Manfaatkan Program FLPP, RBMS Pacu Pembangunan Proyek Properti Usai Lebaran

Jumat, 31 Mei 2019 | 07:40 WIB
Manfaatkan Program FLPP, RBMS Pacu Pembangunan Proyek Properti Usai Lebaran
[]
Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) siap ekspansi proyek properti bagi kelas menengah ke bawah. Perusahaan ini mulai membangun rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 3.000 unit di Karawang, Jawa Barat. Ristia Bintang akan membangun hunian di atas lahan seluas 30 hektare milik anak usahanya, yakni PT Alam Indah Selaras.

Direktur Utama PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk, Richard R Wiriahardja, menjelaskan pihaknya sudah melakukan pembebasan lahan sejak awal tahun ini. Dari 3.000 unit rumah yang akan dibangun, dia mengemukakan tahap pertama akan membangun sedikitnya 500 unit. "Semua program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), untuk 30 hektare itu kurang lebih 3.000 unit rumah. Harga jual saat ini Rp 140 juta. Untuk investasi lahan, infrastruktur plus bangunan sekitar Rp 300 miliar," ungkap dia, Rabu (29/5) lalu.

Sejauh ini, RBMS telah membebaskan 28 hektare lahan yang dibutuhkan, sedangkan 2 hektare sisanya masih dalam proses pembebasan. Yang jelas, pengerjaan proyek akan berlangsung pada semester kedua, tepatnya Juli mendatang.

"Pembebasan lahan sudah dimulai sejak awal tahun, perataan tanah kami baru mulai dua minggu lalu. Mulai pembangunannya nanti setelah Lebaran. Jadi di bulan Juli baru mulai ngebut pembangunan," ungkap Richard.

Tahun ini RBMS menargetkan pertumbuhan konservatif atau sama dengan tahun lalu. Manajemen RBMS berharap mampu menjual 600 unit rumah FLPP di semester kedua dan mendapatkan recurring income yang sama dengan tahun lalu.

"Target kinerja kurang lebih sama dengan 2018 karena FLPP baru bergerak di semester kedua. Hal ini lantaran di semester pertama agak melambat sejak Januari sampai hari ini. Target laba bersih sama dengan tahun lalu Rp 5 miliar," ucap dia.

Ia menjelaskan, Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) baru yang mengatur harga rumah FLPP terbit pada 22 Mei 2019 lalu. Artinya, RBMS baru akan membukukan penjualan rumah FLPP sesuai ketentuan tersebut di semester kedua mendatang.

Selain itu, dengan adanya insentif fiskal berupa pembebasan PPN 10% bagi pembeli, manajemen RBMS meyakini mulai semester kedua tahun ini bisa memaksimalkan penjualan. Richard menargetkan di semester II bisa mengejar penjualan 600 unit rumah FLPP.

Di sepanjang kuartal pertama tahun ini, kinerja keuangan RBMS menyusut. Selama tiga bulan pertama di tahun ini, Ristia Bintang hanya mencatatkan pendapatan sebesar Rp 23,97 miliar. Jumlah itu menyusut 43% dibandingkan pendapatan di periode yang sama tahun lalu senilai Rp 41,82 miliar.

Dari sisi bottom line, RBMS juga mencatat kerugian bersih sebesar Rp 6,69 miliar. Padahal di periode yang sama tahun lalu, mereka masih mencatat laba Rp 4,37 miliar.

Bagikan

Berita Terbaru

Meneropong Peluang BUVA Masuk MSCI Small Cap 2026
| Rabu, 28 Januari 2026 | 08:30 WIB

Meneropong Peluang BUVA Masuk MSCI Small Cap 2026

Berdasarkan riset terbaru Samuel Sekuritas Indonesia, BUVA dinilai memiliki peluang masuk konstituen MSCI Small Cap periode semester I-2026.

Diwarnai Aksi Profit Taking Allianz cs Usai Capai ATH, Ke Mana Arah Saham ANTM?
| Rabu, 28 Januari 2026 | 08:23 WIB

Diwarnai Aksi Profit Taking Allianz cs Usai Capai ATH, Ke Mana Arah Saham ANTM?

Meski muncul tekanan jual, secara teknikal sejauh ini pergerakan ANTM masih berada di fase uptrend

Saham INET Terjun Bebas dari Pucuk, 2026 Jadi Tahun Pembuktian Eksekusi Proyek
| Rabu, 28 Januari 2026 | 08:08 WIB

Saham INET Terjun Bebas dari Pucuk, 2026 Jadi Tahun Pembuktian Eksekusi Proyek

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menganggarkan belanja modal sebesar Rp 4,2 triliun untuk tahun 2026.

Investor Waspada, Volatilitas Rupiah Mengancam Cuan Saham Barang Baku.
| Rabu, 28 Januari 2026 | 07:36 WIB

Investor Waspada, Volatilitas Rupiah Mengancam Cuan Saham Barang Baku.

Para investor berekspektasi, kinerja keuangan emiten-emiten logam dan mineral akan meningkat, terutama dari sisi profitabilitas.

Menakar Daya Tahan Saham Grup Lippo, Menguat Sesaat atau Ada Perbaikan Fundamental?
| Rabu, 28 Januari 2026 | 07:35 WIB

Menakar Daya Tahan Saham Grup Lippo, Menguat Sesaat atau Ada Perbaikan Fundamental?

Meski kompak menghijau, karakter penguatan saham Grup Lippo saat ini masih kental nuansa trading momentum.

Sistem Komunikasi Kapal PELNI Berbasis Satelit Diperkuat
| Rabu, 28 Januari 2026 | 07:23 WIB

Sistem Komunikasi Kapal PELNI Berbasis Satelit Diperkuat

Pelni mempercepat transformasi digital dengan mengimplementasikan Sistem Komunikasi Kapal (SisKomKap) berbasis satelit Low Earth Orbit (LEO).

Apartemen Meikarta Lippo Cikarang (LPCK) Telah Dihuni 3.600 Unit
| Rabu, 28 Januari 2026 | 07:15 WIB

Apartemen Meikarta Lippo Cikarang (LPCK) Telah Dihuni 3.600 Unit

Pengembangan Meikarta diarahkan untuk menghadirkan kawasan yang hidup dan relevan dengan kebutuhan masyarakat urban.

Asing Kembali Kabur Hingga Rp 1,61 Triliun, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 28 Januari 2026 | 07:15 WIB

Asing Kembali Kabur Hingga Rp 1,61 Triliun, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Pasar tengah menanti musim laporan kinerja emiten dan memantau pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS.

Program Magang 100.000 Peserta Kembali Dibuka
| Rabu, 28 Januari 2026 | 07:01 WIB

Program Magang 100.000 Peserta Kembali Dibuka

Teddy menyebutkan program magang memberikan banyak manfaat bagi peserta, dari mulai pengalaman dan keterampilan

Biaya Proyek Tol Serang-Panimbang Membengkak
| Rabu, 28 Januari 2026 | 06:57 WIB

Biaya Proyek Tol Serang-Panimbang Membengkak

Penyesuaian anggaran tersebut tidak terlepas dari dinamika teknis di lapangan, sehingga menyebabkan pembengkakan Rp 1,6 triliun

INDEKS BERITA

Terpopuler