Konflik Timur Tengah bisa Menahan Penerbitan Obligasi Baru, Begini Kata TBIG dan ENRG
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Eskalasi perang antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat (AS) memukul pasar obligasi yang selama ini menjadi salah satu urat nadi pendanaan korporasi. Sejak konflik berdarah ini meletus pada 28 Februari 2026, imbal hasil (yield) obligasi acuan 10 tahun Indonesia melambung 0,41 poin ke level 6,88% per akhir Maret 2026.
Guncangan geopolitik di Timur Tengah ini mengerek harga minyak mentah dan komoditas bahan baku, yang pada gilirannya menyulut lonjakan inflasi. Efek dominonya, rencana pemangkasan suku bunga acuan oleh berbagai bank sentral global berpotensi besar tertunda.
