Kuliah Gratis

Selasa, 22 September 2026 | 06:11 WIB
Kuliah Gratis
[ILUSTRASI. Yuwono Triatmodjo (KONTAN/Steve GA)]
Yuwono Triatmodjo | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berbicara saat memberikan sambutan pada Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Amanat Nasional (PAN) di JICC pada Jumat (18/9), Presiden Prabowo Subianto berencana menggratiskan biaya pendidikan di sekolah negeri hingga perguruan tinggi negeri. Dengan penuh keyakinan, Prabowo bakal bergegas segera menggelar rapat terbatas (ratas) untuk membahas rencana tersebut.

"Saya akan segera mengadakan ratas, pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis. Nanti akan ada yang bertanya, dari mana uangnya? Uangnya dari dana yang dikorupsi, yang dicolong, yang dicuri," beber Prabowo.

Sejauh catatan yang tersedia, merujuk publikasi yang diterbitkan Sekretariat Kabinet, pada 20 Oktober 2025 silam, Kejaksaan Agung menyerahkan uang pengganti kerugian negara senilai Rp 13,25 triliun.

Namun kala itu, Prabowo lebih banyak menyinggung soal membangun desa nelayan dengan fasilitas modern. Dia menargetkan hingga akhir 2026, akan berdiri setidaknya 1.100 desa nelayan, yang menelan anggaran Rp 22 miliar per desa. "Jadi Rp 13 triliun ini berarti kita bisa membangun 600 kampung nelayan," tutur Prabowo dalam siaran pers yang dirilis Sekretariat Kabinet.

Kala itu tak ada wacana menggiring sebagian dari uang pengganti kerugian negara untuk menggratiskan Pendidikan di level universitas.

Dan kini, pernyataan Prabowo pun memantik reaksi. Seperti ditulis kontan.co.id, asset recovery (dana sitaan hasil korupsi) menurut Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani tidak dapat dijadikan sumber utama karena penerimaannya tidak selalu pasti dan sulit diproyeksikan.

Sementara dari studi Celios menghitung, kebutuhan pendidikan tinggi gratis Rp 91,8 triliun per tahun. Kalau dibayar menggunakan asset recovery tentu tidak cukup beber Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara.

Jika tak mau dbilang sekadar omon-omon, ketersediaan dana yang jelas dan mencukupi tentu menjadi prasyarat pelaksanaan inisiatif bapak Presiden. Anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2027 yang diproyeksi mencapai Rp 232,5 triliun, pastinya akan sangat bermanfaat jika sebagian dialihkan.

Catatan Kemendikti Saintek menyebutkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Indonesia pada tahun 2024 baru mencapai 32%.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Moneymaxxing, Cara Cerdik Mengoptimalkan Tiap Rupiah yang Ada
| Minggu, 08 November 2026 | 16:21 WIB

Moneymaxxing, Cara Cerdik Mengoptimalkan Tiap Rupiah yang Ada

Moneymaxxing belakangan jadi tren dalam pengelolaan keuangan. Simak penjelasannya!                  

Waralaba Perlu Inovasi biar Tak Tenggelam Saat Pasar Jenuh
| Minggu, 08 November 2026 | 08:58 WIB

Waralaba Perlu Inovasi biar Tak Tenggelam Saat Pasar Jenuh

Industri waralaba di Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan, meski lajunya melambat di tengah kondisi ekonomi yang menantang. 

Inspirasi Bos OSL Indonesia: Belajar Mandiri dari Sosok Ayah
| Minggu, 08 November 2026 | 07:55 WIB

Inspirasi Bos OSL Indonesia: Belajar Mandiri dari Sosok Ayah

Kemauan untuk mencari tahu dan ketekunan dalam mempelajari sesuatu juga menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai hal.

Memetik Cuan dari Jasa Foto Instan
| Minggu, 08 November 2026 | 06:35 WIB

Memetik Cuan dari Jasa Foto Instan

Jasa foto instan menjadi peluang usaha yang menarik di tengah maraknya berbagai event. Pelaku usaha menawarkan pengalama

Sambung Konektivitas dan Kontribusi Nyata di Wilayah 3T
| Minggu, 08 November 2026 | 06:15 WIB

Sambung Konektivitas dan Kontribusi Nyata di Wilayah 3T

TBIG menjaga keterhubungan jaringan untuk kelangsungan bisnis dengan menerapkan prinsip keberlanjutan. Apa saja upayanya

Sagu Sebagai Substitusi Tapioka
| Minggu, 08 November 2026 | 06:10 WIB

Sagu Sebagai Substitusi Tapioka

Impor tapioka sebesar 267.062 ton pada tahun 2024,  jumlahnya turun ketimbang 2019 sebesar 300.000 ton per tahun. 

Dari Premi Kecil Menuju Pasar yang Lebih Besar
| Minggu, 08 November 2026 | 06:10 WIB

Dari Premi Kecil Menuju Pasar yang Lebih Besar

Dengan premi lebih murah dan kanal digital, asuransi mikro berpeluang menjangkau masyarakat yang belum memiliki perlindungan.

 
Menara Gading Ekonomi
| Minggu, 08 November 2026 | 06:10 WIB

Menara Gading Ekonomi

Di atas kertas, Indonesia tampil sebagai salah satu ekonomi pesat di antara negara-negara besar dunia.

Dorong Penetrasi lewat Ojek Online hingga Kurir
| Minggu, 08 November 2026 | 06:10 WIB

Dorong Penetrasi lewat Ojek Online hingga Kurir

Pemerintah mendorong ojol, kurir, perusahaan, dan instansi menggunakan motor listrik. Kebijakan yang tepat?

Masa Berat dan Paradoks Angka 33 Juta Investor
| Minggu, 08 November 2026 | 05:30 WIB

Masa Berat dan Paradoks Angka 33 Juta Investor

Apapun profil risiko, hindari saham tidak likuid, konsentrasi kepemilikan tinggi dan rekomendasi media sosial yang menjanjikan keuntungan instan.

INDEKS BERITA

Terpopuler