Kuliah Gratis
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berbicara saat memberikan sambutan pada Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Amanat Nasional (PAN) di JICC pada Jumat (18/9), Presiden Prabowo Subianto berencana menggratiskan biaya pendidikan di sekolah negeri hingga perguruan tinggi negeri. Dengan penuh keyakinan, Prabowo bakal bergegas segera menggelar rapat terbatas (ratas) untuk membahas rencana tersebut.
"Saya akan segera mengadakan ratas, pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis. Nanti akan ada yang bertanya, dari mana uangnya? Uangnya dari dana yang dikorupsi, yang dicolong, yang dicuri," beber Prabowo.
Sejauh catatan yang tersedia, merujuk publikasi yang diterbitkan Sekretariat Kabinet, pada 20 Oktober 2025 silam, Kejaksaan Agung menyerahkan uang pengganti kerugian negara senilai Rp 13,25 triliun.
Namun kala itu, Prabowo lebih banyak menyinggung soal membangun desa nelayan dengan fasilitas modern. Dia menargetkan hingga akhir 2026, akan berdiri setidaknya 1.100 desa nelayan, yang menelan anggaran Rp 22 miliar per desa. "Jadi Rp 13 triliun ini berarti kita bisa membangun 600 kampung nelayan," tutur Prabowo dalam siaran pers yang dirilis Sekretariat Kabinet.
Kala itu tak ada wacana menggiring sebagian dari uang pengganti kerugian negara untuk menggratiskan Pendidikan di level universitas.
Dan kini, pernyataan Prabowo pun memantik reaksi. Seperti ditulis kontan.co.id, asset recovery (dana sitaan hasil korupsi) menurut Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani tidak dapat dijadikan sumber utama karena penerimaannya tidak selalu pasti dan sulit diproyeksikan.
Sementara dari studi Celios menghitung, kebutuhan pendidikan tinggi gratis Rp 91,8 triliun per tahun. Kalau dibayar menggunakan asset recovery tentu tidak cukup beber Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara.
Jika tak mau dbilang sekadar omon-omon, ketersediaan dana yang jelas dan mencukupi tentu menjadi prasyarat pelaksanaan inisiatif bapak Presiden. Anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2027 yang diproyeksi mencapai Rp 232,5 triliun, pastinya akan sangat bermanfaat jika sebagian dialihkan.
Catatan Kemendikti Saintek menyebutkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Indonesia pada tahun 2024 baru mencapai 32%.
