Kenaikan Harga Logam Industri Mulai Terbatas di Tahun Depan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas logam industri kompak bergerak menguat sepanjang tahun ini karena pasokan yang terbatas. Namun, para analis memproyeksikan pertumbuhan harga logam industri di tahun depan tidak akan lebih tinggi dari tahun ini.
Sepanjang tahun ini hingga Jumat (3/12), timah mencatatkan penguatan harga tertinggi di antara logam industri. Harga komoditas ini naik 93,53%.
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Jumat, 13 Maret 2026 | 15:04 WIB
Harga Batubara Berpeluang Naik, Target Harga AADI TerkerekAnalis mengungkapkan bahwa ada potensi peningkatan permintaan batubara termal dalam skenario gangguan pasokan minyak.
| Jumat, 13 Maret 2026 | 14:21 WIB
Suplai Pupuk Seret Akibat Konflik Geopolitik, Bakal Terjadi Krisis Pangan di RI?Dalam jangka pendek saja, banyak perusahaan petrokimia mengumumkan force majeur karena keterbatasan pasokan.
| Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16 WIB
Diselidiki Regulator Bursa AS, TLKM Restatement Laporan Keuangan 2023–2024Dalam dokumen yang disampaikan kepada SEC, TLKM menyatakan bahwa laporan keuangan periode tahun 2023 dan 2024 tidak lagi dapat dijadikan acuan.
| Jumat, 13 Maret 2026 | 10:34 WIB
Pengeluaran Pemerintah Melonjak: BI Terjepit, Pasar Obligasi BergejolakYield SBN 10 tahun kini 6,7%, naik dari 6,2% akhir tahun lalu. Apa pemicu lonjakan ini dan dampaknya pada investasi Anda?
| Jumat, 13 Maret 2026 | 10:18 WIB
Pebisnis AMDK Meneguk Cuan di Bulan RamadanSecara umum, permintaan AMDK pada periode Ramadan tahun ini diproyeksikan meningkat sekitar 15%-20%,
| Jumat, 13 Maret 2026 | 09:51 WIB
Jalan Berliku Menuju Target Produksi Gula 3 Juta TonDari sisi kapasitas pabrik gula, proyeksi ini masih sangat memungkinkan untuk mencapai target ini tapi ada faktor lain yang mempengaruhinya.
| Jumat, 13 Maret 2026 | 09:45 WIB
Panorama Sentrawisata (PANR) Siap Gaet Lebih Banyak TurisPada pilar inbound, PANR memperkuat posisi sebagai regional player dengan beroperasi di sejumlah negara, tak hanya di Indonesia,
| Jumat, 13 Maret 2026 | 08:55 WIB
JP Morgan dan Dimensional Fund Ambil Untung dari Saham BRMS, Prospek Masih MenarikSaham BRMS sudah tergolong premium, namun tetap di harga wajar jika memperhitungkan ekspektasi kenaikan produksi dari pabrik barunya di Palu.
| Jumat, 13 Maret 2026 | 07:09 WIB
Nasib Saham EMAS: Setelah Rugi Besar, Akankah Bangkit di 2026?Pendapatan EMAS anjlok 92% di 2025, rugi bersih melonjak 116%. Namun, Tambang Pani beroperasi 2026. Analis melihat potensi membaiknya kinerja
| Jumat, 13 Maret 2026 | 07:07 WIB
Permintaan Tumbuh, Prospek Emiten Susu Masih ManisPT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) dan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mengantongi kinerja positif sepanjang tahun 2025 Terpopuler |
|---|
