Makanan dan Pakaian Dorong Penjualan Ritel di Bulan Mei

Rabu, 10 Juli 2019 | 08:19 WIB
Makanan dan Pakaian Dorong Penjualan Ritel di Bulan Mei
[]
Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Setelah melandai selama April, penjualan ritel tumbuh lagi di bulan Mei 2019. Ini terindikasi dari hasil Survei Penjualan Eceran yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI).

Dari laporan BI, Indeks Indeks Penjualan Riil (IPR) Mei tercatat sebesar 249,8 poin. Angka ini tumbuh 7,7% year on year (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan IPR April sebesar 6,7% yoy.

Peningkatan itu terutama didorong oleh penjualan subkelompok sandang; suku cadang dan aksesori; serta kelompok makanan, minuman dan tembakau.

Namun, survei memprediksi penjualan eceran Juni akan tumbuh melambat 2,2% yoy ke level 243. Ini sejalan dengan normalnya permintaan konsumen pasca Lebaran.

Survei menyebut pertumbuhan penjualan eceran triwulan II-2019 diperkirakan tumbuh melambat. Hitungan BI, IPR kuartal II-2019 hanya mampu tumbuh 5,5% yoy, melambat dibanding kuartal I-2019 yang tumbuh 8,8% yoy.

Perlambatan tersebut antara lain, karena penurunan penjualan bahan bakar kendaraan bermotor dan penjualan barang budaya dan rekreasi serta perlambatan pertumbuhan penjualan sandang dan penjualan makanan, minuman dan tembakau.

Padahal, momentum ramadan dan Idul Fitri seharusnya mendorong penjualan eceran untuk tumbuh lebih tinggi lagi sejalan dengan tingginya permintaan konsumen.

Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih mengatakan, data penjualan emiten sektor rill telah mengonfirmasi penjualan Mei 2019 juga tidak sebagus tahun lalu. Ini lantaran pendapatan masyarakat banyak dialokasikan untuk mudik dan biaya pendidikan. Makanya, tingkat konsumsi ritel masyarakat kelas sosial menengah bawah terhambat.

Lana memperkirakan, penjualan ritel tahun ini tidak akan sebaik tahun lalu. Sebab, laju pertumbuhan IPR puasa dan Lebaran tahun ini saja tidak sekuat tahun 2018. "Wajar kalau sampai akhir tahun akan melemah dibanding tahun lalu," kata Lana.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey optimistis, pertumbuhan penjualan ritel tahun ini bisa menyentuh angka 10% yoy. Angka ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang masih ada di bawah 9% yoy.

Bagikan

Berita Terbaru

Waspada Efek Risiko Pelebaran Defisit Transaksi Berjalan
| Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:25 WIB

Waspada Efek Risiko Pelebaran Defisit Transaksi Berjalan

Pada kuartal pertama 2026, defisit transaksi berjalan diperkirakan melebar dibanding kuartal sebelumnya

Daya Intiguna Yasa (MDIY) Lanjut Ekspansi Pasca Lebaran
| Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:20 WIB

Daya Intiguna Yasa (MDIY) Lanjut Ekspansi Pasca Lebaran

Pasca Hari Raya Idul Fitri, MR.D.I.Y. akan terus memantau perkembangan konsumsi rumah tangga secara berkelanjutan.

Deal Prabowo-Trump, RI Buka Kran Impor Asal AS
| Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:15 WIB

Deal Prabowo-Trump, RI Buka Kran Impor Asal AS

Kesepakatan dagang diklaim perkuat ketahanan pangan, namun surplus RI-AS terancam susut             

Perjanjian Dagang RI-AS Timpang
| Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:00 WIB

Perjanjian Dagang RI-AS Timpang

Dalam perjanjian ini, Indonesia berkomitmen untuk menghilangkan hambatan tarif pada lebih dari 99% produk AS yang diekspor ke Indonesia.

Manuver EMTK Serok Saham BUKA & SAME Bak Sinyal ke Pasar, Investor Ritel bisa Ikutan?
| Jumat, 20 Februari 2026 | 10:30 WIB

Manuver EMTK Serok Saham BUKA & SAME Bak Sinyal ke Pasar, Investor Ritel bisa Ikutan?

Langkah EMTK mencerminkan strategi portofolio jangka panjang yang terukur, alih-alih sekadar aksi spekulatif sesaat.

Terbang Tinggi Bak Tanpa Rem, Analis Wanti-Wanti Euforia Saham INDS
| Jumat, 20 Februari 2026 | 09:50 WIB

Terbang Tinggi Bak Tanpa Rem, Analis Wanti-Wanti Euforia Saham INDS

Risiko koreksi saham PT Indospring Tbk (INDS) tinggi karena kenaikan harga sebelumnya yang signifikan.

Saham UNTR Ditopang Agresivitas Vanguard Hingga FIM di Tengah Penantian Vonis Martabe
| Jumat, 20 Februari 2026 | 09:30 WIB

Saham UNTR Ditopang Agresivitas Vanguard Hingga FIM di Tengah Penantian Vonis Martabe

Pemulihan status Martabe menjadi faktor krusial yang bisa merombak total peta proyeksi laba PT United Tractors Tbk (UNTR).

Meroket Paling Tinggi, Saham SOCI Masih Punya Tenaga Menuju Level Rp 800?
| Jumat, 20 Februari 2026 | 09:30 WIB

Meroket Paling Tinggi, Saham SOCI Masih Punya Tenaga Menuju Level Rp 800?

Faktor geopolitik yang tak menentu serta kebijakan pemerintah memoles prospek PT Soechi Lines Tbk (SOCI).

Penjualan Otomotif Ngebut di Awal 2026, Roda Bisnis AUTO & DRMA Menggelinding Kencang
| Jumat, 20 Februari 2026 | 08:35 WIB

Penjualan Otomotif Ngebut di Awal 2026, Roda Bisnis AUTO & DRMA Menggelinding Kencang

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) dan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) memiliki posisi kuat di pasar aftermarket.

Saham HRUM Kian Harum Seiring Transformasi Bisnis yang Kian Matang, Laba bisa Meroket
| Jumat, 20 Februari 2026 | 08:00 WIB

Saham HRUM Kian Harum Seiring Transformasi Bisnis yang Kian Matang, Laba bisa Meroket

Tren naik saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) tetap terjaga sepanjang bisa bertahan di atas level 1.100.

INDEKS BERITA