Ancaman Profit Taking Menghantui!Reli yang kokoh menuntut fondasi likuiditas yang tebal, permintaan pasar spot yang stabil, serta partisipasi ritel maupun altcoin.
| Jumat, 24 April 2026 | 07:30 WIB
Intip Strategi SMRA Genjot Recurring Income & Rekomendasi Sahamnya Usai Laba TergerusWalau didera tantangan, tingkat okupansi mal milik Summarecon ternyata masih cukup tangguh dengan bertengger di atas 90%.
| Jumat, 24 April 2026 | 07:10 WIB
Rupiah Cetak Rekor Terburuk, Asing Terus Net Sell, Cek Rekomendasi Saham Hari IniKurs tutup di Rp 17.308 per dolar Amerika Serikat (AS). Hari ini tekanan jual di pasar saham diprediksi terus belanjut.
| Jumat, 24 April 2026 | 07:00 WIB
Emiten Seluler Memangkas Kuota dan Mengerek Harga, Risiko Perang Tarif MembayangiDi tengah daya beli yang masih diselimuti ketidakpastian, ruang gerak operator untuk mengerek harga amat sempit.
| Jumat, 24 April 2026 | 07:00 WIB
Rupiah Makin Terpuruk: Sentimen Global & Domestik Tekan Nilai TukarIntervensi BI hanya batasi pelemahan. Rupiah diproyeksi di Rp17.280 - Rp17.340. Temukan potensi pergerakan selanjutnya
| Jumat, 24 April 2026 | 06:45 WIB
Saham Teknologi Pendorong Utama Cuan Reksadana Dolar ASSaham teknologi global menjadi motor utama cuan reksadana dolar. Pahami strategi para manajer investasi untuk raup keuntungan besar.
| Jumat, 24 April 2026 | 06:40 WIB
Investor Bank BTN (BBTN) Gigit Jari Tak Dapat DividenInvestor harus gigit jari karena BBTN tak bagi dividen. Keputusan ini diperkirakan akan jadi sentimen negatif terhadap sahamnya jangka pendek
| Jumat, 24 April 2026 | 06:35 WIB
Laba BCA Masih Bisa Tumbuh Berkat Pendapatan Nonbunga dan EfisiensiLaba BCA tetap tumbuh di awal 2026 tapi melambat, ditopang pendapatan nonbunga dan efisiensi saat bunga kredit stagnan dan biaya dana naik.
| Jumat, 24 April 2026 | 06:30 WIB
Bunga Kredit Bank Mulai Masuk Fase Tren TurunPenurunan bunga kredit masih setengah hati. BI sudah agresif memangkas suku bunga, tapi bank baru menurunkannya tipis Terpopuler |
|---|
