KIJA Catat Rekor Penjualan Tertinggi: Investor Asing Dominasi!

Jumat, 13 Februari 2026 | 18:35 WIB
KIJA Catat Rekor Penjualan Tertinggi: Investor Asing Dominasi!
[ILUSTRASI. Jababeka Residence (Dok/KIJA)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Capaian kinerja yang dicetak oleh PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) sepanjang 2025 membuat pelaku pasar optimistis tahun ini perseroan akan berlari lebih kencang dibandingkan tahun lalu.

Sebagaimana yang telah disampaikan, KIJA berhasil melampaui target marketing sales yang dipatok di angka Rp 3,5 triliun menjadi Rp 3,6 triliun sepanjang 2025. Dalam keterangan tertulisnya, manajemen mengatakan bahwa ini prestasi ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Capaian gemilang itu pula mencerminkan pertumbuhan marketing sales sebesar 13% year on year (YoY) dibandingkan tahun 2024 lalu yang sebesar Rp 3,19 triliun.

Jika diblejeti satu per satu, marketing sales dari Cikarang mencapai Rp 1,1 triliun, naik sebesar 5% secara tahunan yang berasal dari penjualan lahan seluas 21,2 hektare (ha) di seluruh segmen. Penjualan ini utamanya juga datang dari tanah matang kawasan industri senilai Rp 567,4 miliar seluas 18 ha.

Sementara pendapatan untuk produk tanah dan bangunan sebesar Rp 365,4 miliar, berasal dari bangunan pabrik (Standard Factory Building) dan produk residensial komersial masing-masing berkontribusi sebesar Rp 292,7 miliar dan Rp 72,7 miliar. Dari penjualan tanah matang dan bangunan pabrik (standard factory building) totalnya mencapai Rp 860 miliar, yang terdiri 48% investor domestik sedangkan 52% berasal dari investor asing, terutama dari Korea dan China.  Penjualan tunggal terbesar adalah penjualan lahan seluas 6 ha kepada Perusahaan Korea di sektor Personal Care dan 4 ha kepada sebuah perusahaan Indonesia di sektor data center.

Baca Juga: Siasat Jababeka (KIJA) Memacu Kawasan Industri Terintegrasi

Kendal juga menyumbang marketing sales sebesar Rp 2,51 triliun dari 142 ha lahan di tahun 2025, meningkat sekitar 17% dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 2,14 triliun. Di Kendal, investor asing mendominasi dengan kontribusi sekitar 89% dari total nilai penjualan pemasaran tahun 2025,  terutama investor asal China, Hong Kong, dan Taiwan, sementara investor domestik menyumbang 11% sisanya.

Transaksi terbesar di kawasan Kendal sepanjang tahun 2025 mencakup penjualan lahan kepada perusahaan asal China untuk sektor industri ban seluas 8 ha, bahan bangunan seluas 7 ha, serta furnitur seluas 13 ha. Selain dari China, Perseroan juga mencatatkan penjualan lahan seluas 12 ha kepada perusahaan furnitur asal Indonesia, serta satu transaksi penjualan lahan seluas 13 ha kepada perusahaan kemasan asal Hong Kong.

Melihat hal ini, Head of Research Korea Investment Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi optimistis bahwa prospek KIJA bisa lebih tinggi bila dibandingkan dengan 2025. Dia menyorot kawasan Kendal Industrial Park masih menjadi lokasi favorit bagi foreign direct investment (FDI), terutama untuk sektor kendaraan listrik dan teknologi tinggi yang membutuhkan insentif pajak kawasan ekonomi khusus.

"Katalis positif yang masih menaungi KIJA adalah inflow investasi asing dan keterbatasan lahan industri di Bekasi yang menguntungkan Kendal sebagai alternatif," ucapnya kepada KONTAN, Kamis (12/2).

Di sisi lain, tantangan yang bisa saja dihadapi oleh KIJA adalah fluktuasi kurs rupiah karena utang valas KIJA serta adanya risiko perlambatan ekonomi global.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi juga memberikan penilaian senada, yaitu prospek KIJA yang positif tahun ini atau bahkan bisa lebih baik dibandingkan tahun 2025. Optimisme ini sebenarnya sudah bisa dilihat dari target yang telah dipasang oleh manajemen KIJA. Perseroan telah menetapkan target marketing sales tahun 2026 sebesar Rp 3,75 triliun.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Darma Henwa (DEWA) Pertimbangkan Opsi IPO Anak Usaha, Gayo Mineral Resources
| Minggu, 19 April 2026 | 10:44 WIB

Darma Henwa (DEWA) Pertimbangkan Opsi IPO Anak Usaha, Gayo Mineral Resources

Ada kebutuhan investasi besar dan mempertimbangkan pendanaan eksternal, DEWA mengkaji sejumlah opsi sumber pendanaan, tidak terbatas pada IPO.

IHSG Sepekan Melaju, Ini Pemicu Kenaikannya
| Minggu, 19 April 2026 | 09:24 WIB

IHSG Sepekan Melaju, Ini Pemicu Kenaikannya

IHSG pekan lalu melesat 2,35%. Prediksi terbaru ungkap level krusial yang harus diperhatikan investor sebelum ambil keputusan.

Profil Emiten: WBSA Raih Rp 302 Miliar dari IPO, Akuisisi Jadi Kunci Pertumbuhan
| Minggu, 19 April 2026 | 09:12 WIB

Profil Emiten: WBSA Raih Rp 302 Miliar dari IPO, Akuisisi Jadi Kunci Pertumbuhan

PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) sukses meraup Rp 302,4 miliar dari IPO. Mayoritas dana untuk akuisisi perusahaan afiliasi. 

Emiten Properti Grup Aguan Pasang Target Konservatif, Cek Rekomendasi Analis
| Minggu, 19 April 2026 | 09:08 WIB

Emiten Properti Grup Aguan Pasang Target Konservatif, Cek Rekomendasi Analis

PANI dan CBDK, emiten properti Aguan, telah menetapkan target marketing sales 2026. Simak strategi dan rekomendasi analis untuk kedua saham ini.

Beli atau Ngontrak Rumah, Ini Pertimbangannya!
| Minggu, 19 April 2026 | 08:20 WIB

Beli atau Ngontrak Rumah, Ini Pertimbangannya!

Mengontrak atau langsung membeli rumah kadang jadi pertimbangan bagi sebagian orang. Simak cara menentukan sebaiknya beli rumah atau ngontrak?

Minyak Sawit Siap Merekah Tersundul Mandatori Biodiesel B50
| Minggu, 19 April 2026 | 07:20 WIB

Minyak Sawit Siap Merekah Tersundul Mandatori Biodiesel B50

Mandatori biodiesel B50 digadang jadi game changer di pasar minyak sawit. Harga CPO bisa tumbuh subur di sisa tahun ini? 

Menangkal Serangan Siber yang Membidik Usaha Kecil
| Minggu, 19 April 2026 | 07:15 WIB

Menangkal Serangan Siber yang Membidik Usaha Kecil

Perusahaan IT management operational dan keamanan siber berusaha menangkap pasar UMKM yang besar. Simak layanan yang mereka tawarkan.

 
Kunci Sukses Investasi ala Presiden Diretur Valbury Futures: Membaca Momentum Harga
| Minggu, 19 April 2026 | 07:00 WIB

Kunci Sukses Investasi ala Presiden Diretur Valbury Futures: Membaca Momentum Harga

Mulai dari tontonan Wall Street, kini Presiden Direktur Valbury ungkap strategi diversifikasi portofolio. Simak rahasia untung ribuan persen!

Bangun Kosambi Sukses (CBDK) Bidik Marketing Sales Tumbuh 31% di Tahun Ini
| Minggu, 19 April 2026 | 06:20 WIB

Bangun Kosambi Sukses (CBDK) Bidik Marketing Sales Tumbuh 31% di Tahun Ini

Target tersebut akan dicapai dengan melakukan pendekatan yang selektif dan juga adaptif terhadap dinamika pasar.

Industri Ban Memangkas Pemakaian Energi
| Minggu, 19 April 2026 | 06:15 WIB

Industri Ban Memangkas Pemakaian Energi

Industri ban yang menggunakan energi besar untuk produksi berupaya melakukan transisi energi dengan berbagai upaya. 

 
INDEKS BERITA

Terpopuler