Hanya Rp 10.000 selama 30 hari untuk berita pilihan, independen, dan inspiratif Berlangganan Sekarang
Berita Strategi

Kiat Indomaret Menggaet Pembeli di Tengah Pandemi

Minggu, 16 Agustus 2020 | 14:00 WIB
Kiat Indomaret Menggaet Pembeli di Tengah Pandemi

ILUSTRASI. Kiat Indomaret Menggaet Pembeli di Tengah Pandemi. FOTO: Karyawan melayani pelanggan yang berbelanja di gerai Indomaret Drive Thru, Tomang, Jakarta, Rabu (05/08).

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Tak pernah terlintas dibenaknya kalau video yang dibuat saat menjajal berbelanja di gerai Indomaret Drive Thru akan menjadi viral. Bagi Yessica Chandra ini hanya sekedar iseng kebetulan layanan itu masih baru untuknya. "Pas mau beli vitamin terus cari Indomaret terdekat. Eh kok ada drive thru, ya udah saya videoin bikin Tiktok," ungkapnya. 

Hanya berselang 20 menit video yang diunggahnya itu langsung ditonton puluhan orang. Bahkan terakhir dilihatnya jumlah penontonnya sudah mencapai 1,5 juta. Kata dia sejak viral, juga banyak temannya yang mengontak menanyakan.

Belakangan mahasiswi jurusan Hukum Universitas Surabaya ini baru sadar kalau konsep drive thru yang mendadak viral itu sebenarnya bukan hal baru. Indomaret Drive Thru di Jl A. Yani Surabaya sudah dibuka sejak awal Maret lalu sebelum pandemi. Tampaknya konsep drive thru yang meminimalisir kontak cukup mengena di tengah pandemi.

Pengalaman Yessica sendiri, berbelanja melalui layanan drive thru jauh lebih cepat dan praktis. Katanya kalau sejak awal sudah tau apa yang mau dibeli layanan ini sangat memudahkan. "Waktu itu saya beli vitamin sama air mineral, langsung cepat tidak pakai antri," bebernya.

Tidak bisa dipungkiri pandemi Covid-19 memang membawa banyak tren baru di masyarakat. Layanan pesan antar dan drive thru kini menjadi cara konsumen untuk berbelanja atau menikmati produk. Orang menjadi lebih berhati-hati dan meminimalisir interaksi dengan orang lain.

Peluang inilah yang kini sedang berusaha ditangkap oleh PT Indomarco Prismatama. Pengelola jaringan toko ritel Indomaret ini baru saja menambah dua gerai Indomaret Drive Thru di waktu yang hampir bersamaan, yaitu di Gresik dan di kawasan Tomang, Jakarta Barat. 

Wiwik Yusuf, Direktur Marketing PT Indomarco Prismatama bilang konsep drive thru ini sudah dimulainya sejak September tahun lalu. Hanya saja kala itu promosi yang dilakukannya masih belum segencar sekarang.

“Kalau sekarang kami justru di-endorse sama kecamatan, kepolisian dan Kemendag kalau konsep ini praktis dan sesuai protokol pencegahan Covid-19,” terangnya. 

Inilah salah satu pertimbangan kenapa manajamen berani menambah dua gerai sekaligus. Padahal sejak September penambahannya tidak signifikan. Indomaret hanya memiliki 3 gerai drive thru. Di antaranya di Jl Panjang, Jakarta Barat, di rest area tol Batang dan di Jl A. Yani Surabaya. 

Awalnya konsep ini dikembangkan  dengan pertimbangan lokasi tempat parkir  yang terbatas. Umumnya ketika berbelanja di minimarket, orang akan memarkir kendaraannya, lalu turun dan berbelanja. Hanya saja, kalau orang melihat parkiran penuh, biasanya urung berhenti dan berbelanja. Sistem drive thru dianggap menjadi solusi atas hal tersebut.   

Menurut Wiwik, layanan ini  merupakan inovasi Indomaret untuk memberi kemudahan bagi pelanggan dengan keterbatasan waktu dan ingin sesuatu yang lebih praktis. Pelanggan tidak perlu turun dari kendaraan serta membayar uang parkir. Kemudian, waktu layanannya lebih cepat, rata-rata hanya sekitar 3-4 menit. 

Ditambah lagi Indomaret sendiri sedang fokus mengembangkan convinience store dengan menjual berbagai macam makanan dan minuman siap saji. “Setahu saya ini konsep drive thru pertama yang dikembangkan convinience store,” terang Wiwik. 

Pola kerjanya tidak jauh berbeda dengan layanan drive thru di  restoran cepat saji. Nantinya ada dua counter pelayanan. Pertama untuk memesan barang dan melakukan pembayaran kemudian counter kedua untuk mengambil pesanan pembeli. 

Meski secara jumlah produk yang ditawarkan jauh lebih banyak dari layanan drive thru restoran cepat saji, tetapi Wiwik bilang tidak ada yang berbeda dengan layanan  Indomaret Drive Thru.

Pihaknya tidak melakukan pembatasan jumlah produk yang bisa dibeli dengan layanan ini. "Kenyataannya yang kami lihat selama beberapa bulan ini polanya justru konsumen sendiri yang melakukan pembatasan sendiri," imbuhnya.

Ketika masuk ke layanan Indomaret Drive Thru sejak awal mereka sudah menentukan terlebih dulu apa yang hendak dibeli. Umumnya pengguna akan membeli produk siap saji dan 1-3 produk grocery. Kalau lebih dari itu atau mau memilih sendiri, biasanya akan turun dan berbelanja langsung .

Menurut Wiwik, layanan ini memang dirilis untuk membidik kalangan aktif yang memiliki waktu terbatas. Umumnya para karyawan, eksekutif muda atau generasi milenial dengan usia mulai dari 25 tahun – 40 tahun. 

Jika dibandingkan dengan gerai Indomaret biasanya, konsep gerai drive thru ini sangat berbeda. Yang paling mencolok adalah dari sisi lokasi. Mungkin luasan bangunan bisa sama, tetapi karakter lokasi yang dibutuhkan harus memiliki akses luas agar bisa diputari oleh kendaraan.

Selanjutnya
Halaman   1 2
Reporter: RR Putri Werdiningsih
Editor: Dikky Setiawan

Baca juga