Laba Naik Hampir Empat Kali Lipat, Chevron Akan Meningkatkan Investasi di Gas Alam

Sabtu, 30 April 2022 | 10:05 WIB
Laba Naik Hampir Empat Kali Lipat, Chevron Akan Meningkatkan Investasi di Gas Alam
[ILUSTRASI. Pom bensin terbesar di dunia miliki Chevron yang berada di Terrible’s Road House, Jean, Nevada, AS, 27 Februari 2022. REUTERS/Bing Guan]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - HOUSTON. Chevron Corp pada Jumat membukukan laba kuartalan tertinggi selama 10 tahun terakhir mengikuti harga minyak dan gas yang melonjak. Raksasa minyak dan gas Amerika Serikat itu juga mengumumkan rencana untuk meningkatkan investasi dalam gas alam sejalan dengan kenaikan permintaan dunia.

Harga minyak membumbung makin tinggi setelah Rusia menginvasi Ukraina, meningkatkan keuntungan bagi perusahaan minyak utama di seluruh dunia. Perusahaan berjanji untuk meningkatkan produksi minyak, sejalan dengan seruan Gedung Putih untuk memproduksi lebih banyak bahan bakar fosil di saat negara-negara Eropa dan lainnya mencoba untuk melepaskan diri dari energi Rusia.

Chief Executive Chevron Mike Worth mengatakan perusahaan sedang mempertimbangkan investasi tambahan dalam bahan bakar terbarukan dan gas alam cair (LNG). "Ini adalah area prioritas tinggi bagi kami karena permintaan pasar ada di situ," kata Wirth. Dia menambahkan Chevron sedang mendiskusikan investasi LNG baru di Teluk AS sekaligus memperluas proyek di Israel. 

AS adalah pengekspor LNG terbesar di dunia. Pemerintahan Joe Biden berjuang keras untuk meningkatkan pasokan ke Eropa karena Rusia mengancam pasokan benua itu setelah sanksi berat dijatuhkan pada Moskow.

Baca Juga: Meskipun Menggandakan Laba Per Saham, Kinerja Exxon Jauh dari Perkiraan Wall Street

Chevron juga dalam pembicaraan dengan sejumlah perusahaan untuk menjalin kemitraan potensial dalam industri bahan bakar terbarukan. "Saya tidak ingin meninggalkan kesan bahwa kami akan pergi ke balapan untuk melakukan apa pun besok," kata Wirth. "Kami benar-benar berpegang pada proyeksi jangka panjang."

Produsen minyak AS terbesar kedua itu membukukan laba yang disesuaikan sebesar US$ 6,5 miliar atau US$ 3,36 per saham untuk kuartal pertama. Pada periode yang sama tahun lalu, Chevron mencetak US$ 1,7 miliar, atau 90 sen per saham.

Produksi minyak dan gas Chevron AS naik 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada kuartal pertama, Chevron memompa 692.000 barel minyak dan gas per hari (boed) di cekungan Permian. Perusahaan itu meningkatkan proyeksi produksi setahun penuh ke kisaran 700.000 hingga 750.000 boed. "Chevron memenuhi tugasnya untuk menumbuhkan pasokan domestik," kata Wirth.

Harga minyak jenis Brent, yang merupakan acuan global, rata-rata US$ 114 per barel pada kuartal pertama. Pasokan energi mengetat di seluruh dunia karena permintaan sudah mendekati level prapandemi.

Saham Chevron turun lebih dari 2% pada US$ 158 per saham pada perdagangan sore. Pendapatan naik 70% menjadi US$ 54,4 miliar pada kuartal pertama, di atas konsensus Refinitiv sebesar US$ 47,9 miliar.

Kenaikan pendapatan yang mengikuti harga minyak yang lebih tinggi, memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan pengembalian kepada pemegang saham, memperluas bisnis rendah karbon sekaligus membayar utang. 

Demikian prioritas yang disampaikan Chief Financial Officer Pierre Breber kepada Reuters. "Pertama dividen. Kedua investasi bisnis. Ketiga menjaga keseimbangan neraca yang kuat. Dan keempat mengembalikan kelebihan kas kepada pemegang saham," katanya.

Chevron awal tahun ini meningkatkan pembayaran dividennya sebesar 6% menjadi US$ 1,42 per saham dan meningkatkan program pembelian kembali menjadi US$ 10 miliar per tahun; itu membeli kembali US$ 1,3 miliar saham di kuartal terakhir. Perusahaan dapat meningkatkan pembelian kembali lebih lanjut. Namun Chevron ingin tingkat yang dapat dipertahankan ketika industri minyak mengalami penurunan, kata Breber.

Baca Juga: Menyusul Perusahaan Energi Global Lain, Petronas Malaysia Angkat Kaki dari Myanmar

Chevron masih menentukan dampak kuartal kedua dari kerusakan badai pada Konsorsium Pipa Kaspia (CPC), jalur untuk memindahkan minyak mentah dari Kazakhstan ke pantai Laut Hitam Rusia, yang kembali beroperasi setelah beberapa minggu. Chevron memiliki 15% saham di lini itu.

Gangguan di CPC, yang mengangkut sekitar 1% minyak mentah dunia dari Kazakhstan, berkontribusi pada penurunan 8% dalam produksi minyak dan gas internasional Chevron pada kuartal tersebut, menurut presentasi perusahaan.

Barel yang mengalir melalui CPC dijual dengan harga diskon ke Brent hingga $10 per barel karena risiko keamanan, kata Wirth.

Konsorsium mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka telah sepenuhnya memulihkan kapasitas pemuatan terminal minyak Laut Hitam setelah menyelesaikan perbaikan.

Bagikan

Berita Terbaru

Agrinas Kelola Koperasi Merah Putih Selama Dua Tahun
| Jumat, 24 Juli 2026 | 05:25 WIB

Agrinas Kelola Koperasi Merah Putih Selama Dua Tahun

Agrinas Pangan belum bersedia menjelaskan lebih rinci mengenai sejumlah isu pengadaan KDKMP yang belakangan menjadi sorotan.

Relaksasi DHE SDA atas Transaksi Eksportir dengan Empat Negara
| Jumat, 24 Juli 2026 | 05:20 WIB

Relaksasi DHE SDA atas Transaksi Eksportir dengan Empat Negara

Pemerintah memberi keringanan aturan DHE SDA bagi transaksi dengan empat negara mitra               

TNI-Polri Terlibat Program MBG
| Jumat, 24 Juli 2026 | 05:20 WIB

TNI-Polri Terlibat Program MBG

Keterlibatan TNI-Polri di program makan bergizi gratis (MBG) memantik pertanyaan soal kapasitas lembaga sipil.

Tambahan Spektrum Frekuensi Bikin Prospek Emiten Telekomunikasi Semakin Seksi
| Jumat, 24 Juli 2026 | 05:19 WIB

Tambahan Spektrum Frekuensi Bikin Prospek Emiten Telekomunikasi Semakin Seksi

Tambahan spektrum frekuensi jadi katalis positif emiten telekomunikasi. Ini berpotensi meningkatkan kualitas jaringan dan kapasitas layanan data.

Revisi Aturan Pekerja Alih Daya Picu Polemik Baru
| Jumat, 24 Juli 2026 | 05:10 WIB

Revisi Aturan Pekerja Alih Daya Picu Polemik Baru

Apindo mempertanyakan aturan khusus pekerja alih daya atau outsourcing di lingkungan BUMN dan pertambangan

Kendati Permodalan Perbankan Turun, Ruang Ekspansi Kredit Tetap Besar
| Jumat, 24 Juli 2026 | 05:00 WIB

Kendati Permodalan Perbankan Turun, Ruang Ekspansi Kredit Tetap Besar

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan CAR perbankan berada di 23,74% per Mei 2026.                

Turun 2 Hari, Intip Prediksi Arah IHSG Menjelang Akhir Pekan, Jumat (24/7)
| Jumat, 24 Juli 2026 | 04:50 WIB

Turun 2 Hari, Intip Prediksi Arah IHSG Menjelang Akhir Pekan, Jumat (24/7)

IHSG masih tercatat naik 3,39% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG mencatat penurunan 26,96%.​

Danantara Rampingkan Perusahaan Keuangan BUMN
| Jumat, 24 Juli 2026 | 04:50 WIB

Danantara Rampingkan Perusahaan Keuangan BUMN

Program streamlining dilakukan Danantara guna meningkatkan daya saing, sekaligus meningkatkan tata kelola.

Jepang dan Proyek LNG di Indonesia
| Jumat, 24 Juli 2026 | 04:33 WIB

Jepang dan Proyek LNG di Indonesia

Blok Masela pada akhirnya menjadi ujian bagi kemampuan Indonesia untuk menegosiasikan posisinya dalam lanskap energi global.

Pasar Obligasi Menarik Seiring Yield Naik, FR dan PBS Jadi Pilihan yang Bisa Dilirik
| Kamis, 23 Juli 2026 | 09:12 WIB

Pasar Obligasi Menarik Seiring Yield Naik, FR dan PBS Jadi Pilihan yang Bisa Dilirik

Minimum pembelian obligasi FR dan FR Syariah di pasar retail relatif terjangkau, mulai dari Rp 1 juta per unit.

INDEKS BERITA