Berita

Konglomerasi Keuangan Kuasai Aset Bank

Selasa, 10 September 2019 | 04:01 WIB

ILUSTRASI. ATM Mandiri

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Untuk meminimalkan risiko krisis keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu melakukan pengawasan terhadap konglomerasi keuangan. Sasaran itu disampaikan Bank Dunia dalam paparan bertajuk Global Economic Risk and Implications for Indonesia.

Pengawasan terhadap konglomerasi keuangan perlu karena ukurannya yang sangat mendominasi peta industri keuangan di Indonesia, sekitar 88% dari total aset industri perbankan. Dengan alasan itu, Bank Dunia menilai bakal ada dampak serius jika salah satu konglomerasi terjerumus ke dalam masalah.

Baca Juga: IMF: Defisit melebar, Arab Saudi harus mempertimbangkan untuk mengerek PPN jadi 10%

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total aset bank umum mencapai Rp 8.242,98 triliun per Juni 2019. Artinya jika berdasar paparan Bank Dunia, sekitar Rp 7.253,82 triliun aset industri perbankan dikuasai konglomerasi keuangan.

Bank-bank milik pemerintah seperti Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saja sudah menyumbang aset sebesar Rp 3.367,02 triliun. BRI memiliki aset konsolidasi sebesar Rp 1.288,91 triliun dengan memiliki tujuh anak usaha yakni BRI Syariah, BRI Agro, BRI Remittance Hong Kong, BRI Life, BRI Finance, BRI Ventures, Danareksa Sekuritas.

Adapun Bank Mandiri memiliki sepuluh anak usaha dengan total aset konsolidasi Rp 1.235,62 triliun. Kesepuluh anak usahanya adalah: Bank Syariah Mandiri, Bank Mandiri Europe, Mandiri Sekuritas, Bank Mantap, Mandiri Tunas Finance, Mandiri International Remittance, AXA Mandiri Financial Services, Asuransi Jiwa InHealth Indonesia, Mandiri Utama Finance, Mandiri Capital Indonesia.

Baca Juga: Perang Dagang AS dan China Mereda, Harga Timah Naik

BNI memiliki lima anak usaha yakni BNI Life Insurance, BNI Multifinance, BNI Sekuritas, BNI Remittance Ltd, BNI Syariah dengan total aset Rp 843,21 triliun. Bank-bank pelat merah ini hampir memiliki lini bisnis lengkap mulai multifinance, asuransi, modal ventura dan sekuritas.

Belum lagi bank-bank swasta seperti CIMB Niaga, Bank Panin, Maybank Indonesia dan Bank Danamon yang memiliki sejumlah anak usaha di industri keuangan. Sejumlah grup konglomerasi seperti Sinarmas dan MNC yang memiliki perusahaan keuangan lintas sektor juga menyumbang aset yang tidak sedikit.

Dalam sarannya, Bank Dunia juga meminta OJK membentuk divisi baru setingkat deputi komisioner pengawasan terhadap konglomerasi keuangan tadi. Semacam pengawas perbankan; pengawas pasar modal, maupun pengawas industri keuangan non bank (IKNB).

OJK tak diajak diskusi

Selanjutnya
Halaman   1 2
Reporter: Anggar Septiadi, Rizki Caturini
Editor: Narita Indrastiti

IHSG
6.236,69
0.28%
17,26
LQ45
985,92
0.27%
2,68
USD/IDR
14.100
0,57
EMAS
753.000
0,00%

Baca juga