Lembar Asumsi bagi Pendatang Baru Nuklir

Rabu, 04 November 2026 | 04:10 WIB
Lembar Asumsi bagi Pendatang Baru Nuklir
[ILUSTRASI. Ilustrasi konsep sistem tenaga fisi nuklir di Bulan. (NASA/Dok)]
Yudha Permana Jayadikarta | Kandidat Doktor di Institut Teknologi Bandung (ITB)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Angkanya tampak sederhana, padahal memuat modal pinjaman, harga bahan, dan lama dagangan menunggu pembeli. Harga listrik dari pembangkit nuklir pertama Indonesia kelak akan tampil sesederhana itu. Sebuah kajian atas pembangkit nuklir Rooppur di Bangladesh menghasilkan rata-rata simulasi biaya listrik sepanjang umur pembangkit sebesar US$ 84 per megawatt-jam. Angka itu hanya berlaku bila pembangunan selesai sesuai jadwal dasar kajian dan dibiayai pinjaman dari negara pemasok reaktor dengan biaya modal, yaitu harga dana, yang relatif rendah. Bila pembangunan molor beberapa tahun, biaya listrik naik 10%-20%. Dalam analisis kepekaan kajian yang sama, biaya modal menjadi masukan yang paling menentukan hasil.

Pelajarannya relevan bagi Indonesia, negara pendatang baru energi nuklir (newcomer country). Harga listrik dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama akan banyak ditentukan oleh tiga asumsi di atas kertas, yaitu biaya modal, tahun dasar harga dan lama konstruksi, sebelum reaktornya sendiri ikut dihitung. Tanpa ketiganya, sebutan murah atau mahal belum bisa dinilai.

Baca Juga: Obligasi Korporasi Tertekan Bunga Tinggi, Investor Disarankan Fokus Flight to Quality

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

IHSG Mendekati 4.900, Intip Prediksi Arah dan Rekomendasi Saham Hari Ini (4/11)
| Rabu, 04 November 2026 | 04:50 WIB

IHSG Mendekati 4.900, Intip Prediksi Arah dan Rekomendasi Saham Hari Ini (4/11)

IHSG mengakumulasi pelemahan 6,87% dalam sepekan. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG melemah total 43,28%.

Laju Ekonomi Kuartal III Diramal Melambat
| Rabu, 04 November 2026 | 04:45 WIB

Laju Ekonomi Kuartal III Diramal Melambat

Ekonomi Indonesia kuartal III-2026 dinilai masih tangguh, namun sumbernya semakin tak merata        

Pilihan Startup Terkait AI bagi Modal Ventura Masih Terbatas
| Rabu, 04 November 2026 | 04:20 WIB

Pilihan Startup Terkait AI bagi Modal Ventura Masih Terbatas

Kondisi makroekonomi serta daya beli masyarakat membuat pendirian startup baru di sektor AI cenderung tertahan

Lembar Asumsi bagi Pendatang Baru Nuklir
| Rabu, 04 November 2026 | 04:10 WIB

Lembar Asumsi bagi Pendatang Baru Nuklir

Harga listrik dari PLTN pertama akan banyak ditentukan oleh tiga asumsi di atas kertas, yaitu biaya modal, tahun dasar harga dan lama konstruksi.

Ini Dia Berbagai Pajak Digital yang Dipungut Negara
| Rabu, 04 November 2026 | 04:05 WIB

Ini Dia Berbagai Pajak Digital yang Dipungut Negara

Instrumen pajak transaksi digital, mulai dari konsumsi barang dan jasa dari luar negeri hingga penghasilan pedagang melalui e-commerce

Obligasi Korporasi Tertekan Bunga Tinggi, Investor Disarankan Fokus Flight to Quality
| Selasa, 03 November 2026 | 10:00 WIB

Obligasi Korporasi Tertekan Bunga Tinggi, Investor Disarankan Fokus Flight to Quality

Jika BI-Rate naik lagi, yield benchmark akan terkerek hingga membuat kupon korporasi semakin mahal dan berisiko mendemotivasi emiten.

TAPG Bagi Dividen Interim Senilai Rp 1,38 Triliun
| Selasa, 03 November 2026 | 09:32 WIB

TAPG Bagi Dividen Interim Senilai Rp 1,38 Triliun

PT Triputra Agro Lestari Tbk (TAPG) akan membagikan dividen interim Rp 1,38 triliun. Tiap pemegang saham berhak menerima dividen Rp 70 per saham

MEDC Menyebar Dividen Interim Sebesar US$ 30 Juta
| Selasa, 03 November 2026 | 09:28 WIB

MEDC Menyebar Dividen Interim Sebesar US$ 30 Juta

Keputusan pembagian dividen mendapat persetujuan direksi dan dewan komisaris pada 29 Oktober 2026. Jumlah dividen ini setara Rp 544,86 miliar.​

Tertekan Harga Bahan Baku dan Kurs, Laba Duet Emiten Grup Salim Tergerus
| Selasa, 03 November 2026 | 09:23 WIB

Tertekan Harga Bahan Baku dan Kurs, Laba Duet Emiten Grup Salim Tergerus

Kinerja PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) belum moncer di sepanjang sembilan bulan 2026

Ada Indeks Komoditas Saham Mulai Bernas
| Selasa, 03 November 2026 | 09:15 WIB

Ada Indeks Komoditas Saham Mulai Bernas

Mengawali pekan ini, mayoritas saham emiten di IDX Commodity 20 melaju. Saham komoditas Grup Bakrie dan Grup Barito menguat secara harian.

INDEKS BERITA

Terpopuler