Kenaikan Harga Logam Industri Mulai Terbatas di Tahun Depan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas logam industri kompak bergerak menguat sepanjang tahun ini karena pasokan yang terbatas. Namun, para analis memproyeksikan pertumbuhan harga logam industri di tahun depan tidak akan lebih tinggi dari tahun ini.
Sepanjang tahun ini hingga Jumat (3/12), timah mencatatkan penguatan harga tertinggi di antara logam industri. Harga komoditas ini naik 93,53%.
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Senin, 23 Maret 2026 | 17:27 WIB
Daya Tarik Emas Memudar? Terjun 8% dalam Sehari, Terburuk 43 TahunHarga emas turun lebih dari 10% minggu lalu. Ini adalah penurunan mingguan tercuram sejak Februari 1983.
| Senin, 23 Maret 2026 | 15:00 WIB
Peluang Saham ICBP di Tengah Isu Daya Beli dan Kenaikan Harga Bahan BakuPT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) diproyeksikan masih akan melanjutkan tren kinerja keuangan yang solid di tahun ini.
| Senin, 23 Maret 2026 | 14:50 WIB
Kenaikan Harga Ayam Broiler dan Impor Bahan Baku Jadi Penentu Kinerja CPINPemerintah berencana memperluas cakupan MBG hingga 83 juta penerima pada Mei 2026, naik signifikan dibandingkan 55 juta penerima di Januari 2026.
| Senin, 23 Maret 2026 | 14:27 WIB
Konflik Iran: Jebakan Perang yang Kini Menjegal Kekuasaan TrumpGoldman Sachs dan JP Morgan proyeksikan harga Brent bisa tembus US$100. Ketahui pemicu kenaikan dan dampaknya pada pasar energi global.
| Senin, 23 Maret 2026 | 14:20 WIB
Ekspor RI Tahan Guncangan Timur Tengah, Tapi Terjepit dari Sisi BiayaJika konflik berkepanjangan, harga minyak global pada 2026 diproyeksikan berada di kisaran US$ 85 – US$ 120 per barel.
| Senin, 23 Maret 2026 | 13:00 WIB
Meramu Portofolio Tahan Banting di Tengah Ketidakpastian Global Ala Bank DBSBank DBS bahkan menaikkan proyeksi harga emas ke level US$ 6.250 per ons troi pada paruh kedua 2026.
| Senin, 23 Maret 2026 | 11:00 WIB
Kinerja 2025 Belum Maksimal, Pemulihan APLN Diproyeksi Akan LambatSepanjang 2025, APLN mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 3,56 triliun, merosot 36,08% year on year (YoY).
| Senin, 23 Maret 2026 | 10:00 WIB
MSCI Indonesia Index Minus di Awal 2026, Kalah dari Malaysia dan ThailandMSCI Indonesia Index berisi 18 saham dengan total market cap senilai US$ 111,98 miliar. Sepuluh saham terbesarnya merupakan saham-saham big caps.
| Senin, 23 Maret 2026 | 08:00 WIB
Usai Kemeriahan Lebaran, MAPI Bakal Hadapi Tantangan Tekanan Daya BeliKondisi harga minyak global yang relatif tinggi saat ini dan diperkirakan akan bertahan lama, diprediksi juga akan berpotensi menekan SSSG MAPI.
| Senin, 23 Maret 2026 | 07:30 WIB
Daftar Sentimen Positif dan Negatif yang Mewarnai Kinerja PTPN IV PalmCoPalmCo terus mengakselerasi transformasi bisnis melalui penguatan tata kelola, hingga peningkatan volume produk bersertifikasi. Terpopuler |
|---|
