Kinerja 2025 Belum Maksimal, Pemulihan APLN Diproyeksi Akan Lambat

Senin, 23 Maret 2026 | 11:00 WIB
Kinerja 2025 Belum Maksimal, Pemulihan APLN Diproyeksi Akan Lambat
[ILUSTRASI. Agung Podomoro (APLN) Mulai Bangun Pasar Modern Kota Podomoro Tenjo (Dok/Agung Podomoro Land)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten properti, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) baru saja melaporkan hasil penjualan dan pendapatannya untuk periode tahun 2025.

Sepanjang 2025, APLN mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 3,56 triliun merosot 36,08% year on year (YoY) dari perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 5,57 triliun. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga melemah cukup dalam signifikan 82,19% YoY menjadi Rp 112, 84 miliar dari Rp 633,86 miliar.

Penjualan rumah tinggal menjadi salah satu kontributor utama dengan nilai mencapai Rp 1,06 triliun, disusul penjualan apartemen sebesar Rp 588,18 miliar, dan penjualan tanah sebesar Rp 247,18 miliar. Di segmen properti komersial, Perseroan juga mencatatkan penjualan rumah toko (ruko) sebesar Rp 243,49 miliar.

APLN mencatatkan pendapatan berulang (recurring income) sebesar Rp 1,36 triliun yang berasal dari bisnis hotel, penyewaan pusat perbelanjaan, serta pendapatan lainnya.

Baca Juga: Mengukur Kualitas Rally Saham APLN di Tengah Strategi Penyehatan Neraca

Saat ini APLN memiliki dan mengoperasikan sejumlah hotel seperti Pullman Grand Central Bandung dan Hotel Indigo Bali Seminyak Beach, serta beberapa pusat perbelanjaan seperti Senayan City, Kuningan City, Baywalk Mall, Emporium Pluit Mall, Central Park Mall, Central Park 2, Festival Citylink, DeliPark Mall Medan, dan Plaza Balikpapan.

APLN mencatatkan laba kotor sebesar Rp 1,47 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp 2,44 triliun pada tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan pada tahun 2024 terdapat penjualan aset hotel Pullman Ciawi Vimala Hills Resort Spa & Convention.

Lalu pos jumlah aset juga menurun 4,44% YoY menjadi Rp 24,95 triliun dari Rp 26,11 triliun, liabilitas menurun 9,30% YoY dari Rp 12,33 triliun menjadi Rp 11,28 triliun, sedangkan ekuitas masih stabil atau turun 0,79% YoY di Rp 13,67 triliun dari Rp 13,78 triliun.

Corporate Secretary APLN Justini Omas mengatakan pencapaian ini mencerminkan kinerja operasional perseroan yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang masih menantang, sekaligus menunjukkan kontribusi berkelanjutan dari berbagai proyek properti serta portofolio aset komersial yang dimiliki perseroan.

Dia juga melanjutkan, bahwa kinerja selama 2025 menunjukkan ketahanan model bisnis perseroan yang didukung oleh kombinasi pengembangan proyek properti dan pengelolaan aset komersial yang menghasilkan pendapatan berulang.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Bursa Karbon Jadi Katalis Baru Emiten Energi Hijau, PGEO dan BREN Paling Berpeluang
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Bursa Karbon Jadi Katalis Baru Emiten Energi Hijau, PGEO dan BREN Paling Berpeluang

Analis mengingatkan perlu berhati-hati agar tidak menganggap seluruh nilai ekonomi dari bursa karbon akan otomatis masuk ke kantong emiten EBT.

JGLE Dilirik Pasar, Volume dan Harga Melejit di Tengah Rencana Rights Issue Rp 414 M
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:00 WIB

JGLE Dilirik Pasar, Volume dan Harga Melejit di Tengah Rencana Rights Issue Rp 414 M

Pasar sedang berspekulasi tinggi terhadap JGLE seiring dengan adanya rencana rights issue sambil mengejar tren harga saham yang terbaca uptrend.

Emiten Emas Topang IHSG, BRMS Jadi Pilihan Agresif di Kuartal III-2026?
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Emiten Emas Topang IHSG, BRMS Jadi Pilihan Agresif di Kuartal III-2026?

Menurut analis, BRMS menarik karena ada kombinasi antara harga emas yang tinggi dan potensi peningkatan produksi emas di Poboya secara bertahap.

Harga Timah Diprediksi Normalisasi 2027, Waspadai Peak Earnings TINS di 2026
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Harga Timah Diprediksi Normalisasi 2027, Waspadai Peak Earnings TINS di 2026

Dalam laporannya, Stockbit menyebutkan konsensus Bloomberg memproyeksikan harga timah pada 2027 berada di US$ 44.750 per ton.

BEI Hapus Batas Harga Minimum Rp 50, Apa yang Bakal Terjadi dengan GOTO?
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:00 WIB

BEI Hapus Batas Harga Minimum Rp 50, Apa yang Bakal Terjadi dengan GOTO?

Mengingat jumlah pemegang saham GOTO mencapai lebih dari 456 ribu, risiko panic selling begitu nyata ketika batas psikologis Rp 50 hilang.

Harga Saham Tertekan Jadi Alasan BBCA Lebih Sering Bagikan Dividen?
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:17 WIB

Harga Saham Tertekan Jadi Alasan BBCA Lebih Sering Bagikan Dividen?

Peningkatan frekuensi dividen BBCA cukup efektif dalam menjaga minat investor, khususnya investor yang mengutamakan pendapatan tunai dari saham.

Fenomena Girl Math, Siasat Agar Dompet Selamat
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Fenomena Girl Math, Siasat Agar Dompet Selamat

Di balik humor girl math di media sosial, pembenaran atas belanja impulsif ternyata bisa berdampak panjang. Simak ulasannya!

SR025 Tawarkan Kupon Pasti 6,8%-6,9%, Instrumen Halal Bebas Risiko?
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:00 WIB

SR025 Tawarkan Kupon Pasti 6,8%-6,9%, Instrumen Halal Bebas Risiko?

Sukuk Ritel seri SR025 menawarkan jaminan negara dan imbalan rutin di tengah ketidakpastian pasar. Simak pertimbangan sebelum berinvestasi!

Lautan Luas Mengisi Pundi-Pundi dari Bisnis Solusi Air
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:34 WIB

Lautan Luas Mengisi Pundi-Pundi dari Bisnis Solusi Air

Di tengah meningkatnya kebutuhan pengelolaan air yang berkelanjutan, PT Lautan Luas Tbk (LTLS) menawarkan solusi pengola

Berebut Pelanggan di Taksi Segmen Menengah
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:31 WIB

Berebut Pelanggan di Taksi Segmen Menengah

Persaingan bisnis taksi di layanan segmen menengah kini semakin masif. Siuapa yang dibidik dan seperti apa pasarnya? 

 
INDEKS BERITA

Terpopuler