Kinerja Moncer Pada Q3, WOM Finance Membidik Pertumbuhan Laba

Rabu, 01 November 2023 | 08:05 WIB
Kinerja Moncer Pada Q3, WOM Finance Membidik Pertumbuhan Laba
[ILUSTRASI. Kontribusi terbesar pertumbuhan pembiayaan pada kuartal III-2023 berasal dari segmen pembiayaan multiguna Motorku dan Mobilku, yang mencapai Rp 3,1 triliun./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/20/04/2021.]
Reporter: Vina Destya | Editor: Dikky Setiawan

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk atau WOM Finance mencetak laba bersih Rp 141 miliar di kuartal III-2023. Laba ini naik 15% dibanding periode serupa di 2022, sebesar Rp 123 miliar. 

Pertumbuhan laba ini ditopang melonjaknya pembiayaan WOM Finance. Per September 2023, penyaluran pembiayaan emiten dengan kode saham WOMF ini mencapai Rp 4,3 triliun, tumbuh 32% secara tahunan dari Rp 3,3 triliun pada September 2022. 

Direktur Keuangan WOM Finance Cincin Lisa Hadi mengatakan, kontribusi terbesar pertumbuhan pembiayaan pada kuartal III-2023 berasal dari segmen pembiayaan multiguna Motorku dan Mobilku, yang mencapai Rp 3,1 triliun. Lalu, dari pembiayaan motor baru dan logam mulia yang berkontribusi Rp 1,2 triliun.  

Baca Juga: BI Kerek Bunga, Bunga Kredit Multifinance Menyusul?

Melejitnya pembiayaan dan laba ikut mengerek naik total aset WOM Finance. Per September 2023, aset WOMF melesat 19% secara tahunan jadi Rp 6,6 triliun. Ekuitas WOM Finance juga tumbuh 12% secara tahunan menjadi Rp 1,6 triliun dari Rp 1,4 triliun. 

Presiden Direktur WOM Finance Djaja Suryanto Sutandar menambahkan, total ekuitas WOM Finance bertambah dalam setahun terakhir. Seiring itu, return on equity (ROE) WOM Finance tumbuh 0,2% secara tahunan menjadi 12,1% per September 2023. 

Target laba

Dengan pencapaian tersebut, Djaja optimistis, WOM Finance bisa meraih target laba bersih Rp 231 miliar di tahun ini. Laba ini akan disokong oleh target penyaluran pembiayaan sebesar Rp 5,2 triliun sampai akhir 2023. 

Sebagai gambaran, pada 2022, total laba bersih WOM Finance tercatat Rp 197,60 miliar. Realisasi laba ini disumbang penyaluran pembiayaan senilai Rp 4,58 triliun, naik 10,50% dari Rp 4,14 triliun pada tahun 2021. 

Selain laba dan pembiayaan, WOM Finance juga mengincar pertumbuhan aset sebesar Rp 6,1 triliun dan total ekuitas Rp 1,6 triliun di 2023. Pada 2022, total aset WOMF mencapai Rp 5,65 triliun. Sedangkan total ekuitas berada di angka Rp 1,52 triliun.

Baca Juga: DP 0% untuk Kendaraan Bermotor Selektif Dilakukan Multifinance

Meski mematok pertumbuhan kinerja secara keseluruhan, WOM Finance merevisi turun penyaluran pembiayaan ke segmen kendaraan listrik pada tahun ini menjadi Rp 1,6 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 2 miliar.

"Sampai September pembiayaan motor listrik belum sampai Rp 1 miliar," ujar Cincin Lisa dalam paparan publik tahunan WOM Finance, Selasa (31/10).

Bagikan

Berita Terbaru

Puluhan Juta dari Gerobak Padang yang Berkeliling
| Minggu, 01 Februari 2026 | 21:10 WIB

Puluhan Juta dari Gerobak Padang yang Berkeliling

Menu kuliner Padang jadi kesukaan banyak orang. Usaha Padang keliling pun laris manis. Cuannya bisa sampai puluhan juta loh!

 
 
Ekosistem AI Mengubah Peta Pasar Bisnis Cip Dunia
| Minggu, 01 Februari 2026 | 21:09 WIB

Ekosistem AI Mengubah Peta Pasar Bisnis Cip Dunia

Pesat kemajuan artificial intelligence membuat repot industri ponsel pintar. Mereka harus antre agar sama-sama mendapatkan cip semikonduktor.

 
Jejak Hijau Kampus Indonesia di Peta Dunia
| Minggu, 01 Februari 2026 | 21:09 WIB

Jejak Hijau Kampus Indonesia di Peta Dunia

Kampus-kampus di Indonesia makin serius menerapkan konsep kampus hijau. Mereka kini bersaing dengan kampus berkelanjutan

 
 
Palu Godam dari MSCI
| Minggu, 01 Februari 2026 | 21:08 WIB

Palu Godam dari MSCI

​Banyak investor panik melihat IHSG di Rabu pagi lalu ambruk. Sempat turun 8%, hingga Bursa Efek Indonesia menghentikan perdagangan sementara.

 
Daftar Emiten Buyback Saham Usai Efek MSCI, Sekadar Obat Kuat Hadapi Tekanan Asing
| Minggu, 01 Februari 2026 | 10:35 WIB

Daftar Emiten Buyback Saham Usai Efek MSCI, Sekadar Obat Kuat Hadapi Tekanan Asing

Dalam banyak kasus, amunisi buyback emiten sering kali tak cukup besar untuk menyerap tekanan jual saat volume transaksi sedang tinggi-tingginya.

Pola di Saham NCKL Mirip Saham BUMI, Perlukah Investor Ritel Merasa Khawatir?
| Minggu, 01 Februari 2026 | 08:35 WIB

Pola di Saham NCKL Mirip Saham BUMI, Perlukah Investor Ritel Merasa Khawatir?

Periode distribusi yang dilakoni Glencore berlangsung bersamaan dengan rebound harga saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

Transparansi Pemilik di Bawah 5%, Kunci Kotak Pandora Dugaan Manipulasi Harga Saham
| Minggu, 01 Februari 2026 | 08:26 WIB

Transparansi Pemilik di Bawah 5%, Kunci Kotak Pandora Dugaan Manipulasi Harga Saham

Transparansi pemegang saham di bawah 5%, titik krusial permasalahan di pasar modal. Kunci kotak pandora yang menjadi perhatian MSCI. 

Strategi Investasi Fajrin Hermansyah, Direktur Sucorinvest Asset Management
| Minggu, 01 Februari 2026 | 07:13 WIB

Strategi Investasi Fajrin Hermansyah, Direktur Sucorinvest Asset Management

Investasi bukan soal siapa tercepat, karena harus ada momentumnya. Jika waktunya dirasa kurang tepat, investor harusnya tak masuk di instrumen itu

Spin-off Unit Syariah Bukan Sekadar Kepatuhan, Struktur Modal BNGA Bakal Lebih Solid
| Minggu, 01 Februari 2026 | 06:58 WIB

Spin-off Unit Syariah Bukan Sekadar Kepatuhan, Struktur Modal BNGA Bakal Lebih Solid

Pemulihan ROE BNGA ke kisaran 12,8% - 13,4% pada 2026–2027 bersifat struktural, bukan semata siklikal.

Diskon Transportasi Belum Cukup Buat Sokong Ekonomi
| Minggu, 01 Februari 2026 | 06:49 WIB

Diskon Transportasi Belum Cukup Buat Sokong Ekonomi

Pemerintah mengusulkan diskon tiket pesawat lebih tinggi dari periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun lalu yang berada di kisaran 13%-16%.

INDEKS BERITA

Terpopuler