Kinerja INTP Dihantui Kelebihan Kapasitas Semen
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) masih akan menghadapi sejumlah tantangan hingga akhir tahun 2026. Kenaikan harga energi, pelemahan nilai tukar rupiah, serta kelebihan kapasitas atau overcapacity industri semen diperkirakan masih membayangi kinerja emiten semen itu.
Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi memandang prospek INTP di sisa tahun ini masih cenderung mixed. Di satu sisi, INTP menghadapi tekanan biaya produksi akibat kenaikan harga batubara dan minyak yang diperparah oleh depresiasi rupiah. Menurutnya, biaya energi berkontribusi sekitar 30%–40% terhadap total biaya produksi semen, sehingga kenaikan harga energi akan menjadi beban bagi margin INTP.
