Manajemen Jaya Real Property Realisasikan Buyback 420,53 Juta Saham JRPT

Selasa, 04 Januari 2022 | 17:08 WIB
Manajemen Jaya Real Property Realisasikan Buyback 420,53 Juta Saham JRPT
[ILUSTRASI. Klaster perumahan Hyra dalam kawasan Melia District - Graha Raya yang dikembangkan PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) di Serpong, Tangerang. DOK/JRPT]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) telah melakukan pembellian kembali atau buyback saham JRPT sebanyak 420.528.300 saham.

Ratusan juta saham JRPT itu dibeli kembali selama sekitar dua tahun, yakni sejak 20 Desember 2019 hingga 31 Desember 2021. 

Untuk menebus saham sebanyak itu, manajemen JRPT telah menggelontorkan dana hingga sekitar Rp 209,07 miliar. Dus, seluruh anggaran buyback yang disediakan manajemen JRPT telah terserap seluruhnya.

Jika dihitung, rata-rata harga buyback saham JRPT tersebut adalah di Rp 497 per saham.

Harga rata-rata buyback tersebut lebih rendah ketimbang harga saham JRPT di pasar. 

Baca Juga: Aset Saham Milik Jiwasraya Sudah Rampung Dialihkan ke IFG, Nilai Investasinya Anjlok

Pada penutupan perdagangan Selasa (4/1) saham JRPT ditutup stagnan di Rp 520 per saham.

 

 

Pada 8 Oktober 2021, manajemen Jaya Real Property mengumumkan perpanjangan buyback saham JRPT dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Perpanjangan masa buyback saham JRPT dimulai sejak 8 Oktober 2021 dan berlangsung selama tiga bulan, atau hingga 8 Januari 2022.

Dalam periode perpanjangan itu, manajemen JRPT menganggarkan dana Rp 60 miliar untuk melakukan buyback 126,05 juta saham JRPT.

Bagikan

Berita Terbaru

A$1,6 Triliun Dana Pensiun Australia Siap Guyur RI, Ini Proyek Incaran!
| Rabu, 04 Februari 2026 | 14:59 WIB

A$1,6 Triliun Dana Pensiun Australia Siap Guyur RI, Ini Proyek Incaran!

Misi bisnis Australia lebih konkret, dengan investor institusi A$ 1,6 triliun mencari peluang di Indonesia. Pahami mengapa mereka tertarik.

Hubungan Dagang Australia–Indonesia Menguat, Investasi Energi Hijau Jadi Fokus
| Rabu, 04 Februari 2026 | 14:41 WIB

Hubungan Dagang Australia–Indonesia Menguat, Investasi Energi Hijau Jadi Fokus

Hubungan ekonomi Indonesia-Australia makin solid. Austrade ungkap potensi investasi di energi hijau, SDM, dan hilirisasi. Cek sektor prioritasnya!

Penjualan BBM dan Lahan JIIPE Melesat, Potensi Dividen dari Saham AKRA Menggoda
| Rabu, 04 Februari 2026 | 09:35 WIB

Penjualan BBM dan Lahan JIIPE Melesat, Potensi Dividen dari Saham AKRA Menggoda

Total penjualan lahan industri PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sepanjang tahun 2025 tembus 84 hektare (ha).

Batas Atas Investasi Asuransi & Dapen di Saham Naik, Penegak Hukum Harus Paham Pasar
| Rabu, 04 Februari 2026 | 09:05 WIB

Batas Atas Investasi Asuransi & Dapen di Saham Naik, Penegak Hukum Harus Paham Pasar

Investasi dapen dan asuransi bisa menjadi buffer namun mereka harus diberikan kepastian hukum agar tak jadi korban di kemudian hari.

Seminggu Terbang 23%, Saham Samator (AGII) Jadi Primadona di Tengah Pasar yang Labil
| Rabu, 04 Februari 2026 | 08:14 WIB

Seminggu Terbang 23%, Saham Samator (AGII) Jadi Primadona di Tengah Pasar yang Labil

Permintaan gas industri mayoritas datang dari pelanggan tetap dengan kontrak jangka menengah hingga panjang.

Fundamental Kuat, Prospek Phapros (PEHA) Masih Sehat
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:42 WIB

Fundamental Kuat, Prospek Phapros (PEHA) Masih Sehat

Prospek PT Phapros Tbk (PEHA) pada 2026 dinilai semakin membaik seiring perbaikan fundamental kinerja dan fokus bisnis ke produk bermargin tinggi.

MSCI Effect Menghantam Saham Konglomerasi, Duo Indofood ICBP dan INDF Justru Menari
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:39 WIB

MSCI Effect Menghantam Saham Konglomerasi, Duo Indofood ICBP dan INDF Justru Menari

Jauh sebelum badai MSCI menghantam IHSG, saham INDF dan ICBP sejatinya sudah berada di fase bearish.

Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Menuntaskan Akuisisi Saham PADA
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:37 WIB

Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Menuntaskan Akuisisi Saham PADA

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) telah membeli sekitar 1,68 juta saham PADA di harga Rp 63 per saham.  

Saham EXCL Paling Banyak Dibeli Investor Asing, Vanguard & Dimensional Tambah Muatan
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:10 WIB

Saham EXCL Paling Banyak Dibeli Investor Asing, Vanguard & Dimensional Tambah Muatan

Investor asing tertarik dengan EXCL seiring potensi perbaikan kinerja setelah proses merger dengan Smartfren Telecom selesai.

Kurs Rupiah Menguat 0,26% Lawan Dolar AS, Ada Apa di Baliknya?
| Rabu, 04 Februari 2026 | 06:45 WIB

Kurs Rupiah Menguat 0,26% Lawan Dolar AS, Ada Apa di Baliknya?

Penguatan rupiah didorong oleh membaiknya sentimen risiko (risk-on) di pasar global akibat berita kesepakatan tarif antara AS dengan India.

INDEKS BERITA

Terpopuler