Kesempatan Sempit

Rabu, 06 Juli 2022 | 08:00 WIB
Kesempatan Sempit
[]
Reporter: Harian Kontan | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai investasi serta merger dan akuisisi (M&A) di Indonesia dan global pada semester I 2022 turun. Kenaikan inflasi dan suku bunga, harga saham lebih rendah serta krisis energi yang diperdalam oleh konflik Rusia-Ukraina, merupakan penyebab.

Namun kampiun pasar tahu jika beberapa pengalaman krisis justru mendatangkan peluang. 

Menurut data Bloomberg, nilai investasi dan M&A semester I 2022 di Indonesia turun 54,3% year on year (yoy) menjadi US$ 8,2 miliar. Nilai itu mencakup semua status transaksi yakni sudah terealisasi, ditunda, ditawarkan dan dihentikan.

Dari lima sektor industri, hanya energi dan teknologi yang tumbuh. Nilai investasi dan M&A sektor energi melesat 156,4% yoy menjadi US$ 1,28 miliar. Transaksi sektor teknologi naik 16,8% yoy menjadi  US$ 1,38 miliar.

Tiga sektor lain yakni komunikasi, barang konsumsi non siklikal dan finansial susut. Nilai transaksi sektor komunikasi berkurang 82,9% yoy meskipun masih mencatatkan nilai tertinggi US$ 1,68 miliar.

Sementara menurut PwC dalam Global M&A Industry Trends: 2022 Mid-Year Update, nilai transaksi M&A global turun 35,10% yoy menjadi US$ 1.670 miliar. Volume transaksi berkurang 32,88% yoy menjadi 20.770 kesepakatan.

Aktivitas M&A paruh pertama 2022 kembali ke posisi 2019 tapi melambat dari level rekor 2021. Tahun lalu, untuk pertama kali transaksi M&A global menyentuh US$ 5 triliun dengan 60.000 kesepakatan yang dipublikasikan. 

Secara historis, M&A cenderung meningkat selama periode pertumbuhan ekonomi dan pasar yang menguntungkan. Sebaliknya, M&A akan turun selama masa ketidakpastian dan volatilitas pasar.

Masa-masa penurunan M&A misalnya ketika pandemi Covid-19 mulai merebak pada awal 2020, krisis keuangan global 2008 dan era kehancuran dot.com tahun 2000. 

Tahun ini, para pebisnis masih mungkin menghadapi biaya modal yang lebih tinggi, peningkatan inflasi, kekhawatiran atas pasokan energi, kekurangan tenaga kerja dan gangguan rantai pasokan. Hanya saja di sisi lain valuasi yang lebih rendah bisa memberikan peluang untuk menghasilkan return. 

Adagium 'selalu ada kesempatan di dalam kesempitan', menggambarkan situasi pasar yang menantang saat ini. Namun potensi harus selalu dibarengi dengan kalkulasi supaya tidak terperosok. Apakah Anda termasuk pebisnis yang cukup berani mengambil peluang tersebut? 

Bagikan

Berita Terbaru

Harga Jam Tangan Mewah Cetak Rekor, Jam Model Dress Watch Paling Diburu Kolektor
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 07:30 WIB

Harga Jam Tangan Mewah Cetak Rekor, Jam Model Dress Watch Paling Diburu Kolektor

Harga jam tangan mewah di pasar sekunder mencetak rekor tertinggi dalam dua tahun, didorong aksi gen Z memburu dress watch

Beban Fiskal
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:30 WIB

Beban Fiskal

Anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) adalah jangkar perekonomian. Kesehatan keuangan negara cerminnya adalah kesehatan fiskal.

Bos Ponsel yang Terus Berdering
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:15 WIB

Bos Ponsel yang Terus Berdering

Menyusuri perjalanan karier Hasan Aula hingga menjabat Wakil Direktur Utama PT Erajaya Swasembada Tbk.

Konsumsi Listrik per Kapita Indonesia Melonjak
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 05:50 WIB

Konsumsi Listrik per Kapita Indonesia Melonjak

Konsumsi listrik per kapita Indonesia naik dari 1.411 kilowatt hour (kWh) pada 2024 menjadi 1.584 kWh pada 2025.

Optimalisasi Manajemen Risiko Suku Bunga
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 05:37 WIB

Optimalisasi Manajemen Risiko Suku Bunga

Pengelolaan investasi berbasis kewajiban kini menjadi keharusan bagi industri pensiun dan asuransi yang menghadapi kewajiban jangka panjang.

Mal Bersolek Menyiasati Perubahan Perilaku Pasar
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 05:30 WIB

Mal Bersolek Menyiasati Perubahan Perilaku Pasar

Pengelola pusat belanja alias mal tengah melakukan renovasi dan rebranding untuk mendongkrak okupansi.

Sarimelati Kencana (PZZA) Berharap Kinerja Positif Berlanjut
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 05:20 WIB

Sarimelati Kencana (PZZA) Berharap Kinerja Positif Berlanjut

Manajemen PZZA mencermati bahwa pemulihan daya beli masyarakat belum sepenuhnya membaik dan masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha.

Asuransi Beralih Haluan, Endowment Kian Dilirik
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 04:40 WIB

Asuransi Beralih Haluan, Endowment Kian Dilirik

Produk endowment yang menggabungkan proteksi dan manfaat pasti di akhir masa pertanggungan.                

Kejar Proyek, Konstruksi Ikut Terkerek
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 04:30 WIB

Kejar Proyek, Konstruksi Ikut Terkerek

Kebangkitan kredit konstruksi hanya faktor musiman.                                                         

Multifinance Pilih Diversifikasi Pembiayaan
| Sabtu, 10 Januari 2026 | 04:30 WIB

Multifinance Pilih Diversifikasi Pembiayaan

Hingga November 2025, pembiayaan mobil baru Adira tercatat Rp 6,7 triliun atau sekitar 18% dari total portofolio. 

INDEKS BERITA

Terpopuler