Kurs Rupiah dalam Sepekan Tertekan Sentimen Eksternal

Sabtu, 29 Januari 2022 | 04:40 WIB
Kurs Rupiah dalam Sepekan Tertekan Sentimen Eksternal
[ILUSTRASI. Rupiah dalam sepekan tertekan sentimen ekternal mulai dari nada hawkish hingga ketegangan geopolitik./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/05/05/2021.]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah ditutup menguat di akhir pekan ini. Jumat (28/1), kurs rupiah bergerak menguat 0,1% di Rp 14.375 per dollar Amerika Serikat (AS). Namun, dalam sepekan, kurs rupiah melemah 0,27%. 

Sementara kurs JISDOR BI naik tipis 0,02% menjadi Rp 14.381 per dollar AS. Dalam sepekan, kurs JISDOR melemah 0,24%.

Analis Monex Investindo Futures Andian Wijaya mengatakan, rupiah menguat di akhir pekan karena pasar profit taking terhadap dollar AS, setelah menguat tajam karena The Fed bersikap hawkish. Tak heran sepekan ini rupiah masih tertekan. 

Baca Juga: Dolar AS Jadi Safe Haven Incaran, Rupiah Melemah 0,27% Dalam Sepekan

"Pelaku pasar membeli dollar AS dengan spekulasi kenaikan suku bunga acuan di AS setidaknya tiga kali pada tahun 2022," ujar Andian. The Fed sudah resmi mengumumkan bakal menaikkan tingkat suku bunga acuan pada Maret nanti. 

Ekonom Sucor Sekuritas Ahmad Mikail meyakini, sentimen The Fed telah menjadi katalis negatif pergerakan rupiah dalam beberapa hari terakhir. Namun, di luar sentimen tersebut, semakin panasnya ketegangan geopolitik di Eropa Timur juga turut jadi katalis negatif. 

Sepanjang pekan ini, eskalasi ketegangan antara Rusia dan Ukraina meningkat. Dampak dari ketegangan tersebut adalah meningkatnya harga minyak dunia yang telah menembus US$ 88 per barel. Indonesia sebagai negara importir minyak, akan terdampak dan membuat rupiah tertekan. 

Baca Juga: Rupiah Jisdor Menguat 0,03% ke Rp 14.381 Per Dolar AS Pada Perdagangan Jumat (28/1)

Bagikan

Berita Terbaru

Cek Jadwal Penerbitan SBN Ritel 2026, Pekan Depan ORI029 Jadi Pembuka
| Jumat, 23 Januari 2026 | 15:56 WIB

Cek Jadwal Penerbitan SBN Ritel 2026, Pekan Depan ORI029 Jadi Pembuka

Pemerintah siapkan 7 seri SBN Ritel 2026, ORI029 jadi pembuka. Lihat jadwal sementara penerbitan SBN Ritel.

Izin Tambang Emas Martabe Melayang, Investor Asing Justru Rajin Borong Saham ASII
| Jumat, 23 Januari 2026 | 08:50 WIB

Izin Tambang Emas Martabe Melayang, Investor Asing Justru Rajin Borong Saham ASII

PT Astra International Tbk (ASII) saat ini dipersepsikan sebagai deep value stock oleh investor global.

Profit Taking Bayangi Emiten Prajogo Pangestu, Intip Proyeksi Ambisius BRPT ke Depan
| Jumat, 23 Januari 2026 | 08:29 WIB

Profit Taking Bayangi Emiten Prajogo Pangestu, Intip Proyeksi Ambisius BRPT ke Depan

Pendapatan BRPT diperkirakan tumbuh sebesar 41,4% dan EBITDA sebesar 40,2% selama periode 2024-2029.

Bursa Kripto Kedua Hadir, Apa Dampak Bagi Investor Aset Digital?
| Jumat, 23 Januari 2026 | 08:05 WIB

Bursa Kripto Kedua Hadir, Apa Dampak Bagi Investor Aset Digital?

Secara struktur pasar, kehadiran bursa kedua dapat memperkuat kompetisi.  Kedua bursa dapat mendorong transparansi harga.

Indeks Saham Indonesia Terjun Bebas ke Bawah 9.000, Simak Pergerakan IHSG Hari Ini
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:58 WIB

Indeks Saham Indonesia Terjun Bebas ke Bawah 9.000, Simak Pergerakan IHSG Hari Ini

Pelemahan IHSG di tengah bursa global dan nilai tukar rupiah menguat. Pemicunya, aksi jual di sejumlah sektor dan emiten berkapitalisasi besar.

Investor Panik, Duit Asing Kabur Hingga Rp 4 Triliun, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:35 WIB

Investor Panik, Duit Asing Kabur Hingga Rp 4 Triliun, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Net sell asing berawal dari rencana Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk keponakannya, Thomas pmenjadi Deputi Gubernur BI.

Marak Aksi Korporasi, Kenapa Saham RAJA dan RATU Masih Kompak Terkoreksi?
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:30 WIB

Marak Aksi Korporasi, Kenapa Saham RAJA dan RATU Masih Kompak Terkoreksi?

Dalam jangka panjang RATU dapat menjadi operator penuh atau memimpin kerja sama dengan mitra berskala besar, baik di dalam maupun luar negeri.

Sinarmas Land Masih Mengandalkan KPR
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:06 WIB

Sinarmas Land Masih Mengandalkan KPR

Transaksi penjualan properti Sinarmas Land masih didominasi kredit pemilikan rumah (KPR), khususnya untuk produk rumah tapak dan ruko.

Perbankan Digital Akan Ekspansif  Kejar Pertumbuhan Kredit
| Jumat, 23 Januari 2026 | 06:55 WIB

Perbankan Digital Akan Ekspansif Kejar Pertumbuhan Kredit

​Bank digital tetap optimistis menatap prospek kredit 2026, meski ketidakpastian global dan persaingan industri masih menjadi tantangan utama.

BINO Amankan Kontrak Bantex Rp 35 Miliar, Berdampak Positif ke Keuangan 2026
| Jumat, 23 Januari 2026 | 06:43 WIB

BINO Amankan Kontrak Bantex Rp 35 Miliar, Berdampak Positif ke Keuangan 2026

Pembayaran sebesar 100% dari nilai invoice, paling lambat 120 hari setelah produk diterima dan disetujui oleh PT Deli Group Indonesia Jakarta,

INDEKS BERITA

Terpopuler