Kenaikan Harga Logam Industri Mulai Terbatas di Tahun Depan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas logam industri kompak bergerak menguat sepanjang tahun ini karena pasokan yang terbatas. Namun, para analis memproyeksikan pertumbuhan harga logam industri di tahun depan tidak akan lebih tinggi dari tahun ini.
Sepanjang tahun ini hingga Jumat (3/12), timah mencatatkan penguatan harga tertinggi di antara logam industri. Harga komoditas ini naik 93,53%.
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Rabu, 29 April 2026 | 10:55 WIB
Gejolak Geopolitik Mengancam, Momentum Emas bagi RI Akselerasi Pendanaan HijauBritish International Investment (BII) meluncurkan inisiatif British Climate Partners (BCP) senilai £1,1 miliar.
| Rabu, 29 April 2026 | 10:00 WIB
Tren Aksi Korporasi Asia Tenggara lebih Selektif di 2025, Regulasi Jadi PenyebabnyaTingginya biaya pendanaan serta kesenjangan valuasi antara pembeli dan penjual membuat realisasi transaksi skala besar menjadi lebih menantang.
| Rabu, 29 April 2026 | 09:00 WIB
BBNI Diakumulasi Asing di Tengah Tekanan Sektor, Sekadar Rebound atau Awal Tren?Valuasi yang murah ini mulai menarik minat asing. Apalagi ada aksi buyback yang memberi sinyal manajemen melihat harga saham saat ini undervalued.
| Rabu, 29 April 2026 | 08:39 WIB
Ancaman Inflasi Global: Nasib Dolar AS di Pusaran Konflik Timur TengahIndeks dolar AS stabil di 98,6, namun pasar bersiap untuk pertemuan Federal Reserve. Apakah ini sinyal beli atau justru peringatan?
| Rabu, 29 April 2026 | 08:30 WIB
Melihat Kinerja dan Masa Depan WIFI Pasca Masuk Indeks LQ45Keberadaan WIFI di indeks membuka akses bagi dana asing dan meningkatkan eksposur investor institusi global. Masuk LQ45.
| Rabu, 29 April 2026 | 07:55 WIB
Tertekan Aksi Jual Asing, Tenaga IHSG Masih TerbatasAksi jual asing dan pelemahan rupiah menekan IHSG. Analis proyeksikan pergerakan terbatas hari ini, cari tahu potensi rebound dan resistance.
| Rabu, 29 April 2026 | 07:39 WIB
Harga Bahan Baku Turun, Laba Bersih Mayora (MYOR) MendakiProfitabilitas MYOR membaik signifikan, margin laba bersih mencapai 10,1%. Simak rekomendasi saham dari analis
| Rabu, 29 April 2026 | 07:34 WIB
Saham Transportasi Terbang Tinggi, Intip Risiko yang MembayangiSaham transportasi melesat tinggi, namun tak selalu didukung fundamental. Analis ingatkan risiko profit taking, jangan sampai terjebak koreksi.
| Rabu, 29 April 2026 | 07:14 WIB
Ada Insentif Fiskal, Reksadana Bisa MekarMenteri Keuangan membuka pintu bagi insentif fiskal jika Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR) berjalan sukses.
| Rabu, 29 April 2026 | 07:13 WIB
Estonia Melirik Peluang Kerjasama Sektor Maritim di IndonesiaPemerintah Estonia disebut siap menggelontorkan € 25 juta untuk proyek retrofit untuk menunjang efisiensi. Terpopuler |
|---|
