Layanan Bank BSI Hari Ini, Kamis 11 Mei 2023 Masih Mengalami Gangguan, Nasabah Kecewa

Kamis, 11 Mei 2023 | 09:03 WIB
Layanan Bank BSI Hari Ini, Kamis 11 Mei 2023 Masih Mengalami Gangguan, Nasabah Kecewa
[ILUSTRASI. ILUSTRASI - Customer Service melayani nasabah di kantor cabang BRI Syariah, Kebun Jeruk, Jakarta, Selasa (13/10/2020). KONTAN/Carolus Agus Waluyo]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - TANGERANG. Layanan BSI atau PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) hingga Kamis pagi (11/5) sekitar pukul 08.00 WIB masih mengalami gangguan.

Padahal sebelumnya manajemen bank syariah terbesar di Indonesia itu mengumumkan layanan perbankan BSI sudah sempat normal pada Selasa (9/5).

Pantauan KONTAN, gangguan layanan BSI masih terjadi di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Tanah Tinggi, Kota Tangerang. 

Pada pagi ini, sejumlah nasabah yang mendatangi kantor Bank BSI tersebut hanya disambut oleh petugas keamanan bank tersebut di halaman parkir. 

Petugas berseragam cokelat itu menjelaskan bahwa layanan di KCP tersebut masih mengalami gangguan. 

"Maaf masih belum bisa, pak. Sudah empat hari," kata petugas tersebut kepada KONTAN.

Baca Juga: Viral, Rp 1,1 Miliar Duit Investor Hasil Penjualan Waran Diblokir, Ini Penjelasan BEI

Di pintu masuk ruang ATM yang berada tepat di sebelah kantor bank, juga masih tersemat kertas pengumuman yang menginformasikan layanan ATM BSI tidak bisa digunakan.

Iis, salah satu nasabah Bank BSI lantas mencoba melakukan transaksi penarikan dana melalui ATM Link yang berada di dalam gerai minimarket yang berada tak jauh dari KCP BSI Tanah Tinggi.

Kekecewaan tampak jelas di raut wajah pensiunan aparatur sipil negara (ASN) itu lantaran transaksi tersebut ternyata tidak dapat diproses.

Iis mengaku sebelumnya ia juga sempat mencoba melakukan penarikan dana via ATM Bank BSI pada Senin (8/10).

Kini setelah empat hari layanan Bank BSI mengalami gangguan, persediaan uang tunainya hampir habis. Ia pun mengaku kebingungan lantaran banyak kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi. 

Kemarin, 10 Mei 2023 menyampaikan keterbukaan informasi berupa siaran pers di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam publikasi itu, Direktur Utama BSI Hery Gunardi menyebut pada Selasa (9/5/2023), BSI telah berhasil melakukan normalisasi layanan pada jaringan ATM dan kantor cabang. 

Pada hari tersebut, lanjutnya, nasabah telah bisa melakukan transaksi di jaringan cabang dan ATM BSI yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Masih pada hari yang sama, Selasa (9/5/2023) malam, secara bertahap layanan BSI Mobile juga sudah dapat diakses oleh nasabah dengan fitur-fitur basic.

Baca Juga: Cuma ANTM Kasih Nilai Tunai, 4 Waran Terstruktur Jatuh Tempo Bikin Investor Amsyong

Kemudian pada Rabu (10/5/2023) pukul 14.00 WIB, BSI tengah melakukan monitoring dan proses normalisasi transaksi yang berdampak pada layanan BSI tidak bisa diakses sementara waktu yakni layanan di cabang, akses BSI Mobile maupun ATM di seluruh Indonesia. 

Adapun terkait dengan adanya serangan cyber, lanjutnya, pada dasarnya BSI akan melakukan penelusuran atas hal tersebut.

“Hal tersebut perlu pembuktian lebih lanjut melalui audit dan digital forensik. Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, baik itu regulator maupun pemerintah,” tutur Hery.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Nilai Aset Saham Investor Asing Susut Rp 377 Triliun di Kuartal I-2025
| Jumat, 04 April 2025 | 11:17 WIB

Nilai Aset Saham Investor Asing Susut Rp 377 Triliun di Kuartal I-2025

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 29,92 triliun sepanjang tiga bulan pertama tahun ini saat IHSG merosot 8,04%.

Profit 30,24% Setahun, Harga Emas Antam Hari Ini Rontok (4 April 2025)
| Jumat, 04 April 2025 | 09:46 WIB

Profit 30,24% Setahun, Harga Emas Antam Hari Ini Rontok (4 April 2025)

Harga emas Antam (4 April 2025) ukuran 1 gram masih Rp 1.819.000. Di atas kertas pembeli setahun lalu bisa untung 30,24% jika menjual hari ini.

Saham Sektor Bank Indonesia Jadi Salah Satu Favorit Investasi Bank Sentral Norwegia
| Jumat, 04 April 2025 | 09:30 WIB

Saham Sektor Bank Indonesia Jadi Salah Satu Favorit Investasi Bank Sentral Norwegia

Norges Bank lebih pasif dalam mengelola portofolionya di saham penghuni BEI, dengan akumulasi terakhir tercatat pada akhir 2024.

Perlu Intervensi Cegah Rupiah ke Rp 17.000
| Jumat, 04 April 2025 | 09:10 WIB

Perlu Intervensi Cegah Rupiah ke Rp 17.000

Rupiah di pasar offshore sempat bertengger di Rp 16.771 per dolar AS. Ini menjadi performa terburuk rupiah sepanjang masa

Vale Indonesia (INCO) Bakal Dapat Cuan dari Bijih Nikel, Simak Rekomendasi Sahamnya
| Jumat, 04 April 2025 | 08:55 WIB

Vale Indonesia (INCO) Bakal Dapat Cuan dari Bijih Nikel, Simak Rekomendasi Sahamnya

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) diprediksi masih akan menuai pertumbuhan kinerja di tahun 2025, didorong penjualan dari bijih nikel atau nickel ore.

Kepatuhan Formal Wajib Pajak 62%
| Jumat, 04 April 2025 | 08:41 WIB

Kepatuhan Formal Wajib Pajak 62%

Hingga 1 April 2024, pukul 00.01 WIB, pelaporan SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2024 tercatat 12,34 juta

Pacu Segmen Korporasi, Telkom (TLKM) Incar Swasta Hingga BUMN
| Jumat, 04 April 2025 | 08:29 WIB

Pacu Segmen Korporasi, Telkom (TLKM) Incar Swasta Hingga BUMN

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) terus memperkuat pasar pada segmen business to business (B2B) dengan meluncurkan Telkom Solutions.

Kinerja PGAS Tahun Ini Masih Dibayangi Kebijakan Harga Gas
| Jumat, 04 April 2025 | 08:24 WIB

Kinerja PGAS Tahun Ini Masih Dibayangi Kebijakan Harga Gas

Tahun ini PGAS berpotensi menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang kembali berlaku pada 2025.

Masyarakat Menahan Konsumsi di Ramadan dan Idulfitri
| Jumat, 04 April 2025 | 08:10 WIB

Masyarakat Menahan Konsumsi di Ramadan dan Idulfitri

Pelemahan konsumsi di periode Ramadan dan Idulfitri menandakan kelesuan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini

Tarif Impor AS Bikin Industri Alas Kaki Kesulitan, Produk China Kian Mengancam
| Jumat, 04 April 2025 | 08:05 WIB

Tarif Impor AS Bikin Industri Alas Kaki Kesulitan, Produk China Kian Mengancam

China, Vietnam hingga Kamboja berpeluang mencari pasar alternatif dan Indonesia sangat potensial menjadi salah satu tujuan mereka.

INDEKS BERITA

Terpopuler