Kurs Rupiah Digerakkan Tarik Ulur Sentimen Dalam dan Luar Negeri

Selasa, 22 Februari 2022 | 04:50 WIB
Kurs Rupiah Digerakkan Tarik Ulur Sentimen Dalam dan Luar Negeri
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah diprediksi bergerak sideways hari ini. Ada tarik menarik antara sentimen negatif dan positif yang mempengaruhi rupiah.

Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri menjelaskan, pelaku pasar masih mencermati konflik Rusia dan Ukraina yang dikhawatirkan membuat harga energi naik. "Selain itu, pasar juga masih menunggu kebijakan The Fed setelah tapering berakhir," kata dia, kemarin. 

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menambahkan, ada kabar positif Presiden AS Joe Biden akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Tapi, Menteri Luar Negeri AS mengatakan, Rusia juga menambah jumlah pasukan di Belarusia. 

Baca Juga: Kondisi Eksternal Diyakini Kembali Membuat Rupiah Sideways pada Selasa (22/2)

Di sisi lain, kasus aktif Covid-19 di dalam negeri mulai menunjukkan tren turun. Ini membuat investor optimistis. Kondisi ini akan membawa aliran dana asing masuk. 

Faisyal melihat aset berisiko seperti rupiah masih bisa melemah. Dia memperkirakan rupiah bergerak antara Rp 14.275-Rp 14.370. Sementara Reny memperkirakan, rupiah akan bergerak antara Rp 14.300-Rp 14.366.

Kemarin, kurs spot rupiah turun 0,07% menjadi Rp 14.328. Kurs Jisdor naik 0,07% ke Rp 14.329 per dollar AS. 

Baca Juga: Masih Ditekan Sentimen Eksternal, Rupiah Bisa Melemah Lagi pada Selasa (22/2)

Bagikan

Berita Terbaru

Marketing Sales Capai Rp 7,59 Triliun, Daya Beli Jadi Sentimen Penentu Kinerja CTRA
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Marketing Sales Capai Rp 7,59 Triliun, Daya Beli Jadi Sentimen Penentu Kinerja CTRA

Risiko utama CTRA berasal dari tingginya suku bunga KPR, pelemahan daya beli, dan ketatnya likuiditas perbankan.

Pasar Saham Ditekan Langkah MSCI, Kripto bisa Jadi Opsi Diversifikasi Portofolio
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Pasar Saham Ditekan Langkah MSCI, Kripto bisa Jadi Opsi Diversifikasi Portofolio

Tingginya frekuensi perdagangan kripto tidak serta-merta merepresentasikan keyakinan investasi jangka panjang.

GOTO Rebound 8,33% ke Rp 26, Simak Prediksi Teknikalnya
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 09:00 WIB

GOTO Rebound 8,33% ke Rp 26, Simak Prediksi Teknikalnya

GOTO menyentuh level terendah sepanjang masa pada Jumat (16/10) usai pengumuman wacana MSCI menurunkan pasar saham Indonesia ke standalone market.

Bukan ICBP atau MYOR, Saham Konsumer Ini yang Paling Diincar Asing saat Pasar Tekanan
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Bukan ICBP atau MYOR, Saham Konsumer Ini yang Paling Diincar Asing saat Pasar Tekanan

BRI Danareksa memperkirakan pendapatan ICBP tumbuh 7,5% secara tahunan pada kuartal III 2026, dan margin kotor diproyeksikan turun menjadi 33%.

Wajah Baru IHSG Tanpa Saham HSC
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:16 WIB

Wajah Baru IHSG Tanpa Saham HSC

Tanpa saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholder concentration (HSC), volatilitas IHSG justru berpotensi lebih tinggi

Usai Rebound, IHSG Rabu (21/10) Rawan Koreksi
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:08 WIB

Usai Rebound, IHSG Rabu (21/10) Rawan Koreksi

Penguatan IHSG terjadi setelah pelaku pasar merespons positif sejumlah langkah otoritas bursa untuk memenuhi standar MSCI.

IHSG Memantul Sementara, Waspadai Volatilitas yang Masih Tinggi
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:36 WIB

IHSG Memantul Sementara, Waspadai Volatilitas yang Masih Tinggi

Kenaikan IHSG pada perdagangan Selasa (20/10 kemarin belum cukup untuk menandai pasar saham Indonesia telah pulih. 

Pertumbuhan Belum Ungkit Daya Beli
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:23 WIB

Pertumbuhan Belum Ungkit Daya Beli

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menyoroti kinerja ekonomi dari sisi daya beli masyarakat dan perkembangan dunia usaha.

Tuntut Karhutla Jadi Bencana Nasional
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:18 WIB

Tuntut Karhutla Jadi Bencana Nasional

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengungkapkan adanya keterlibatan pihak asing dalam 98 kasus karhutla yang melibatkan korporasi

Investasi Belum Optimal Buka Lapangan Kerja
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:10 WIB

Investasi Belum Optimal Buka Lapangan Kerja

PHK masih menunjukkan tren peningkatan dan porsi pekerja informal terus bertambah. Sepanjang Januari-September 2026, angka PHK  63.789 kasus,

INDEKS BERITA

Terpopuler