Kenaikan Harga Logam Industri Mulai Terbatas di Tahun Depan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas logam industri kompak bergerak menguat sepanjang tahun ini karena pasokan yang terbatas. Namun, para analis memproyeksikan pertumbuhan harga logam industri di tahun depan tidak akan lebih tinggi dari tahun ini.
Sepanjang tahun ini hingga Jumat (3/12), timah mencatatkan penguatan harga tertinggi di antara logam industri. Harga komoditas ini naik 93,53%.
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Jumat, 23 Januari 2026 | 08:05 WIB
Bursa Kripto Kedua Hadir, Apa Dampak Bagi Investor Aset Digital?Secara struktur pasar, kehadiran bursa kedua dapat memperkuat kompetisi. Kedua bursa dapat mendorong transparansi harga.
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:58 WIB
Bursa Saham Indonesia Terjun Bebas ke Bawah 9.000, Simak Pergerakan IHSG Hari IniPelemahan IHSG di tengah bursa global dan nilai tukar rupiah menguat. Pemicunya, aksi jual di sejumlah sektor dan emiten berkapitalisasi besar.
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:35 WIB
Investor Panik, Duit Asing Kabur Hingga Rp 4 Triliun, Cek Rekomendasi Saham Hari IniNet sell asing berawal dari rencana Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk keponakannya, Thomas pmenjadi Deputi Gubernur BI.
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:30 WIB
Marak Aksi Korporasi, Kenapa Saham RAJA dan RATU Masih Kompak Terkoreksi?Dalam jangka panjang RATU dapat menjadi operator penuh atau memimpin kerja sama dengan mitra berskala besar, baik di dalam maupun luar negeri.
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:06 WIB
Sinarmas Land Masih Mengandalkan KPRTransaksi penjualan properti Sinarmas Land masih didominasi kredit pemilikan rumah (KPR), khususnya untuk produk rumah tapak dan ruko.
| Jumat, 23 Januari 2026 | 06:55 WIB
Perbankan Digital Akan Ekspansif Kejar Pertumbuhan KreditBank digital tetap optimistis menatap prospek kredit 2026, meski ketidakpastian global dan persaingan industri masih menjadi tantangan utama.
| Jumat, 23 Januari 2026 | 06:43 WIB
BINO Amankan Kontrak Bantex Rp 35 Miliar, Berdampak Positif ke Keuangan 2026Pembayaran sebesar 100% dari nilai invoice, paling lambat 120 hari setelah produk diterima dan disetujui oleh PT Deli Group Indonesia Jakarta,
| Jumat, 23 Januari 2026 | 06:35 WIB
Pertumbuhan Kredit Konsumer Semakin MelempemPertumbuhan kredit konsumer kian tertinggal di penghujung 2025, di saat kredit investasi justru melesat dan segmen lain menunjukkan perbaikan.
| Jumat, 23 Januari 2026 | 06:33 WIB
Perkuat Diversifikasi, Saham ERAA Masih Berpotensi Mengalami PenguatanLaba bersih ERAA diproyeksikan sebesar Rp1,07 triliun pada 2025 dan diperkirakan akan meningkat menjadi Rp1,14 triliun pada 2026.
| Jumat, 23 Januari 2026 | 06:30 WIB
Proyeksi Rupiah Akhir Pekan: Potensi Menguat Atau Berbalik Arah?Rupiah menguat 0,24% di pasar spot. Pelaku pasar menantikan rilis PDB AS dan data inflasi. Ketahui proyeksi rupiah untuk besok Terpopuler |
|---|
