Kenaikan Harga Logam Industri Mulai Terbatas di Tahun Depan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas logam industri kompak bergerak menguat sepanjang tahun ini karena pasokan yang terbatas. Namun, para analis memproyeksikan pertumbuhan harga logam industri di tahun depan tidak akan lebih tinggi dari tahun ini.
Sepanjang tahun ini hingga Jumat (3/12), timah mencatatkan penguatan harga tertinggi di antara logam industri. Harga komoditas ini naik 93,53%.
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Rabu, 11 Februari 2026 | 08:00 WIB
Berharap Bulan Ramadan Memacu Saham Kesehatan Jadi BugarDalam kondisi volatil, saham-saham emiten di sektor kesehatan sering jadi pilihan defensif para investor.
| Rabu, 11 Februari 2026 | 07:49 WIB
Jurus Mengalap Cuan di Bulan RamadanSecara historis, sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kerap melonjak selama bulan suci ini.
| Rabu, 11 Februari 2026 | 07:16 WIB
Emiten Prajogo Pangestu Buyback Rp 6,75 Triliun, Analis: Hanya Menahan Koreksi HargaLima dari enam emiten Grup Barito milik konglomerat Prajogo Pangestu kompak melaksanakan buyback sejak awal Februari 2026.
| Rabu, 11 Februari 2026 | 06:46 WIB
Rentetan Peringatan Lembaga Asing Tambah Panjang, Simak Rekomendasi Saham Hari IniFTSE Russel ini menunda peninjauan (review) saham Indonesia periode Maret 2026. Tinjauan ini diprediksi mempengaruhi pergerakan indeks hari ini.
| Rabu, 11 Februari 2026 | 06:40 WIB
Margin Bunga Perbankan Bakal TertekanTren penurunan suku bunga dan ekspansi kredit berimbal hasil rendah membuat margin bunga perbankan diproyeksi tertekan tahun ini.
| Rabu, 11 Februari 2026 | 06:38 WIB
FTSE Soroti Pasar Indonesia, Dana Asing Berpeluang Keluar LagiFTSE Russell menghentikan sementara implementasi penambahan dan penghapusan saham Indonesia dalam indeks
| Rabu, 11 Februari 2026 | 06:35 WIB
Ekspansi Mall dan Residensial Menopang Kinerja SMRAKinerja PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) didorong potensi penurunan suku bunga dan pemulihan kontribusi recurring income dari pusat perbelanjaan.
| Rabu, 11 Februari 2026 | 06:30 WIB
Bank Siapkan Capex TI Jumbo Tahun IniPerbankan secara konsisten memperkuat kapabilitas teknologi informasi (TI) sebagai strategi jangka panjangnya untuk menghadapi tantangan digital
| Rabu, 11 Februari 2026 | 06:30 WIB
Diversifikasi Bisnis Bakal Dorong Margin Petrosea Tbk (PTRO)Akuisisi PT Singaraja Putra Tbk (SINI) diperkirakan melipatgandakan laba bersih PTRO pada 2026. Simak rincian potensi keuntungan investor!
| Rabu, 11 Februari 2026 | 06:27 WIB
Reformasi Pasar Modal Bisa Menekan Bisnis SekuritasOJK menarik rem pertumbuhan bisnis sekuritas, mendorong pasar integritas. Kebijakan ini berpotensi picu konsolidasi dan kenaikan biaya kepatuhan. Terpopuler |
|---|
