Kuota Dipangkas, Bisnis Daging Sapi Terancam Amblas

Selasa, 13 Januari 2026 | 07:04 WIB
Kuota Dipangkas, Bisnis Daging Sapi Terancam Amblas
[ILUSTRASI. Realisasi impor daging sapi (KONTAN/Fransiskus Simbolon)]
Reporter: Rilanda Virasma | Editor: Dadan M. Ramdan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan pemerintah memangkas kuota impor daging sapi bagi swasta menjadi 30.000 ton pada tahun ini menuai keberatan. Padahal jatah impor daging sapi untuk swasta pada tahun 2025 lalu, mencapai 180.000 ton.

Tak pelak, sejumlah asosiasi berteriak karena kebijakan tersebut berpotensi mengganggu kelangsungan usaha, memicu pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga mendorong kenaikan harga daging dan produk olahannya.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

DKFT Menebar Dividen Interim Senilai Rp 169 Miliar
| Jumat, 04 September 2026 | 06:51 WIB

DKFT Menebar Dividen Interim Senilai Rp 169 Miliar

Dalam aksi korporasi ini, setiap pemegang saham DKFT akan memperoleh dividen interim sebesar Rp 30 per saham.

Siapkan Dana Rp 500 Miliar, ERAA Akan Buyback Saham
| Jumat, 04 September 2026 | 06:48 WIB

Siapkan Dana Rp 500 Miliar, ERAA Akan Buyback Saham

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) berencana melaksanakan aksi buyback saham dengan periode pelaksanaan mulai 4 September hingga 4 Desember 2026. ​

Saham Sektor Energi Kembali Bertaji
| Jumat, 04 September 2026 | 06:43 WIB

Saham Sektor Energi Kembali Bertaji

Lonjakan harga komoditas di pasar global menopang pergerakan saham emiten energi dalam sebulan terakhir.

Waspadai Risiko Lonjakan Beban Bunga Utang
| Jumat, 04 September 2026 | 06:35 WIB

Waspadai Risiko Lonjakan Beban Bunga Utang

Tingkat yield surat berharga negara acuan tenor 10 tahun meyentuh level 7,23%                       

Relaksasi Aturan DHE Berpotensi Perkuat Likuiditas Valas Bank Swasta
| Jumat, 04 September 2026 | 06:35 WIB

Relaksasi Aturan DHE Berpotensi Perkuat Likuiditas Valas Bank Swasta

Relaksasi DHE SDA membuka peluang bank swasta memperkuat likuiditas valas dengan menarik dana eksportir

Bunga Spesial BLU Dibatasi, Biaya Dana Bank Bakal Turun
| Jumat, 04 September 2026 | 06:30 WIB

Bunga Spesial BLU Dibatasi, Biaya Dana Bank Bakal Turun

Kementerian Keuangan membatasi bunga simpanan SMV untuk menekan biaya dana bank dan mendorong kredit lebih murah.

Sentimen Global Bikin Yield SBN Menanjak
| Jumat, 04 September 2026 | 06:15 WIB

Sentimen Global Bikin Yield SBN Menanjak

Di tengah lonjakan yield SBN yang membayangi pasar obligasi, investor disarankan memprioritaskan instrumen berdurasi pendek. 

Harga Nikel Terus Melemah, Prospek Saham NCKL Masih Merekah
| Jumat, 04 September 2026 | 06:07 WIB

Harga Nikel Terus Melemah, Prospek Saham NCKL Masih Merekah

Sepanjang semester I, NCKL berhasil mencetak laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 5,81 triliun.

Belanja Konsumen Mulai Melandai
| Jumat, 04 September 2026 | 06:00 WIB

Belanja Konsumen Mulai Melandai

Mandiri Spending Index (MSI) mencatat belanja naik 6,4% secara tahunan pada kuartal I, kemudian 6,1% pada kuartal II.

Ekspansi Tambang Emas Pani Genjot Kinerja Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)
| Jumat, 04 September 2026 | 06:00 WIB

Ekspansi Tambang Emas Pani Genjot Kinerja Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengejar target produksi emas sekitar 100.000 ons di tahun 2026

INDEKS BERITA

Terpopuler