Kenaikan Harga Logam Industri Mulai Terbatas di Tahun Depan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas logam industri kompak bergerak menguat sepanjang tahun ini karena pasokan yang terbatas. Namun, para analis memproyeksikan pertumbuhan harga logam industri di tahun depan tidak akan lebih tinggi dari tahun ini.
Sepanjang tahun ini hingga Jumat (3/12), timah mencatatkan penguatan harga tertinggi di antara logam industri. Harga komoditas ini naik 93,53%.
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Jumat, 16 Januari 2026 | 11:00 WIB
Saham Prajogo Pangestu Mayoritas Melempem di Awal 2026, Investor Lebih SelektifSaham afiliasi Prajogo Pangestu melemah di awal Januari 2026, Analisis menyebut kondisi ini dalam fase konsolidasi.
| Jumat, 16 Januari 2026 | 09:13 WIB
United Tractors (UNTR) Hentikan Periode Buyback SahamPT United Tractors Tbk (UNTR) menuntaskan pelaksanaan pembelian kembali saham alias buyback sejak 14 Januari 2026.
| Jumat, 16 Januari 2026 | 08:56 WIB
Bintang Cahaya Investment Resmi Jadi Pengendali Agro Yasa Lestari (AYLS)Setelah merampungkan proses akuisisi saham, PT Bintang Cahaya Investment resmi jadi pengendali baru PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS).
| Jumat, 16 Januari 2026 | 08:51 WIB
Menguat 1,55% Dalam Sepekan, Laju IHSG Ditopang Harga KomoditasDalam sepekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mengakumulasi penguatan 1,55%. Faktor domestik dan global, jadi sentimen pendorong IHSG.
| Jumat, 16 Januari 2026 | 08:43 WIB
Rencana Pemangkasan Komisi Aplikasi Bisa Menekan Kinerja GOTOWacana penurunan komisi tersebut berpotensi menekan kinerja keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
| Jumat, 16 Januari 2026 | 08:35 WIB
Saham Emiten Rokok Bersiap Mengepul LagiSaham-saham emiten rokok diprediksi bangkit pada tahun ini. Kepastian margin usaha akibat kebijakan tarif cukai jadi katalis utama.
| Jumat, 16 Januari 2026 | 07:00 WIB
ARCI Gencar Eksplorasi di Tengah Penguatan Harga EmasARCI gelontorkan US$ 10 juta (Rp168,53 M) eksplorasi 397 titik di tahun 2025, Analis menyebut tren bullish dengan target harga Rp 1.950.
| Jumat, 16 Januari 2026 | 06:08 WIB
Saham Emiten-Emiten Terafiliasi Boy Thohir Menghijau di Awal Tahun 2026Emiten afiliasi Boy Thohir (ADRO, ADMR, MBMA, AADI) menguat didorong komoditas. Proyeksi laba MBMA 2025 US$ 28,7 juta, dan target harga Rp 850.
| Jumat, 16 Januari 2026 | 04:30 WIB
Miliaran Saham Dilepas Investor Institusi Asing di BBCA, Sementara BMRI DiakumulasiPemborong terbesar saham BBCA adalah Blackrock Inc yang membeli 12,10 juta saham dan tertcatat pada 14 Januari 2026.
| Jumat, 16 Januari 2026 | 03:30 WIB
Peluang Rebound Terbuka, Saham BUKA Harus Bertahan di Level SeginiKetahanan harga saham BUKA jangka pendek, jadi kunci utama untuk mengonfirmasi apakah penguatan ini bersifat sementara atau awal tren yang solid. Terpopuler |
|---|
