Ketidakpastian Berlanjut, Minat Lelang Sukuk Negara Menurun

Rabu, 09 Februari 2022 | 04:45 WIB
Ketidakpastian Berlanjut, Minat Lelang Sukuk Negara Menurun
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minat investor memburu sukuk negara melalui lelang terus turun. Pada lelang surat berharga syariah negara (SBSN) kemarin (8/2), jumlah penawaran masuk hanya Rp 29,39 triliun. 

Padahal, di lelang SBSN perdana tahun ini 11 Januari lalu, penawaran masuk mencapai Rp 55,35 triliun. Dua pekan berikutnya, jumlah penawaran masuk turun menjadi Rp 38,29 triliun. 

Senior Economist Samuel Sekuritas Fikri C. Permana mengungkapkan, tren penurunan penawaran masih berlanjut karena ketidakpastian di pasar. Tapi dia yakin kondisi ini tidak seburuk kala awal pandemi yang membuat pemerintah sulit mencapai target indikatif, sehingga harus menggelar private placement. 

Baca Juga: Tren Penurunan Minat di Pasar Primer Obligasi Masih Akan Berlanjut

Menurut Fikri, pemerintah masih punya opsi menerbitkan global bond daripada private placement. Dia menjelaskan, saat ini investor cenderung berhati-hati lantaran pekan lalu bank sentral Inggris menaikkan bunga. 

Ini menambah ekspektasi bahwa The Fed dan Bank Indonesia juga akan menaikkan bunga. Dus, investor menahan diri masuk ke pasar primer. Fikri memperkirakan, hasil lelang SBSN maupun SBN berpotensi masih turun sampai bunga dinaikkan berbagai bank sentral. 

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto berpendapat, ketidakpastian global seperti kenaikan suku bunga dan kasus baru Covid-19 dalam negeri yang meningkat menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku pasar.

Karena itu, dalam jangka pendek, para analis menyebut, seri tenor pendek masih akan jadi pilihan investor. Pada lelang kemarin, seri SPNS 09082022 yang jatuh tempo 9 Agustus 2022 paling banyak diburu. Jumlah penawaran yang masuk untuk seri SBNS ini mencapai Rp 14,48 triliun.

Ramdhan mengungkapkan, seri SPNS punya volatilitas dan risiko lebih rendah. "Jadi kelompok perbankan masih memburu seri ini untuk menyalurkan likuiditas, sembari menghindari risiko dan ketidakpastian," papar dia.

Baca Juga: Ketidakpastian Meningkat, Jumlah Penawaran Masuk Pada Lelang SBSN Turun

Bagikan

Berita Terbaru

Moody's Waspadai Fiskal Indonesia, Ekonom Sebut Defisit APBN 2026 Berisiko Tembus 3%
| Jumat, 24 Juli 2026 | 10:00 WIB

Moody's Waspadai Fiskal Indonesia, Ekonom Sebut Defisit APBN 2026 Berisiko Tembus 3%

Solusi jangka pendek berupa pemangkasan belanja tidak akan cukup tanpa perbaikan struktural di sisi penerimaan. 

Merger dan Penutupan Ratusan BUMN Dinilai bisa Dongkrak Laba, Asal Integrasi Berhasil
| Jumat, 24 Juli 2026 | 09:39 WIB

Merger dan Penutupan Ratusan BUMN Dinilai bisa Dongkrak Laba, Asal Integrasi Berhasil

Restrukturisasi besar-besaran jadi salah satu strategi agar BUMN bisa mencetak laba sedikitnya Rp 360 triliun pada 2026.

Tren Positif Saham Usai Menggelar Stock Split, Katalis Positif atau Cuma Ikut Tren?
| Jumat, 24 Juli 2026 | 07:57 WIB

Tren Positif Saham Usai Menggelar Stock Split, Katalis Positif atau Cuma Ikut Tren?

Stock split membuat pergerakan harga saham menjadi lebih menarik karena fraksi harga yang lebih kecil.

Industri Tembakau Siap Mengadu ke Presiden
| Jumat, 24 Juli 2026 | 07:44 WIB

Industri Tembakau Siap Mengadu ke Presiden

Terdapat tiga poin utama dalam rancangan Permenkes sebagai aturan turunan PP Nomor 28 Tahun 2024 yang menjadi perhatian pelaku usaha.

Saham Konglomerasi Jadi Buruan Lagi
| Jumat, 24 Juli 2026 | 07:38 WIB

Saham Konglomerasi Jadi Buruan Lagi

Meredanya sentimen negatif kembali mendorong kenaikan harga saham-saham konglomerasi yang sudah banyak terdiskon

Industri Baja Mendukung Penertiban Pajak
| Jumat, 24 Juli 2026 | 07:36 WIB

Industri Baja Mendukung Penertiban Pajak

Seluruh pelaku usaha yang beroperasi di Indonesia semestinya menjalankan kegiatan usaha sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Harga Energi Naik, Saham Migas Ngegas
| Jumat, 24 Juli 2026 | 07:33 WIB

Harga Energi Naik, Saham Migas Ngegas

Analis mengingatkan, volatilitas harga saham migas masih cukup tinggi lantaran ketidakpastian masih tinggi

Investor Masih Waspada Konflik AS-Iran, IHSG Rawan Terkoreksi
| Jumat, 24 Juli 2026 | 07:31 WIB

Investor Masih Waspada Konflik AS-Iran, IHSG Rawan Terkoreksi

Pelemahan IHSG tidak lepas dari kenaikan harga minyak mentah yang mencapai level tertinggi dalam enam pekan terakhir.

Investor Asing Gencar Akumulasi Saham TINS, Prospek Harga Timah Masih Jadi Penopang
| Jumat, 24 Juli 2026 | 07:29 WIB

Investor Asing Gencar Akumulasi Saham TINS, Prospek Harga Timah Masih Jadi Penopang

Pertumbuhan produksi tambang dunia belum mampu mengimbangi kenaikan permintaan industri elektrifikasi, energi terbarukan, AI, hingga pusat data.

Aspirasi Hidup Indonesia (ACES) Melanjutkan Ekspansi Gerai
| Jumat, 24 Juli 2026 | 07:29 WIB

Aspirasi Hidup Indonesia (ACES) Melanjutkan Ekspansi Gerai

ACES tetap menjalankan rencana ekspansi dengan membuka sekitar 25-30 gerai AZKO, terutama di kota tier 2 dan tier 3

INDEKS BERITA

Terpopuler