Kenaikan Harga Logam Industri Mulai Terbatas di Tahun Depan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas logam industri kompak bergerak menguat sepanjang tahun ini karena pasokan yang terbatas. Namun, para analis memproyeksikan pertumbuhan harga logam industri di tahun depan tidak akan lebih tinggi dari tahun ini.
Sepanjang tahun ini hingga Jumat (3/12), timah mencatatkan penguatan harga tertinggi di antara logam industri. Harga komoditas ini naik 93,53%.
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Rabu, 04 Februari 2026 | 19:28 WIB
Emiten Percepat Ekspansi Kapasitas, Industri Data Center Masuk Fase BertumbuhIndustri pusat data atawa data center Indonesia dikatakan tengah memasuki fase pertumbuhan akseleratif.
| Rabu, 04 Februari 2026 | 18:06 WIB
Menakar Saham-saham Otomotif Pilihan Ditengah Potensi Perbaikan PermintaanTotal penjualan mobil roda empat pada tahun lalu tercatat mencapai 803.687 unit, turun 7,2% YoY, sementara penjualan ritel melemah 6,3% YoY.
| Rabu, 04 Februari 2026 | 17:25 WIB
Harga Minyak Dunia Memanas, Ini Saham-saham yang Berpotensi Kena ImbasHarga minyak dunia kembali memanas pada perdagangan hari ini, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
| Rabu, 04 Februari 2026 | 14:59 WIB
A$1,6 Triliun Dana Pensiun Australia Siap Guyur RI, Ini Proyek Incaran!Misi bisnis Australia lebih konkret, dengan investor institusi A$ 1,6 triliun mencari peluang di Indonesia. Pahami mengapa mereka tertarik.
| Rabu, 04 Februari 2026 | 14:41 WIB
Hubungan Dagang Australia–Indonesia Menguat, Investasi Energi Hijau Jadi FokusHubungan ekonomi Indonesia-Australia makin solid. Austrade ungkap potensi investasi di energi hijau, SDM, dan hilirisasi. Cek sektor prioritasnya!
| Rabu, 04 Februari 2026 | 09:35 WIB
Penjualan BBM dan Lahan JIIPE Melesat, Potensi Dividen dari Saham AKRA MenggodaTotal penjualan lahan industri PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sepanjang tahun 2025 tembus 84 hektare (ha).
| Rabu, 04 Februari 2026 | 09:05 WIB
Batas Atas Investasi Asuransi & Dapen di Saham Naik, Penegak Hukum Harus Paham PasarInvestasi dapen dan asuransi bisa menjadi buffer namun mereka harus diberikan kepastian hukum agar tak jadi korban di kemudian hari.
| Rabu, 04 Februari 2026 | 08:14 WIB
Seminggu Terbang 23%, Saham Samator (AGII) Jadi Primadona di Tengah Pasar yang LabilPermintaan gas industri mayoritas datang dari pelanggan tetap dengan kontrak jangka menengah hingga panjang.
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:42 WIB
Fundamental Kuat, Prospek Phapros (PEHA) Masih SehatProspek PT Phapros Tbk (PEHA) pada 2026 dinilai semakin membaik seiring perbaikan fundamental kinerja dan fokus bisnis ke produk bermargin tinggi.
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:39 WIB
MSCI Effect Menghantam Saham Konglomerasi, Duo Indofood ICBP dan INDF Justru MenariJauh sebelum badai MSCI menghantam IHSG, saham INDF dan ICBP sejatinya sudah berada di fase bearish. Terpopuler |
|---|
