Kesepakatan Pemangkasan Produksi Minyak Bakal Berlanjut

Minggu, 30 Juni 2019 | 07:33 WIB
Kesepakatan Pemangkasan Produksi Minyak Bakal Berlanjut
[]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - VIENNA. Negara-negara eksportir kemungkinan besar akan melanjutkan pemangkasan produksi minyak mereka. Perpanjangan kesepakatan pemotongan produksi itu akan ditempuh oleh organization of the petroleum exporting countries (OPEC) dan sekutunya yang dipimpin oleh Rusia.

Pernyataan ini disampaikan Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih pada Minggu (30/6) waktu setempat. Arab Saudi, negara penghasil minyak terbesar di dunia mendukung langkah tersebut. "Saya pikir kemungkinan besar perpanjangan sembilan bulan," kata Falih.

Namun, ia menyebut pemangkasan produksi dalam jumlah yang lebih besar belum diperlukan. Permintaan minyak saat ini memang masih melandai tapi Falih yakin hal itu masih dalam batas yang wajar. Pasar minyak dunia diperkirakan akan seimbang dalam enam hingga sembilan bulan ke depan.

Rusia telah bersepakat dengan Arab Saudi untuk memperpanjang kesepakatan dengan OPEC. Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menyebut, pemangkasan produksi diperlukan lantaran harga minyak masih berada dalam tekanan. Akibat meningkatnya pasokan minyak AS dan melambatnya ekonomi global.

Para menteri perminyakan dari negara-negara OPEC akan menggelar pertemuan di Wina, Austria, pada Senin (1/7) waktu setempat. Hari berikutnya pertemuan OPEC dengan negara-negara produsen minyak non-OPEC akan digelar.

Bagikan

Berita Terbaru

Alarm Coretax
| Jumat, 27 Maret 2026 | 06:11 WIB

Alarm Coretax

Menkeu Purbaya menyinggung adanya kemungkinan celah dalam sistem yang dapat dimanfaatkan pihak-pihak tertentu.

Harga Minyak Global Menguat, Prospek ENRG Kian Cerah
| Jumat, 27 Maret 2026 | 06:00 WIB

Harga Minyak Global Menguat, Prospek ENRG Kian Cerah

ENRG menemukan cadangan minyak 15,6 juta barel di Riau, menambah portofolio hulu migas. Proyeksi kinerja 2026 positif, cek target harga sahamnya.

Fenomena Pasar: Emas Terkoreksi, Minyak Melonjak, Apa Pemicunya?
| Jumat, 27 Maret 2026 | 06:00 WIB

Fenomena Pasar: Emas Terkoreksi, Minyak Melonjak, Apa Pemicunya?

Harga minyak melonjak, emas justru anjlok di tengah ketidakpastian global. Simak bagaimana pergeseran fokus pasar ini bisa terjadi

Injeksi Likuiditas Belum Tentu Redam Imbal Hasil
| Jumat, 27 Maret 2026 | 06:00 WIB

Injeksi Likuiditas Belum Tentu Redam Imbal Hasil

Menteri Keuangan berharap injeksi likuiditas ke Himbara digunakan bank untuk membeli SBN            

Jangan Sampai Nestapa Karena Mengekor Portofolio Investor Ternama
| Jumat, 27 Maret 2026 | 06:00 WIB

Jangan Sampai Nestapa Karena Mengekor Portofolio Investor Ternama

Dari daftar kepemilikan 1% BEI terlihat nama-nama menarik diperhatikan. Mau ikuti portofolio mereka?

Pemulihan Bencana Sumatra Butuh Rp 130 Triliun
| Jumat, 27 Maret 2026 | 05:35 WIB

Pemulihan Bencana Sumatra Butuh Rp 130 Triliun

Pemerintah mencatat sudah  ada sebanyak 73% kabupaten/kota terdampak bencana Sumatra kembali normal. 

Pelemahan Rupiah: Prediksi Fluktuasi Ketat Jelang Akhir Pekan
| Jumat, 27 Maret 2026 | 05:30 WIB

Pelemahan Rupiah: Prediksi Fluktuasi Ketat Jelang Akhir Pekan

Rupiah menguat tipis 0,04% hari ini, namun sentimen risk-off global masih menghantui.Bagaimana proyeksinya ke depan?

Menanti Stimulus untuk Redam Guncangan Ekonomi
| Jumat, 27 Maret 2026 | 05:25 WIB

Menanti Stimulus untuk Redam Guncangan Ekonomi

Pemerintah telah menggelar rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga (K/L) yang salah satunya membahas stimulus ekonomi

Industri Berharap Bisnis Ban Terus Menggelinding
| Jumat, 27 Maret 2026 | 05:20 WIB

Industri Berharap Bisnis Ban Terus Menggelinding

Meskipun 45% bahan baku berasal dari dalam negeri, tapi komponen utama seperti karet alam dan karet sintetis harganya masih berbasis dolar AS.

Lonjakan Harga Minyak Bisa Kerek Operasional MBG
| Jumat, 27 Maret 2026 | 05:15 WIB

Lonjakan Harga Minyak Bisa Kerek Operasional MBG

Anggaran MBG bakal dipangkas lewat pengurangan frekuensi pengiriman makanan dari enam hari menjadia lima hari per pekan.

INDEKS BERITA