Kenaikan Harga Logam Industri Mulai Terbatas di Tahun Depan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas logam industri kompak bergerak menguat sepanjang tahun ini karena pasokan yang terbatas. Namun, para analis memproyeksikan pertumbuhan harga logam industri di tahun depan tidak akan lebih tinggi dari tahun ini.
Sepanjang tahun ini hingga Jumat (3/12), timah mencatatkan penguatan harga tertinggi di antara logam industri. Harga komoditas ini naik 93,53%.
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Jumat, 20 Maret 2026 | 04:00 WIB
Defisit Dijaga Ketat di Tengah Tekanan Global, Pemerintah Andalkan Efisiensi AnggaranDefisit APBN kembali melebar, memicu kekhawatiran baru. Pemerintah memilih efisiensi, tapi apa dampaknya ke daya beli masyarakat dan suku bunga?
| Jumat, 20 Maret 2026 | 00:05 WIB
Menanti Kodok Berbulu, Penerapan Pajak Ekspor Batubara di Tengah Badai Minyak 2026Harga minyak melambung, subsidi BBM menganga. Pemerintah kini lirik pajak ekspor batubara, solusi penyelamat kas negara?
| Kamis, 19 Maret 2026 | 17:00 WIB
Negara-Negara Pengimpor Minyak Mentah Terbesar dari AS, Impor Indonesia Naik 414%Amerika Serikat (AS) mengekspor total 1,45 miliar barel minyak mentah sepanjang tahun 2025 lalu. Total ekspor minyak AS ini turun 3,33%.
| Kamis, 19 Maret 2026 | 15:00 WIB
Yield Curve Obligasi Negara Indonesia Mulai Mendatar, Apakah Ini Sinyal Krisis?Kurva yield obligasi Indonesia mendatar, menandakan tekanan jangka pendek dan ekspektasi perlambatan ekonomi.
| Kamis, 19 Maret 2026 | 14:20 WIB
Sisa THR Nganggur? Putar Saja di Sukuk Ritel SR024, bisa Dipesan Sampai 15 April 2026Simak simulasi dan cara membeli SR024 yang menawarkan imbalan tetap (fixed rate) hingga 5,55% per tahun.
| Kamis, 19 Maret 2026 | 13:05 WIB
BEI Libur Sepekan Saat Situasi Penuh Ketidakpastian, Sentimen Ini Perlu DiperhatikanKondisi geopolitik yang panas dan penuh ketidakpastian sepanjang masa liburan membuat pasar saham Indonesia dalam kondisi rawan.
| Kamis, 19 Maret 2026 | 12:40 WIB
Genjot Diversifikasi Bisnis Energi Bersih, Prospek Astrindo (BIPI) Semakin SeksiPT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) terus mempercepat transformasi bisnis dari batu bara menuju energi bersih.
| Kamis, 19 Maret 2026 | 12:10 WIB
BBCA Bakal Bagi Dividen Interim Tiga Kali di 2026, Simak Pandangan AnalisSkema dividen kuartalan jadi daya tarik tambahan bagi investor, khususnya yang mengincar cashflow rutin.
| Kamis, 19 Maret 2026 | 12:07 WIB
Adi Sarana (ASSA) Catat Pertumbuhan Laba Bersih 81% di Sepanjang 2025Kontribusi terbesar pendapatan PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) selama tahun 2025 masih ditopang oleh bisnis logistik.
| Kamis, 19 Maret 2026 | 12:02 WIB
Ditopang Penjualan BBM dan Lahan JIIPE, Laba Bersih AKRA Naik Dua Digit Pada 2025PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang tahun buku 2025, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih. Terpopuler |
|---|
