Kritik dan Demokrasi

Senin, 23 Februari 2026 | 07:01 WIB
Kritik dan Demokrasi
[ILUSTRASI. TAJUK - Sandy Baskoro (KONTAN/Steve G.A)]
Sandy Baskoro | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kehidupan demokrasi kita kembali diuji. Dan lagi-lagi, kebebasan berpendapat terusik. Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, mendapat teror dan intimidasi, sejak awal Februari lalu. Dia diteror setelah mengkritik keras program makan bergizi gratis (MBG) dan kesenjangan pendidikan.

Sebelumnya, BEM UGM melayangkan surat kepada UNICEF untuk menyuarakan keprihatinan atas meninggalnya seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang dipicu keterbatasan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan.Di beberapa kesempatan, Ketua BEM UGM juga meminta program MBG yang menyedot ratusan triliun rupiah dihentikan karena tata kelolanya kacau balau dan rentan korupsi.

Intimidasi dan teror yang dialami Tiyo menjadi preseden buruk bagi kebebasan dan demokrasi. Di era reformasi, ternyata cara-cara Orde Baru masih hidup dan lestari. Padahal kebebasan berpendapat adalah napas bagi sebuah negara demokrasi. Ia bukan sekadar hak untuk berbicara, melainkan mekanisme kontrol agar kekuasaan berjalan dengan arah yang benar. Hanya saja, ruang publik belakangan ini diwarnai kontradiksi: di satu sisi, hukum menjamin kebebasan berekspresi, namun di sisi lain, muncul pola ancaman dan teror yang menyasar individu-individu kritis, seperti dialami para aktivis mahasiswa dan pegiat HAM.

Di atas kertas, UUD 1945 Pasal 28E ayat (3) secara tegas menjamin bahwa "setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat." Akan tetapi dalam praktiknya, ada jurang pemisah antara teks konstitusi dan kenyataan di lapangan. Ketika kritik mulai menyentuh isu-isu sensitif atau kebijakan strategis pemerintah, respons yang muncul sering kali bukan berupa debat gagasan, melainkan intimidasi.

Agar isu teror dan intimidasi terhadap aktivis tidak bergulir semakin liar dan dimanfaatkan pihak yang ingin memecah belah, pemerintah mesti segera bersuara dan bertindak mengusut pelaku teror. Hal ini untuk memberikan pesan bahwa pemerintah tidak anti kritik.

Toh, pada isu-isu tertentu seperti kejatuhan pasar saham akibat warning lembaga internasional, pemerintah bisa gercep bersikap. Seharusnya, respons serupa juga berlaku pada isu kebebasan berpendapat.

Respons terbaik untuk menjawab kritik adalah memahami substansinya. Dalam konteks kritik terhadap MBG, pemerintah perlu ikhlas untuk melihat lagi, jangan-jangan tata kelola selama ini memang masih karut-marut dan perlu evaluasi total.   

Selanjutnya: Geber Proyek Baterai EV US$ 9 Miliar, Cek Rekomendasi dan Target Harga Saham INCO

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Strategi Petronella Soan: Perhiasan Bukan Sekadar Investasi, Tapi Penanda Hidup
| Sabtu, 04 April 2026 | 11:38 WIB

Strategi Petronella Soan: Perhiasan Bukan Sekadar Investasi, Tapi Penanda Hidup

Perhiasan itu beauty investment, bisa bisa dijual kembali dan bisa mendapat keuntungan. Perhiasan itu bisa jadi legacy, bisa diturunkan ke anak.

Pesona Labubu Mulai Luntur?
| Sabtu, 04 April 2026 | 07:41 WIB

Pesona Labubu Mulai Luntur?

Dalam lima hari perdagangan terakhir hingga Selasa, saham Pop Mart International Group Ltd. anjlok lebih dari 30%.               

Laba Medco Energi (MEDC) Tergerus 72,48% Pada 2025
| Sabtu, 04 April 2026 | 07:37 WIB

Laba Medco Energi (MEDC) Tergerus 72,48% Pada 2025

 Anjloknya laba bersih PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dipicu kinerja pendapatan MEDC yang melambat 0,16% menjadi US$ 2,39 miliar.​

Dian Swastatika Sentosa DSSA Siap Stock Split Saham di Rasio 1:25
| Sabtu, 04 April 2026 | 07:31 WIB

Dian Swastatika Sentosa DSSA Siap Stock Split Saham di Rasio 1:25

Emiten Grup Sinar Mas ini akan melakukan pemecahan saham atau stock split dari nilai nominal Rp 25 menjadi Rp 1 per saham.

Pendapatan Melesat Satu Digit, Laba ACES Merosot Dua Digit
| Sabtu, 04 April 2026 | 07:26 WIB

Pendapatan Melesat Satu Digit, Laba ACES Merosot Dua Digit

Laba bersih  PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) di 2025 hanya Rp 668,72 miliar, atau turun 25,03% yoy dari Rp 892,04 miliar pada 2024.

Terpapar Efek Pidato Trump, IHSG Melemah 1,59% Dalam Sepekan
| Sabtu, 04 April 2026 | 07:21 WIB

Terpapar Efek Pidato Trump, IHSG Melemah 1,59% Dalam Sepekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah setelah harga minyak mentah berbalik menguat akibat pidato Trump terkait perang Iran.

Strategi Mendorong Transparansi Data di BEI
| Sabtu, 04 April 2026 | 07:11 WIB

Strategi Mendorong Transparansi Data di BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengumumkan saham emiten dengan kepemilikan yang terkonsentrasi tinggi.

Gejolak Global Picu Tekanan, Ini Strategi Investasi di Tengah Ketidakpastian
| Sabtu, 04 April 2026 | 07:00 WIB

Gejolak Global Picu Tekanan, Ini Strategi Investasi di Tengah Ketidakpastian

Proyeksi harga emas spot bisa melesat hingga 30% di 2026. Simak pula target emas Antam yang menjanjikan cuan besar bagi investor.

Wiski Bali Libarron Merambah Singapura, Ini Peluang Lovina Beach Brewery (STRK)?
| Sabtu, 04 April 2026 | 07:00 WIB

Wiski Bali Libarron Merambah Singapura, Ini Peluang Lovina Beach Brewery (STRK)?

STRK kini membidik 60% penjualan dari ekspor, mulai dengan wiski Libarron ke Singapura. Strategi ini diambil setelah pasar lokal lesu. 

Antisipasi Dampak B50
| Sabtu, 04 April 2026 | 06:10 WIB

Antisipasi Dampak B50

Jika B50 diterapkan tanpa mekanisme pengaman yang kuat, risiko lonjakan harga minyak goreng semakin besar.

INDEKS BERITA

Terpopuler