Kenaikan Harga Logam Industri Mulai Terbatas di Tahun Depan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas logam industri kompak bergerak menguat sepanjang tahun ini karena pasokan yang terbatas. Namun, para analis memproyeksikan pertumbuhan harga logam industri di tahun depan tidak akan lebih tinggi dari tahun ini.
Sepanjang tahun ini hingga Jumat (3/12), timah mencatatkan penguatan harga tertinggi di antara logam industri. Harga komoditas ini naik 93,53%.
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Selasa, 31 Maret 2026 | 04:20 WIB
IHSG Tertekan: Konflik Global dan Rupiah Lemah Picu Aksi Jual AsingMeskipun investor asing terus jual saham, beberapa blue chip kini di valuasi menarik. Cek rekomendasi saham untuk peluang akumulasi bertahap.
| Selasa, 31 Maret 2026 | 04:17 WIB
Ekspansi HEAL Bikin Laba Tergerus, Tapi Ini Kata Analis Soal Sahamnya!Laba bersih Medikaloka Hermina (HEAL) tergerus 19,85% di 2025 akibat ekspansi. Simak pemicu penurunan dan strategi perusahaan ke depan.
| Selasa, 31 Maret 2026 | 04:12 WIB
Saham ERAA: Laba Melesat 15% di 2025, Analis Beri Rekomendasi Ini!Laba bersih ERAA melonjak 15,82% menjadi Rp 1,19 triliun di 2025. Analis merekomendasikan 'buy' saham ERAA, intip target harganya.
| Selasa, 31 Maret 2026 | 04:10 WIB
Konsumsi Bisa Melesat Tinggi, Waspadai Pasca IdulfitriRamadan dan Idulfitri menjadi momentum untuk mengungkit konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi
| Selasa, 31 Maret 2026 | 03:17 WIB
IHSG Masih Tertekan Sentimen Global, Simak Rekomendasi Saham Selasa (31/3)Meski IHSG melemah, analis beri beberapa rekomendasi saham berpotensi cuan. Simak rekomendasi saham tersebut di sini.
| Senin, 30 Maret 2026 | 11:19 WIB
Purbaya Harus Tahu, Yield SBN Tinggi Akibat Risiko Investasi & Disiplin Fiskal KendorTingginya yield SBN menandakan harga obligasi sedang turun dan persepsi risiko dalam negeri meningkat.
| Senin, 30 Maret 2026 | 10:48 WIB
Menimbang Investasi dan Risiko GeopolitikMelihat kecenderungan ini, sudah saatnya politik dan geopolitik menjadi salah satu pertimbangan bisnis keberlanjutan.
| Senin, 30 Maret 2026 | 09:15 WIB
Sinyal Bahaya Mengintai! Efek Jeda Suku Bunga BI 4,75% Berpotensi Menjerat Laba BankMasyarakat cenderung makin berhati-hati dalam mengambil komitmen pembiayaan jangka panjang, seperti KPR dan KKB.
| Senin, 30 Maret 2026 | 08:30 WIB
Perluas Segmen OEM dan Baterai EV, Cek Rekomendasi dan Target Harga Saham DRMAMandiri Sekuritas memproyeksikan laba bersih 2026 DRMA bakal terbang sekitar 23,46% menjadi di kisaran Rp 805 miliar.
| Senin, 30 Maret 2026 | 08:03 WIB
Menengok Potensi Sektor Saham di Kuartal KeduaMemasuki kuartal II-2026, pundak investor dalam negeri menanggung sentimen negatif. Sentimen apa saja yang harus diawasi market? |
|---|
