Kinerja Keuangan Lippo Cikarang (LPCK) Terganjal Kasus Meikarta

Selasa, 03 September 2019 | 06:52 WIB
Kinerja Keuangan Lippo Cikarang (LPCK) Terganjal Kasus Meikarta
[ILUSTRASI. Kasus Meikarta mengganjal kinerja Lippo Cikarang (LPCK)]
Reporter: Benedicta Prima | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) membukukan pendapatan sebesar Rp 686,49 miliar pada semester satu tahun ini, merosot 40,51% bila dibanding dengan periode yang sama tahun lalu.

Laba Lippo Cikarang (LPCK) juga turun 89,71% dari Rp 2,04 triliun menjadi Rp 210,04 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan Lippo Cikarang di semester I-2019, kontribusi dari penjualan kawasan industri dan komersial terhadap pendapatan mencapai 11,9%.

Sisanya, lebih banyak dari hasil penjualan rumah hunian dan apartemen, sebesar 61,8% dari total pendapatan.

Analis Profindo Sekuritas Dimas W. P. Pratama melihat penurunan kinerja emiten berkode saham LPCK bisa dibilang wajar.

"Ini terkait masalah Meikarta dan juga masih proses pembangunan menara-menara lainnya di kawasan Orange County," jelas Dimas, Minggu (1/9).

Manajemen LPCK menjelaskan saat ini telah menyerahkan secara bertahap tiga tower di Orange County dengan total 1.271 unit apartemen senilai Rp 1,1 triliun

Diperkirakan, kinerja LPCK akan meningkat pada semester kedua seiring selesainya proyek perumahan, tower, dan area komersial lain yang bisa mendatangkan pendapatan.

Baca Juga: Laba Lippo Cikarang (LPCK) anjlok, penjualan semester kedua berpeluang membaik

Dimas juga melihat, area LPCK lebih banyak didesain untuk komunitas urban. Apalagi, ke depan, daerah Cikarang akan dilewati LRT yang akan jadi nilai tambah bagi emiten ini.

Rekomendasi dia, buy on weakness LPCK.

Bagikan

Berita Terbaru

Harga Aluminium Terkerek Imbas Konflik Iran Vs Israel-AS, Simak Efeknya ke Indonesia
| Minggu, 08 Maret 2026 | 13:00 WIB

Harga Aluminium Terkerek Imbas Konflik Iran Vs Israel-AS, Simak Efeknya ke Indonesia

Harga aluminium berada di level tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir akibat gangguan pasokan dari dua produsen besar.​

Dua Smelter HPAL Selesai, Vale Indonesia (INCO) Siap Geber Produksi
| Minggu, 08 Maret 2026 | 11:42 WIB

Dua Smelter HPAL Selesai, Vale Indonesia (INCO) Siap Geber Produksi

Pabrik di Pomalaa dan Morowali PT Vale Indonesia Tbk (INCO) rencananya selesai di akhir 2026. Dua pabrik pengolahan ini telah dimulai sejak 2022.​

Strategi Manfaatkan Dana THR untuk Investasi
| Minggu, 08 Maret 2026 | 11:29 WIB

Strategi Manfaatkan Dana THR untuk Investasi

Saat pasar saham masih volatil, dana Tunjangan Hari Raya (THR) investor berpotensi dialihkan ke portofolio lain.

Perjanjian Dagang Indonesia-AS dan Dampaknya Terhadap Surplus Neraca Dagang
| Minggu, 08 Maret 2026 | 11:00 WIB

Perjanjian Dagang Indonesia-AS dan Dampaknya Terhadap Surplus Neraca Dagang

Investasi dan perdagangan dari mitra strategis lain seperti China, ke Indonesia terancam turun, terutama di sektor mineral kritis dan teknologi.​

Reksadana Pasar Uang AS Cetak Rekor, Prospek di Indonesia Makin Dilirik
| Minggu, 08 Maret 2026 | 09:00 WIB

Reksadana Pasar Uang AS Cetak Rekor, Prospek di Indonesia Makin Dilirik

Investor AS berbondong-bondong masuk ke reksadana pasar uang yang membuat total aset instrumen ini cetak rekor US$ 8,271 triliun.​

Pemimpin Tertinggi Iran Wafat, Harga Emas Bergejolak, Saham Ini bisa Jadi Pilihan
| Minggu, 08 Maret 2026 | 08:35 WIB

Pemimpin Tertinggi Iran Wafat, Harga Emas Bergejolak, Saham Ini bisa Jadi Pilihan

Harga emas dunia dalam jangka pendek berpeluang menguji level tertinggi yang pernah dicapai sebelumnya, yakni di US$ 5.590 per ons troi.

Portofolio Direktur Allo Bank Ganda Raharja: Untung dari Diversifikasi Portofolio
| Minggu, 08 Maret 2026 | 04:30 WIB

Portofolio Direktur Allo Bank Ganda Raharja: Untung dari Diversifikasi Portofolio

Direktur Allo Bank Ganda Raharja buka-bukaan strategi investasinya. Ia berhasil alokasikan 30% dana di emas digital. Simak cara lengkapnya

Rupiah Melemah, Konflik Global & Rating Indonesia Ancam Ekonomi
| Minggu, 08 Maret 2026 | 04:00 WIB

Rupiah Melemah, Konflik Global & Rating Indonesia Ancam Ekonomi

Rupiah melemah ke Rp16.925/USD Jumat lalu. Konflik global dan rating Fitch jadi pemicu utama. Simak proyeksi dan dampaknya di sini.

Manis Cuan Bisnis Buah dari Timur Tengah
| Minggu, 08 Maret 2026 | 02:55 WIB

Manis Cuan Bisnis Buah dari Timur Tengah

Tingginya minat masyarakat terhadap kurma membuat bisnis buah khas Timur Tengah ini menjanjikan bagi pelaku usaha.

Banyak Dicari, Bisnis Emas Bank Syariah Kian Mendaki
| Minggu, 08 Maret 2026 | 02:50 WIB

Banyak Dicari, Bisnis Emas Bank Syariah Kian Mendaki

Sebagai aset save haven, pamor emas semakin berkilau di tengah panasnya konflik di Timur Tengah seperti saat ini. 

INDEKS BERITA

Terpopuler