Kenaikan Harga Logam Industri Mulai Terbatas di Tahun Depan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas logam industri kompak bergerak menguat sepanjang tahun ini karena pasokan yang terbatas. Namun, para analis memproyeksikan pertumbuhan harga logam industri di tahun depan tidak akan lebih tinggi dari tahun ini.
Sepanjang tahun ini hingga Jumat (3/12), timah mencatatkan penguatan harga tertinggi di antara logam industri. Harga komoditas ini naik 93,53%.
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Kamis, 25 Juni 2026 | 11:16 WIB
MDKA Siap Membagikan Dividen Rp 300 MiliarDividen tunai tersebut akan dibagikan dari sebagian saldo laba MDKA dari tahun buku 2025 yang belum ditentukan penggunaannya.
| Kamis, 25 Juni 2026 | 11:03 WIB
Terbitkan Obligasi Jumbo Rp 2,25 Triliun, TPIA Tingkatkan Modal KerjaDana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja TPIA. Terutama, mendukung pengadaan bahan baku produksi.
| Kamis, 25 Juni 2026 | 09:20 WIB
Enam Emiten Antre IPO, Sinyal Kebangkitan Pasar Saham atau Sekadar Cari Pendanaan?Saat sentimen positif mendominasi pasar, minat investor terhadap aset berisiko meningkat sehingga penyerapan saham baru menjadi lebih baik.
| Kamis, 25 Juni 2026 | 09:10 WIB
Enam Perusahaan Calon IPO, Ada Afiliasi Djarum dan Emtek, Perhatikan FundamentalEnam perusahaan siap IPO. Namun analis sepakat dua emiten ini paling prospektif. Cek fundamental dan potensi untungnya.
| Kamis, 25 Juni 2026 | 08:58 WIB
Masih Ada Peringatan dari MSCI, IHSG Masih Terancam LesuIndonesia dipertahankan emerging market, tapi IHSG malah terjun bebas di bawah 6.000. Ada kekhawatiran besar di balik keputusan MSCI.
| Kamis, 25 Juni 2026 | 08:44 WIB
Transaksi Afiliasi Rp 18,27 Triliun, Rajawali Kapital Emas Jadi Pengendali ARCIRajawali Corpora lepas seluruh saham ARCI ke afiliasi senilai Rp 18,27 T. Perubahan ini bisa pengaruhi valuasi saham ARCI.
| Kamis, 25 Juni 2026 | 08:06 WIB
Indeks Sudah Jebol ke 5.800, Net Sell Rp 6 Triliun, Simak Rekomendasi Saham Hari IniJika hingga November 2026 tidak ada perubahan signifikan, ada peluang penurunan status menjadi frontier market.
| Kamis, 25 Juni 2026 | 07:55 WIB
ARPU TLKM, EXCL, dan ISAT Naik, tapi Ruang Kenaikan Tarif Mulai MenyempitProspek sektor telekomunikasi dalam jangka menengah masih dinilai positif, amun narasi pertumbuhannya mulai mengalami pergeseran.
| Kamis, 25 Juni 2026 | 07:34 WIB
Saham DSSA Mulai Bangkit Usai Keluar dari MSCI dan FTSE, Masih Layak Dibeli?DSSA memiliki eksposur yang kuat di sektor energi, pembangkit listrik, serta mulai memperluas bisnis ke sektor transisi energi dan EBT.
| Kamis, 25 Juni 2026 | 06:46 WIB
Menakar Prospek Saham BREN Usai Diborong Prajogo Pangestu, Masih Layak Dibeli?BREN merupakan pemain panas bumi terbesar di Indonesia dan berada di peringkat keempat secara global. Terpopuler |
|---|
