Kinerja Terus Naik, IPCM Bakal Bagi Dividen 80% Laba Bersih

Jumat, 24 Juni 2022 | 04:10 WIB
Kinerja Terus Naik, IPCM Bakal Bagi Dividen 80% Laba Bersih
[]
Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) akan membagi 80% laba bersih tahun lalu dalam bentuk dividen. Sepanjang tahun lalu, IPCM membukukan laba bersih Rp 136,5 miliar, naik 70% secara tahunan. 

Ini artinya IPCM bakal membagi Rp 109,3 miliar laba bersih kepada pemegang saham. Maka tiap pemegang saham akan meraih dividen Rp 20,71. Sebagian dividen sudah dibagikan IPCM dalam bentuk dividen interim pada 24 Desember 2021 lalu. 

Kala itu IPCM menyalurkan Rp 18,2 miliar, setara dengan Rp 3,44 per saham. Ini artinya pemegang saham di tahun ini masih akan meraih Rp 17,27. “Kinerja keuangan yang meningkat tajam pada 2021 memungkinkan IPCM membagi dividen sebesar 80%. Hal ini menunjukkan apresiasi serta komitmen kami kepada pemegang saham dan investor yang selalu memberikan dukungan kepada IPCM," papar Direktur Utama IPCM, Amri Yusuf, Kamis (23/6). 

Baca Juga: Jasa Armada (IPCM) Alokasikan 80% dari Laba Bersih Tahun Buku 2021 untuk Dividen

Selama lima tahun terakhir, Amri menyebut, IPCM sukses membukukan pertumbuhan kinerja stabil. IPCM juga konsisten membagi dividen dengan payout ratio di 75%-80% dalam tiga tahun terakhir. 

Di tahun ini, IPCM masih akan melanjutkan ekspansi armada dan investasi bidang teknologi. IPCM menganggarkan belanja modal alias capital expenditure Rp 250 miliar di 2022 untuk ekspansi ini. 

IPCM berencana menambah enam kapal secara bertahap di tahun 2021-2023, terdiri dari tiga unit kapal tunda dan tiga kapal pandu. Empat di antaranya sudah berkontrak, sedangkan dua kapal lainnya masih dalam proses lelang.

Tahun ini, IPCM juga berencana melakukan diversifikasi untuk mencari pasar baru, menciptakan diferensiasi, hingga menjalankan penetrasi dan sinergi. IPCM juga masih memiliki sisa dana IPO sebesar Rp 77,7 miliar untuk kebutuhan investasi tahun ini

Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova mengatakan, IPCM masih berpeluang menguat. "Secara teknikal, IPCM dalam tren bullish dan berpotensi ke Rp 338, terlihat dari indikator MACD yang positif," kata dia. Kemarin saham IPCM turun 0,66% ke Rp 300.

Baca Juga: Jasa Armada Indonesia (IPCM) Ekspansi Pelayanan Jasa Kapal Tunda di Nipa, Batam

Bagikan

Berita Terbaru

SSSG Akhirnya Menghijau, Analis Ramai-Ramai Kerek Target Harga Saham ACES
| Senin, 16 Maret 2026 | 10:10 WIB

SSSG Akhirnya Menghijau, Analis Ramai-Ramai Kerek Target Harga Saham ACES

Tekanan depresiasi rupiah terhadap renminbi serta masih lemahnya daya beli kelas menengah atas menjadi tantangan berat.

Eskalasi Konflik Terus Meningkat, Harga Batubara Ditaksir bisa Capai US$ 200 per Ton
| Senin, 16 Maret 2026 | 09:44 WIB

Eskalasi Konflik Terus Meningkat, Harga Batubara Ditaksir bisa Capai US$ 200 per Ton

Kenaikan harga batubara tidak cukup mampu untuk menolong perekonomian domestik meski permintaan global meningkat.

Jaga Likuiditas Saham, Emiten Menggelar Aksi Buyback
| Senin, 16 Maret 2026 | 09:13 WIB

Jaga Likuiditas Saham, Emiten Menggelar Aksi Buyback

Hingga pertengahan Maret tahun ini, sudah ada beberapa emiten yang sedang dan berencana melaksanakan aksi buyback saham.​

Laba PRDA Tergerus 23%, Ini Fokus Ekspansi Prodia dan Rekomendasi Sahamnya
| Senin, 16 Maret 2026 | 09:05 WIB

Laba PRDA Tergerus 23%, Ini Fokus Ekspansi Prodia dan Rekomendasi Sahamnya

Penurunan laba bersih PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) murni dipicu oleh siklus normalisasi permintaan pasca-pandemi.

OJK Menargetkan Nilai Kapitalisasi Bursa Indonesia Bisa Tembus Rp 25.000 Triliun
| Senin, 16 Maret 2026 | 09:03 WIB

OJK Menargetkan Nilai Kapitalisasi Bursa Indonesia Bisa Tembus Rp 25.000 Triliun

Pada 2031, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan nilai kapitalisasi pasar atau market cap bursa saham Indonesia mencapai Rp 25.000 triliun​.

Buyback Jadi Sinyal Optimisme, Fair Value Saham ADRO Ditaksir Rp 2.600–Rp 2.800
| Senin, 16 Maret 2026 | 08:25 WIB

Buyback Jadi Sinyal Optimisme, Fair Value Saham ADRO Ditaksir Rp 2.600–Rp 2.800

Arus kas yang masih kuat dari bisnis batubara membuka ruang bagi ADRO untuk tetap membagikan dividen yang menarik bagi investor.

Saham Emiten Batubara Terjepit Perang dan Kuota Produksi
| Senin, 16 Maret 2026 | 06:45 WIB

Saham Emiten Batubara Terjepit Perang dan Kuota Produksi

Sentimen perang Timur Tengah dan pemangkasan kuota produksi nasional dapat mempengaruhi permintaan dan harga batubara

TOBA Siapkan Duit US$ 200 Juta Garap Pengolahan Limbah
| Senin, 16 Maret 2026 | 06:16 WIB

TOBA Siapkan Duit US$ 200 Juta Garap Pengolahan Limbah

TOBA siapkan US$200 juta untuk bisnis pengelolaan limbah, targetkan pertumbuhan di 2026. Simak bagaimana strategi TOBA tahun ini

Harga Minyak Bertahan di Level Tinggi, Selat Hormuz Jadi Kunci
| Senin, 16 Maret 2026 | 06:00 WIB

Harga Minyak Bertahan di Level Tinggi, Selat Hormuz Jadi Kunci

Pulau Kharg punya peran vital lantaran memegang kendali atas 2,79 juta hingga 2,97 juta barel ekspor minyak Iran.

Mengawali Pekan Pendek, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Senin (16/3)
| Senin, 16 Maret 2026 | 05:20 WIB

Mengawali Pekan Pendek, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Senin (16/3)

Kenaikan harga minyak dunia juga menimbulkan kekhawatiran pasar terhadap dampak ke kondisi fiskal domestik.​

INDEKS BERITA

Terpopuler