Kenaikan Harga Logam Industri Mulai Terbatas di Tahun Depan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas logam industri kompak bergerak menguat sepanjang tahun ini karena pasokan yang terbatas. Namun, para analis memproyeksikan pertumbuhan harga logam industri di tahun depan tidak akan lebih tinggi dari tahun ini.
Sepanjang tahun ini hingga Jumat (3/12), timah mencatatkan penguatan harga tertinggi di antara logam industri. Harga komoditas ini naik 93,53%.
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Selasa, 24 Maret 2026 | 13:00 WIB
DBS Rekomendasikan Diversifikasi Portofolio, Tambah Saham EM dan EmasDBS melihat adanya pergeseran preferensi investor dari aset berbasis AS yang dinilai sudah terlalu padat menuju kawasan lain, terutama Asia.
| Selasa, 24 Maret 2026 | 13:00 WIB
Dividen PGAS Dipertanyakan, Manajemen Tetap Percaya DiriJ.P. Morgan dan UBS sama-sama melihat adanya tekanan terhadap kinerja keuangan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) ke depan.
| Selasa, 24 Maret 2026 | 09:00 WIB
Emiten Rokok 2026 di Persimpangan: Margin Membaik, Risiko Regulasi MengintaiEmiten rokok di satu sisi mendapat angin segar dari tak adanya kenaikan cukai, namun di sisi lain dibayangi risiko regulasi kadar tar dan nikotin.
| Selasa, 24 Maret 2026 | 08:00 WIB
Di Tengah Tekanan Minyak, Prospek Discretionary 2026 Masih Tarik UlurAnalis menilai kenaikan harga minyak berisiko menekan konsumsi, termasuk kalangan di segmen menengah-atas.
| Selasa, 24 Maret 2026 | 07:00 WIB
Lonjakan Laba BUKA Sarat Faktor Non OperasionalAnalis memperkirakan BUKA akan mulai mencatatkan adjusted EBITDA positif Rp 124 miliar di 2026 dan terus meningkat hingga Rp 230 miliar di 2027.
| Selasa, 24 Maret 2026 | 04:00 WIB
CORE Indonesia: Perang Iran VS Israel-AS Berpotensi Gerus Ekspor IndonesiaIndonesia mengekspor produk-produknya ke Uni Arab Emirat (UAE), Arab Saudi, Qatar, Oman, Irak, Iran, Kuwait, dan Bahrain.
| Senin, 23 Maret 2026 | 17:27 WIB
Daya Tarik Emas Memudar? Terjun 8% dalam Sehari, Terburuk 43 TahunHarga emas turun lebih dari 10% minggu lalu. Ini adalah penurunan mingguan tercuram sejak Februari 1983.
| Senin, 23 Maret 2026 | 15:00 WIB
Peluang Saham ICBP di Tengah Isu Daya Beli dan Kenaikan Harga Bahan BakuPT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) diproyeksikan masih akan melanjutkan tren kinerja keuangan yang solid di tahun ini.
| Senin, 23 Maret 2026 | 14:50 WIB
Kenaikan Harga Ayam Broiler dan Impor Bahan Baku Jadi Penentu Kinerja CPINPemerintah berencana memperluas cakupan MBG hingga 83 juta penerima pada Mei 2026, naik signifikan dibandingkan 55 juta penerima di Januari 2026.
| Senin, 23 Maret 2026 | 14:27 WIB
Konflik Iran: Jebakan Perang yang Kini Menjegal Kekuasaan TrumpGoldman Sachs dan JP Morgan proyeksikan harga Brent bisa tembus US$100. Ketahui pemicu kenaikan dan dampaknya pada pasar energi global. Terpopuler |
|---|
