Kontrak Dengan JFE Steel, Produk Adaro Dipatok US$ 131 per Ton

Kamis, 10 Januari 2019 | 23:17 WIB
Kontrak Dengan JFE Steel, Produk Adaro Dipatok US$ 131 per Ton
[]
Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. JFE Steel, produsen baja asal Jepang, menyepakati harga kontrak pembelian metallurgical coal atau cocking coal kuartal I-2019. Lawan transaksinya adalah produsen cocking coal asal Australia, Stanmore Coal (Stanmore) dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dari Indonesia.

Kabar bagus bagi para produsen, lantaran JFE Steel lewat kontrak terbarunya bersedia membeli cocking coal dengan harga sedikit lebih tinggi. Harga pembelian cocking coal oleh JFE Steel kali ini mencapai US$ 131 per ton FOB Australia. Harga ini naik tipis dari periode sebelumnya yang sebesar US$ 130 per ton.

Hal tersebut diungkapkan www.argusmedia.com dalam artikel yang diunggahnya Kamis (10/1). Adapun informasi tersebut ditulis www.argusmedia.com berdasarkan keterangan sumbernya.

Bila Stanmore dan Adaro telah menyepakati harga dengan JFE Steel, tidak demikian dengan Glencore (Australia) dan Yancoal (China). Hingga saat ini, belum diketahui perkembangan negosiasi kontrak penjualan batubara cocking coal keduanya.

Head of Corporate Communication Adaro Energy, Febrianti Nadira membenarkan pihaknya mengikat kontrak penjualan metallurgical coal dengan JFE Steel. "Namun mohon maaf, untuk nilai kontrak dan harga tidak bisa kami informasikan," tulis wanita yang biasa disapa Ira tersebut kepada KONTAN.

Sekadar mengingatkan, ekspor batubara Adaro ke Jepang mencapai 15% dari total penjualan Adaro. Adapun ekspor ke China dan Korea Selatan, sama-sama menyumbang 12% dari total penjualan Adaro. Data tersebut merupakan data kuartal I-2018 lalu.  

Bagikan

Berita Terbaru

Menakar Prospek Saham dan Kinerja PGAS Tahun 2026
| Kamis, 01 Januari 2026 | 08:00 WIB

Menakar Prospek Saham dan Kinerja PGAS Tahun 2026

Kontribusi LNG yang saat ini sekitar 11% diproyeksikan melonjak hingga 24% pada FY26F, kondisi yang berpotensi memicu tantangan baru.

Prospek Komoditas Emas di Tahun 2026 Tetap Berkilau
| Kamis, 01 Januari 2026 | 06:30 WIB

Prospek Komoditas Emas di Tahun 2026 Tetap Berkilau

Tensi geopolitik diperkirakan tetap menjadi katalis utama yang memperkuat permintaan emas sepanjang tahun 2026.

Saham Prajogo Pangestu Bergerak Fenomenal, Ini Review dan Pilihan Saham 2026
| Kamis, 01 Januari 2026 | 06:06 WIB

Saham Prajogo Pangestu Bergerak Fenomenal, Ini Review dan Pilihan Saham 2026

Analis melihat TPIA layak dicermatiterutama jika valuasi kian rasional dan perkembangan ekspansi mulai tercermin dalam kinerja keuangan.

Menatap Tahun 2026, PJAA Genjot Optimalisasi Bisnis dan Proyek Reklamasi
| Kamis, 01 Januari 2026 | 05:28 WIB

Menatap Tahun 2026, PJAA Genjot Optimalisasi Bisnis dan Proyek Reklamasi

PJAA siapkan strategi 2026: optimalisasi bisnis eksisting, ekspansi reklamasi bertahap, capex Rp 123 miliar, target pendapatan 10% dan laba 29%.

Defisit Pasokan Bayangi Pasar, Harga Tembaga Berpeluang Tetap Tinggi di 2026
| Kamis, 01 Januari 2026 | 05:01 WIB

Defisit Pasokan Bayangi Pasar, Harga Tembaga Berpeluang Tetap Tinggi di 2026

Prospek harga tembaga 2026 tetap bullish berkat defisit pasokan 330 kmt dan permintaan EV. Analis proyeksi US$ 10.000-13.500 per ton.

Pasar Modal Indonesia 2025 Didominasi Investor Muda dan Ritel
| Rabu, 31 Desember 2025 | 20:14 WIB

Pasar Modal Indonesia 2025 Didominasi Investor Muda dan Ritel

Hingga 24 Desember 2025, KSEI mencatat jumlah investor pasar modal telah menembus 20,32 juta Single Investor Identification (SID).

Produsen Menahan Diri, Konsumen Mulai Optimistis: Gambaran Ekonomi 2025
| Rabu, 31 Desember 2025 | 19:01 WIB

Produsen Menahan Diri, Konsumen Mulai Optimistis: Gambaran Ekonomi 2025

Ekonomi Indonesia menunjukkan dua wajah yang berbeda. Produsen mulai bersikap lebih hati-hati saat keyakinan konsumen mulai membaik.

IHSG Menguat 22,13%, Asing Net Sell Rp 17,34 Triliun Pada 2025, Prospek 2026 Membaik
| Rabu, 31 Desember 2025 | 17:27 WIB

IHSG Menguat 22,13%, Asing Net Sell Rp 17,34 Triliun Pada 2025, Prospek 2026 Membaik

IHSG menguat 22,13% di 2025, ditutup 8.646,94, didorong investor lokal. Asing net sell Rp 17,34 triliun.

Saham ESSA Terkoreksi ke Area Support, Simak Prospek ke Depan
| Rabu, 31 Desember 2025 | 15:00 WIB

Saham ESSA Terkoreksi ke Area Support, Simak Prospek ke Depan

ESSA mulai menunjukkan sinyal yang semakin konstruktif dan menarik bagi investor dengan profil risiko lebih agresif.

2025, Kesepakatan Merger Akuisisi Sektor Keuangan Indonesia Capai Rp 9,21 triliun
| Rabu, 31 Desember 2025 | 14:05 WIB

2025, Kesepakatan Merger Akuisisi Sektor Keuangan Indonesia Capai Rp 9,21 triliun

Kesepakatan merger dan akuisisi di sektor keuangan melesat 56,3% secara tahunan, di saat total aktivitas merger dan akuisisi turun

INDEKS BERITA

Terpopuler