Kenaikan Harga Logam Industri Mulai Terbatas di Tahun Depan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas logam industri kompak bergerak menguat sepanjang tahun ini karena pasokan yang terbatas. Namun, para analis memproyeksikan pertumbuhan harga logam industri di tahun depan tidak akan lebih tinggi dari tahun ini.
Sepanjang tahun ini hingga Jumat (3/12), timah mencatatkan penguatan harga tertinggi di antara logam industri. Harga komoditas ini naik 93,53%.
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Jumat, 30 Januari 2026 | 04:45 WIB
IHSG Anjlok 8,33% dalam 2 Hari, Intip Prediksi Hari Terakhir Januari (30/1)Dalam dua hari penurunan saja, IHSG jatuh 8,33% setelah MSCI mengumumkan potensi penurunan status pasar saham Indonesia ke frontier market.
| Jumat, 30 Januari 2026 | 04:40 WIB
Pasar Jadi Gigit Jari, Pemerintah Percaya DiriMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim tekanan bursa saham hanya sementara.
| Jumat, 30 Januari 2026 | 04:30 WIB
Awal 2026, Pajak Terancam Lesu dan SeretDiperkirakan pertumbuhannya berada di kisaran 1% hingga 5% secara tahunan.
| Jumat, 30 Januari 2026 | 04:30 WIB
Harga Emas Terus Mendaki, Industri Gadai Panen TransaksiIndustri gadai ikut menikmati cuan akibat semakin besarnya minat masyarakat dalam bertransaksi seiring kenaikan harga emas.
| Jumat, 30 Januari 2026 | 04:23 WIB
Memahami Dampak Interim Freeze MSCITerbuka peluang membeli saham berfundamental bagus yang turun akibat kepanikan pasar, padahal saham itu tak benar-benar terimbas kebijakan MSCI.
| Jumat, 30 Januari 2026 | 04:20 WIB
Total Bangun Persada (TOTL) Memasang Target KonservatifTOTL membidik perolehan kontrak baru mencapai Rp 5 triliun di sepanjang 2026. Proyeksi ini terbilang stabil dibandingkan tahun lalu..
| Jumat, 30 Januari 2026 | 04:10 WIB
Insentif Motor Listrik Absen pada Tahun IniKemenperin menghitung biaya dan manfaat terhadap setiap usulan insentif, termasuk dampak terhadap perekonomian nasional.
| Kamis, 29 Januari 2026 | 19:36 WIB
MSCI Sentil Free Float, Kredibilitas Bursa Efek Indonesia Jadi TaruhanMSCI frontal menyatakan bahwa pasar modal Indonesia tidak memberikan transparansi perihal data free float dan struktur kepemilikan saham.
| Kamis, 29 Januari 2026 | 19:24 WIB
Indonesia Terancam Masuk Frontier Market MSCI, Ibarat Turun ke Seri C di Liga ItaliaMSCI meminta otoritas bursa saham Indonesia untuk menyediakan informasi struktur kepemilikan yang lebih detail, transparan, dan andal.
| Kamis, 29 Januari 2026 | 14:01 WIB
Sudah Masuk Pasar Modal, Danantara Atur Ulang Portofolio Investasi Pasca Putusan MSCICIO Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir merespons keputusan MSCI sudah sangat tepat menekankan pada transparansi, keterbukaan, dan likuiditas. Terpopuler |
|---|
