Konsekuensi dari Restrukturisasi BUMN
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa bulan terakhir, saya cukup sering berdiskusi dengan para direksi dan manajemen dari berbagai grup BUMN. Hampir di setiap pertemuan, satu kata selalu muncul, yakni restrukturisasi. Ada yang membicarakannya dengan nada optimistis, ada yang terdengar hati-hati, dan ada juga yang menyimpan kegelisahan personal menyangkut posisi, kewenangan dan kompensasi.
Kegelisahan personal ini terbilang wajar mengingat restrukturisasi hampir selalu diikuti perubahan struktur organisasi dan distribusi jabatan. Meskipun demikian, semakin sering diskusi itu terjadi, semakin terasa bahwa ada kegelisahan ataupun persoalan lain yang justru jarang dibicarakan dan banyak terungkap di media. Persoalannya bukan siapa yang tetap duduk di kursi, melainkan ke mana risiko berpindah setelah restrukturisasi dijalankan.
