Laba Bersih NIKL, Emiten Asosiasi KRAS di Semester I-2021 Terbang 769,83 Persen

Rabu, 21 Juli 2021 | 10:43 WIB
Laba Bersih NIKL, Emiten Asosiasi KRAS di Semester I-2021 Terbang 769,83 Persen
[ILUSTRASI. Pekerja PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) mengemas tinplate atau lembar timah di kawasan Industri Cilegon Banten. DOK/KONTAN/1/9/2009]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) melaporkan kinerja keuangan yang positif di paruh pertama 2021. Rapor biru tercetak, baik di sisi penjualan maupun laba bersih.

Per 30 Juni 2021, penjualan NIKL tumbuh 29,95% secara year on year (yoy) menjadi sekitar US$ 90,62 juta.

Hampir seluruh nilai penjualan emiten yang terasosiasi dengan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) itu  dikontribusi oleh penjualan di pasar domestik, yakni mencapai 99,41%.

 

 

Meski beban penjualan ikut bertumbuh, NIKL masih mampu menbukukan laba kotor sekitar US$ 7,29 juta.

Keberhasilan manajemen NIKL memangkas beban, terutama beban administrasi yang turun sekitar 32,87% menjadi US$ 1,44 juta, membuat profitabilitas NIKL tetap terjaga.

Baca Juga: Makin ciamik, laba bersih Krakatau Steel (KRAS) melonjak 601% di semester I-2021

Dus, laba bersih periode berjalan NIKL per 30 Juni 2021 berhasil melambung 769,83 persen menjadi US$ 2,52 juta.

NIKL merupakan emiten penghasil tinplate hasil kongsi KRAS dengan sejumlah perusahaan Jepang. Yakni Nippon Steel & Sumitomo Metal Corp (35%), Mitsui & CO Ltd. (10%) dan Metal One Corporation (5%). 

KRAS sendiri menguasai 20,10% saham NIKL. Lalu, ada nama PT Asabri (Persero) yang memiliki 10,30% saham NIKL.

Selanjutnya: Investor Kakap Profit Taking, Saham EMTK Terus Tertekan Jelang Listing Bukalapak

 

Bagikan

Berita Terbaru

KAI Siap Akuisisi INKA pada Akhir Tahun Ini
| Kamis, 04 Juni 2026 | 05:15 WIB

KAI Siap Akuisisi INKA pada Akhir Tahun Ini

Merger Kereta Api Indonesia (KAI) dan Industri Kereta Api (INKA) bisa mengurangi ketergantungan komponen kereta api impor.

Outlook Negatif Peringkat Utang Danantara Investment
| Kamis, 04 Juni 2026 | 05:15 WIB

Outlook Negatif Peringkat Utang Danantara Investment

Moody’s Ratings menetapkan peringkat Baa2 untuk instrumen investasi yang diterbitkan oleh PT Danantara Investment Management (DIM). 

Program MBG Menjadi Bancakan Korupsi Pejabat BGN
| Kamis, 04 Juni 2026 | 05:10 WIB

Program MBG Menjadi Bancakan Korupsi Pejabat BGN

Mantan petinggi BGN ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola MBG periode 2025–2026.​

Rasa Nusantara Tetap Dijaga
| Kamis, 04 Juni 2026 | 05:00 WIB

Rasa Nusantara Tetap Dijaga

Pemerintah mulai menyiapkan layanan bagi jemaah haji Indonesia salah satunya konsumsi menjelang kedatangan gelombang kedua di Madinah.

Kopdes Merah Putih dan Masa Depan Bumdes
| Kamis, 04 Juni 2026 | 04:59 WIB

Kopdes Merah Putih dan Masa Depan Bumdes

Bumdes memiliki karakter yang unik dibandingkan pelaku ekonomi lainnya, yang justru dapat mendukung keberhasilan Kopdes.

IHSG Terjun 4,11%, Rupiah Dekati Rp18.000 Per Dolar AS, Intip Prediksi Hari Ini
| Kamis, 04 Juni 2026 | 04:55 WIB

IHSG Terjun 4,11%, Rupiah Dekati Rp18.000 Per Dolar AS, Intip Prediksi Hari Ini

IHSG tumbang ke level terendah sejak 2021, memicu kekhawatiran pasar. Namun, sejumlah analis melihat ini sebagai peluang. 

Rupiah Loyo, Utang Valas Multifinance Masih Terjaga
| Kamis, 04 Juni 2026 | 04:35 WIB

Rupiah Loyo, Utang Valas Multifinance Masih Terjaga

Kurs rupiah yang terus memerah meningkatkan risiko atas pendanaan multifinance dengan menggunakan valuta asing 

Supra Boga Lestari (RANC) Bidik Pertumbuhan Dua Digit
| Kamis, 04 Juni 2026 | 04:35 WIB

Supra Boga Lestari (RANC) Bidik Pertumbuhan Dua Digit

Pencapaian pada kuartal pertama tahun ini turut ditopang oleh momentum musiman yang biasanya mendorong konsumsi masyarakat.

Laju Penjualan Mobil Bekas Mulai Tersendat
| Kamis, 04 Juni 2026 | 04:20 WIB

Laju Penjualan Mobil Bekas Mulai Tersendat

Meski jumlah unit yang terjual menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu, margin penjualan justru meningkat.

GOTO Dilanda Sentimen Negatif Usai Cetak Laba Pertama, Begini Saran Analis
| Rabu, 03 Juni 2026 | 14:15 WIB

GOTO Dilanda Sentimen Negatif Usai Cetak Laba Pertama, Begini Saran Analis

Selama ini GOTO menerapkan take rate 20% dari mitra pengemudi, lebih tinggi dari kompetitor yang 10%.

INDEKS BERITA