Kenaikan Harga Logam Industri Mulai Terbatas di Tahun Depan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas logam industri kompak bergerak menguat sepanjang tahun ini karena pasokan yang terbatas. Namun, para analis memproyeksikan pertumbuhan harga logam industri di tahun depan tidak akan lebih tinggi dari tahun ini.
Sepanjang tahun ini hingga Jumat (3/12), timah mencatatkan penguatan harga tertinggi di antara logam industri. Harga komoditas ini naik 93,53%.
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Jumat, 13 Februari 2026 | 06:55 WIB
Harga Logam Mulia Terkoreksi, Ini Pemicu & Potensi KenaikannyaHarga emas spot dan Antam terkoreksi setelah ATH. Kebijakan margin CME pemicunya, tapi analis melihat ini koreksi sehat.
| Jumat, 13 Februari 2026 | 06:51 WIB
United Tractors (UNTR) Tuntaskan Akuisisi Tambang Emas Milik PSABPT United Tractors Tbk (UNTR) telah menyelesaikan akuisisi Tambang Emas Doup yang dikelola entitas PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).
| Jumat, 13 Februari 2026 | 06:47 WIB
Emiten Telekomunikas Bersiap Raup Cuan Ramadan 2026Trafik layanan dan data emiten telekomunikasi bisa naik selama Ramadan hingga di masa libur Lebaran 2026.
| Jumat, 13 Februari 2026 | 06:45 WIB
Simpanan Valas di Bank Swasta Tetap MekarSaat bank pelat merah menaikkan bunga deposito dolar AS ke 4%, bank swasta memilih menahan suku bunga demi menjaga efisiensi biaya dana
| Jumat, 13 Februari 2026 | 06:40 WIB
Laba Tahun 2025 Melesat Ratusan Persen, Unilever (UNVR) Incar Pertumbuhan Pada 2026Laba bersih PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) selama tahun 2025 terdongkrak 126,82% menjadi Rp 7,64 triliun.
| Jumat, 13 Februari 2026 | 06:36 WIB
Demi Ekspansi Emiten Ramai-Ramai Berutang, Awas, Beban Bunga MengintaiEmiten sebaiknya disiplin memitigasi risiko dengan menjaga rasio leverage tetap sehat dan melakukan hedging bila perlu.
| Jumat, 13 Februari 2026 | 06:35 WIB
Pengelolaan Dana Nasabah Tajir CerahSimpanan jumbo melonjak 22,8% menjadi Rp 5.787 triliun Desember 2025, mendorong pertumbuhan AUM dan menggairahkan bisnis wealth management
| Jumat, 13 Februari 2026 | 06:34 WIB
Maju Mundur Mengungkap Data Pemilik SahamPada akhir Februari ini atau awal Maret 2026, BEI siap terapkan transparansi daftar saham yang terindikasi memiliki pemegang saham terkonsentrasi.
| Jumat, 13 Februari 2026 | 06:30 WIB
Rupiah Masih Sulit Bangkit di Akhir Pekan IniNilai tukar rupiah turun 0,25% terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (12/2), dipicu sentimen risk off.
| Jumat, 13 Februari 2026 | 06:25 WIB
Korporasi Rajin Rilis Obligasi, Bankir Tetap Optimis Permintaan Kredit TinggiKorporasi beralih ke obligasi pada 2025, dengan penerbitan melonjak 89,9%. Namun, bank tetap optimistis penyaluran kredit kembali menguat Terpopuler |
|---|
