Kenaikan Harga Logam Industri Mulai Terbatas di Tahun Depan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas logam industri kompak bergerak menguat sepanjang tahun ini karena pasokan yang terbatas. Namun, para analis memproyeksikan pertumbuhan harga logam industri di tahun depan tidak akan lebih tinggi dari tahun ini.
Sepanjang tahun ini hingga Jumat (3/12), timah mencatatkan penguatan harga tertinggi di antara logam industri. Harga komoditas ini naik 93,53%.
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Senin, 16 Maret 2026 | 02:30 WIB
Kredit Ditarget Tinggi, Saat UMKM Masih TercekikTekanan segmen UMKM masih berat hingga awal 2026 ini. Ini tercermin dari penurunan portofolio, disertai dengan kualitas aset yang memburuk.
| Senin, 16 Maret 2026 | 02:15 WIB
Pebisnis CPO Pantau Revisi Aturan DHEGapki pada prinsipnya tidak mempermasalahkan revisi aturan DHE secara keseluruhan dan hanya ikeberatan soal besaran penahanan DHE.
| Senin, 16 Maret 2026 | 02:00 WIB
Pasokan Bahan Baku Industri Mulai TersendatEskalasi konflik di Timur Tengah menghambat rantai pasok dan logistik. Akibatnya, industri manufaktur mulai kesulitan memperoleh bahan baku
| Senin, 16 Maret 2026 | 01:24 WIB
Menkeu Akui Kebijakan Bea Keluar Batubara Alot, Ini Komentar Pengusaha BatubaraSebelum menerapkan bea keluar, pemerintah diminta perlu melihat sejumlah beban dan kondisi industri batubara.
| Minggu, 15 Maret 2026 | 18:58 WIB
Net Sell Rp 1,57 T Saat IHSG Tumbang 5,91% Sepekan, Ini Prediksi Jelang Libur PanjangIHSG anjlok 5,91% pekan lalu, terdalam di Asia Tenggara. Sentimen geopolitik dan libur panjang picu koreksi, waspadai level support 7.000.
| Minggu, 15 Maret 2026 | 10:51 WIB
Jelang Lebaran 2026, Tiga Operator Jalan Tol Proyeksi Lonjakan Arus KendaraanPer Sabtu (14/3), Jasa Marga mencatat sekitar 285.000 unit kendaraan telah meninggalkan teritori Jakarta.
| Minggu, 15 Maret 2026 | 10:33 WIB
Genjot Likuiditas Saham, Alamtri Resources (ADRO) Menggelar BuybackJumlah saham yang dibeli kembali PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) tak akan melebihi 10% dari jumlah modal ditempatkan dalam perusahaan.
| Minggu, 15 Maret 2026 | 10:24 WIB
Tertekan Daya Beli, Laba HM Sampoerna (HSMP) Terkoreksi Pada 2025Laba bersih PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) hanya Rp 6,6 triliun pada 2025. Angka ini turun 0,54% secara tahunan.
| Minggu, 15 Maret 2026 | 10:18 WIB
Emiten Berburu Modal Baru Melalui Rights IssuePeluang keberhasilan rights issue di tengah pasar fluktuatif dinilai sangat bergantung pada kepastian pembeli siaga
| Minggu, 15 Maret 2026 | 10:13 WIB
Ekspansi ASEAN dan Efisiensi Biaya Bikin Prospek Saham KLBF Tetap MenarikEkspansi ASEAN mempercepat pertumbuhan pendapatan regional, memperbesar pangsa pasar, serta mendiversifikasi risiko. Terpopuler |
|---|
