Kompetensi dan Etika
KONTAN.CO.ID - Belum lama ini, penulis bertemu dengan seorang dokter penyakit dalam untuk mengantar pasien diabetes berobat rutin. Setelah pemeriksaan rutin dan pemberian resep obat, dokter ceramah dengan nada agak tinggi.
Intinya, selain rutin periksa kesehatan di dokter penyakit dalam, pasien harus kontrol ke dokter penyakit syaraf. Pasalnya, selain menderita penyakit gula, pasien juga sakit stroke. Kalau tidak kontrol ke dokter syaraf, dikhawatirkan stroke kambuh lagi. "Saya bukan dokter segala penyakit. Bukan kompetensi saya untuk mengobati sakit stroke. Saya tidak bisa memberikan obat syaraf, bisa melanggar etik," kata dokter itu.
