Kenaikan Harga Logam Industri Mulai Terbatas di Tahun Depan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas logam industri kompak bergerak menguat sepanjang tahun ini karena pasokan yang terbatas. Namun, para analis memproyeksikan pertumbuhan harga logam industri di tahun depan tidak akan lebih tinggi dari tahun ini.
Sepanjang tahun ini hingga Jumat (3/12), timah mencatatkan penguatan harga tertinggi di antara logam industri. Harga komoditas ini naik 93,53%.
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Kamis, 16 April 2026 | 18:38 WIB
Membedah Diversifikasi Bisnis PGEO ke Data Center dan HidrogenPT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengumumkan rencana menambah lini bisnis ke hidrogen dan data center.
| Kamis, 16 April 2026 | 17:42 WIB
Menakar Nasib Investasi BUMN di Saham Emiten Pailit yang Bakal DelistingDari sisi laporan keuangan, akan ada impairement yang signifikan karena perusahaan harus melakukan write-off atas nilai investasinya.
| Kamis, 16 April 2026 | 09:46 WIB
Kuota RKAB Disunat Pemerintah, INCO Kebut Revisi Demi Amankan Pasokan SmelterKendati dibayangi pemangkasan kuota, para analis masih memandang positif prospek kinerja keuangan dan saham INCO.
| Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB
Harga Timah Global Melesat, TINS Kebut Produksi dan Siap Eksekusi Proyek Tanah JarangTINS akan menyuplai bahan baku mineral tanah jarang dari Sisa Hasil Produksi timah ke fasilitas produksi bersama Perminas.
| Kamis, 16 April 2026 | 08:57 WIB
Bidik Dana Rp 159,9 Miliar, Royaltama Mulia Kontraktorindo (RMKO) Gelar Rights IssueSaham baru ini dipatok dengan harga Rp 350 per saham. Dus, dari rights issue, RMKO berpotensi meraup dana segar maksimal Rp 159,9 miliar.
| Kamis, 16 April 2026 | 08:55 WIB
Berkah Blokade Hormuz, ADMR Siap Panen Cuan dari Smelter Aluminium Baru di KaltaraLetak geografis yang relatif aman dari zona konflik membuat ADMR dalam kondisi yang pas untuk menyuplai pasar Asia Timur.
| Kamis, 16 April 2026 | 08:50 WIB
Kinerja 2025 Masih Kuat, Laba Metrodata Electronics (MTDL) Pada 2026 Bisa MelesatProspek PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) pada 2026 diproyeksi masih cerah. Ini berkaca pada pertumbuhan kinerja MTDL pada 2025.
| Kamis, 16 April 2026 | 08:41 WIB
Rupiah Melemah, Laba Mayora Indah (MYOR) Bisa Tak BergairahPelemahan rupiah dalam jangka menengah bisa menekan margin emiten konsumer, termasuk PT Mayora Indah Tbk (MYOR).
| Kamis, 16 April 2026 | 08:32 WIB
Adaro Andalan (AADI) Divestasi Aset Batubara di Australia Senilai US$ 1,85 MiliarPT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) berencana menjual seluruh saham tambang batubara Kestrel Coal Group Pyt Ltd di Australia.
| Kamis, 16 April 2026 | 08:11 WIB
Modal Asing Bikin Utang Luar Negeri NaikPosisi utang luar negeri Indonesia melonjak pada Februari 2026. Kenaikan drastis ini didorong bank sentral. Terpopuler |
|---|
