KONTAN.CO.ID - Seorang kawan guru sekolah negeri di Jawa Barat pernah mengeluhkan banyaknya aplikasi yang harus ia isi setiap hari untuk urusan administrasi. Ada pengisian aktivitas harian via aplikasi TRK (Tunjangan Remunerasi Kinerja), ada presensi kehadiran lewat aplikasi KMOB, kemudian masih harus update di aplikasi SIAP Jabar. Belum lagi setiap bulan mengisi laporan di aplikasi IKI (Indikator Kinerja Individu), lalu masih ada aplikasi Sista Praja.
Alhasil, banyak guru yang merasa waktu mengajar yang menjadi tugas utama mereka terganggu karena sisi lain harus mengupload kewajiban-kewajiban administrasi di aplikasi yang sebetulnya hampir mirip-mirip itu. Ini hanya sekadar contoh, betapa banyak aplikasi pemerintah yang berlaku saat ini terkadang malah merepotkan. Di instansi lain pun barangkali hal serupa juga terjadi.
