Lingkaran Setan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:10 WIB
Lingkaran Setan
[ILUSTRASI. TAJUK - Ahmad Febrian (KONTAN/Indra Surya)]
Ahmad Febrian | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kamis (30/4), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ambruk, bahkan menjebol 7.000. Kamis (30/4), IHSG tutup di 6.956,8, anjlok 2,03%. Investor asing melakukan aksi jual bersih aliat net sell jumbo Rp 1,48 triliun. Tujuh hari  beruntun net sell  Rp 10,86 triliun. 

Masih di hari terakhir April 2026, rupiah kembali mencatat rekor terburuk sepanjang sejarah. Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia, rupiah tutup di Rp 17.378 per dolar Amerika Serikat (AS) 

Juli 2025, Kontan mengingatkan reli IHSG tidak sepenuhnya ditopang fundamental kuat dan merata. Penguatan indeks waktu itu banyak didorong saham-saham tertentu, terutama terafiliasi dengan kelompok konglomerasi. Kondisi ini menjadi sorotan Morgan Stanley Capital International (MSCI), karena kurang mencerminkan kredibilitas pasar

Upaya pemerintah memenuhi aturan MSCI belum mengubah persepsi investor. Mereka mengkhawatirkan arah kebijakan fiskal dan kualitas belanja pemerintah.

Pelemahan rupiah mencerminkan penurunan kepercayaan terhadap kondisi fiskal domestik. Beban bunga utang Indonesia diproyeksi 

Rp 599,44 triliun pada 2026. Meningkat 8,6% dibanding outlook 2025 sebesar Rp 552,14 triliun. 

Dalam laporan Analisis Kritis Keberlanjutan Utang Indonesia 2026 yang disusun Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), beban bunga utang menyedot sekitar 22,27% dari total pendapatan perpajakan negara. melampaui standar keamanan internasional yang umumnya menempatkan rasio ideal di kisaran 10% dari pendapatan negara. Posisi fiskal Indonesia dinilai  memasuki level waspada tinggi dalam pengelolaan utang

Di sisi lain, sektor riil belum bergerak. Perbankan justru menghadapi fenomena kredit menganggur (undisbursed loan) hingga Maret 2026 mencapai Rp 2.527,46 triliun atau lebih dari 20% total plafon.  Lesunya sektor riil ini berpotensi menggerus pajak dari sektor bisnis. 

Morat-maritnya ekonomi memang warisan era Joko Widodo (Jokowi). Selama berkuasa, ia menggali utang hampir Rp 6.000 triliun. Sudah tahu mendapat warisan buruk, pemerintah malah membikin kabinet gemuk. Dan menjalankan dua program populis yang berpotensi menggerus anggaran: Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih. 

Pemerintah harus berani memutus lingkaran setan ini. Stabilisasi pasar keuangan bergantung kemampuan pemerintah menjaga kredibilitas fiskal dan memperbaiki kualitas pertumbuhan ekonomi domestik.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

GOTO Dilanda Sentimen Negatif Usai Cetak Laba Pertama, Begini Saran Analis
| Rabu, 03 Juni 2026 | 14:15 WIB

GOTO Dilanda Sentimen Negatif Usai Cetak Laba Pertama, Begini Saran Analis

Selama ini GOTO menerapkan take rate 20% dari mitra pengemudi, lebih tinggi dari kompetitor yang 10%.

BUVA Menguat Jelang RUPS, Investor Berburu Cerita Rights Issue
| Rabu, 03 Juni 2026 | 11:02 WIB

BUVA Menguat Jelang RUPS, Investor Berburu Cerita Rights Issue

Analis menilai kenaikan saham BUVA saat ini lebih didominasi faktor teknikal dibandingkan perubahan fundamental yang signifikan.

El Nino Datang, Saham Emiten Perberasan Bakal Terkena Dampak Ikutan?
| Rabu, 03 Juni 2026 | 10:35 WIB

El Nino Datang, Saham Emiten Perberasan Bakal Terkena Dampak Ikutan?

NASI menyiapkan langkah untuk memperluas jaringan pemasok sekaligus mempererat hubungan kemitraan guna menjaga ketersediaan bahan baku.

Produksi Padi Diramal Menyusut Hingga Juli
| Rabu, 03 Juni 2026 | 08:48 WIB

Produksi Padi Diramal Menyusut Hingga Juli

BPS memperkirakan produksi padi nasional Januari hingga Juli 2026 mencapai 38,11 juta ton gabah kering giling (GKG)

Kunjungan Wisman Tertinggi Sejak Pandemi
| Rabu, 03 Juni 2026 | 08:44 WIB

Kunjungan Wisman Tertinggi Sejak Pandemi

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada April 2026 mencapai 1,25 juta kunjungan  

Prospek Manufaktur Masih Belum Membaik
| Rabu, 03 Juni 2026 | 08:15 WIB

Prospek Manufaktur Masih Belum Membaik

Purchasing managers' index (PMI) manufaktur Indonesia pada bulan Mei 2026 di level 50               

PMI Manufaktur Indonesia Ekspansif, Tapi Masih Jauh dari Pemulihan
| Rabu, 03 Juni 2026 | 08:12 WIB

PMI Manufaktur Indonesia Ekspansif, Tapi Masih Jauh dari Pemulihan

Untuk menyatakan sektor manufaktur benar-benar pulih, diperlukan PMI yang mampu bertahan di atas 50,0 selama beberapa bulan berturut-turut.

Rupiah Terpuruk Hampir 3% Sepanjang Mei 2026, Akankan Tekanan Mereda di Juni?
| Rabu, 03 Juni 2026 | 07:59 WIB

Rupiah Terpuruk Hampir 3% Sepanjang Mei 2026, Akankan Tekanan Mereda di Juni?

Secara musiman permintaan dolar AS di dalam negeri biasanya mulai melandai saat memasuki kuartal ketiga.

Asing Terus Net Sell, Penguatan IHSG Terbatas, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 03 Juni 2026 | 07:36 WIB

Asing Terus Net Sell, Penguatan IHSG Terbatas, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Pasar melihat kondisi ekonomi mengkhawatirkan. Surplus neraca dagang April 2026 yang hanya US$ 89,1 juta , terendah dalam enam tahun terakhir.

Rupiah Masih Lemas, Kinerja Emiten Kertas Bisa Bernas
| Rabu, 03 Juni 2026 | 07:35 WIB

Rupiah Masih Lemas, Kinerja Emiten Kertas Bisa Bernas

Di balik pelemahan rupiah yang semakin dalam, dua emiten Grup Sinar Mas di industri kertas dan bubur kertas berpotensi kecipratan berkah.

INDEKS BERITA

Terpopuler