Mau, Tapi Tak Mampu

Kamis, 17 September 2026 | 06:10 WIB
Mau, Tapi Tak Mampu
[ILUSTRASI. TAJUK - Haris Hadinata (KONTAN/Indra Surya)]
Harris Hadinata | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat pandemi Covid-19 beberapa tahun silam, saya pernah ngobrol dengan direksi salah satu emiten. Saat itu, mengomentari soal kondisi ekonomi Indonesia yang tertekan akibat pandemi, si direktur berkata, "Orang Indonesia itu sangat resilient dan optimistis." 

Saya kembali teringat dengan perbincangan tersebut saat membaca hasil Survei Konsumen dan Perekonomian yang dirilis Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pekan lalu. Survei ini menyebutkan, Indeks Menabung Konsumen menguat.

Rinciannya menarik disimak. Menurut survei ini, kemauan menabung masyarakat meningkat. Ini terlihat dari Indeks Kemauan Menabung yang naik 3,4 poin ke level 86,9. Artinya, kalau ditanya apakah mau menabung atau tidak, semakin banyak yang menjawab mau.

Di survei yang sama, LPS juga mensurvei kemampuan masyarakat menabung. Ternyata, meski kemauan masyarakat menabung naik, kemampuan menabung malah turun. Ini terlihat dari Indeks Kemampuan Menabung yang turun sedikit, 0,2 poin, ke level 71,8.

Survei yang sama juga menunjukkan persepsi konsumen terhadap kondisi saat ini memburuk, terlihat dari Indeks Situasi Saat Ini yang turun 2,5 poin jadi 61,5. Tapi konsumen memandang optimistis prospek ke depan. Indeks Ekspektasi naik 1,1 poin jadi 100,5.

Inilah yang membuat saya teringat kembali percakapan yang saya ceritakan di awal tadi. Masyarakat Indonesia bisa jadi merasa kondisi saat ini tidak baik, tapi tetap optimistis kondisi ke depan akan lebih baik.

Tapi, kita perlu hati-hati membaca data tersebut. Di satu sisi, data tersebut memang bisa dibaca dengan narasi masyarakat siap menabung. Di sisi lain, data menunjukkan kemampuan menabung masih turun. Bisa jadi, ini karena kondisi keuangan dan daya beli belum kuat.

Jadi, bila data ini mau dilihat sebagai indikator ketahanan finansial, ada sinyal ketahanan finansial masyarakat saat ini masih rentan. Meski sekarang konsumen masih punya ekspektasi optimistis terhadap kondisi ke depan, bisa jadi akhirnya saat masa depan itu tiba, masyarakat kembali pesimistis.

Jangan lupa, Indonesia masih berhadapan dengan sejumlah risiko yang bisa mengganggu daya beli. Salah satunya potensi kenaikan harga bahan bakar akibat konflik Timur Tengah yang berkepanjangan.

Pemerintah perlu punya program yang bisa memperkuat daya beli masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan, tidak hanya bertopang pada bantuan sosial.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Saham Perbankan Menanti Kebijakan Menkeu Baru
| Kamis, 17 September 2026 | 06:40 WIB

Saham Perbankan Menanti Kebijakan Menkeu Baru

​Pergantian Menkeu sempat mengerek saham bank besar, tetapi euforia cepat mereda. Kini pasar menanti arah kebijakan fiskal baru

Kinerja Bank Besar Masih Berlanjut Tumbuh Solid
| Kamis, 17 September 2026 | 06:35 WIB

Kinerja Bank Besar Masih Berlanjut Tumbuh Solid

​Kinerja bank besar tetap solid hingga Agustus 2026, ditopang pertumbuhan kredit dan pendapatan, meski tekanan provisi dan NIM masih membayangi

Waspadai Risiko Kredit Jumbo Himbara ke Agrinas
| Kamis, 17 September 2026 | 06:30 WIB

Waspadai Risiko Kredit Jumbo Himbara ke Agrinas

​Kredit jumbo Himbara ke Agrinas mulai diuji. Jatuh tempo September membayangi risiko NPL, pencadangan, dan penurunan margin bank

Mau, Tapi Tak Mampu
| Kamis, 17 September 2026 | 06:10 WIB

Mau, Tapi Tak Mampu

Pemerintah perlu punya program yang bisa memperkuat daya beli masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan, tak hanya bertopang pada bantuan sosial

Ruang Fiskal Daerah Masih Tertekan Berat
| Kamis, 17 September 2026 | 06:00 WIB

Ruang Fiskal Daerah Masih Tertekan Berat

Menganalisa usulan untuk menaikkan dana transfer ke daerah Rp 45,22 triliun menjadi Rp 780,22 triliun untuk 2027.

Jurus Total Bangun Persada (TOTL) Menyiasati Kenaikan Biaya
| Kamis, 17 September 2026 | 06:00 WIB

Jurus Total Bangun Persada (TOTL) Menyiasati Kenaikan Biaya

Untuk menjaga kesehatan keuangan perusahaan, PT Total Bangun Persadana Tbk (TOTL) menerapkan pengelolaan arus kas secara prudent..

Leasing Putar Otak Menarik Minat Debitur
| Kamis, 17 September 2026 | 05:50 WIB

Leasing Putar Otak Menarik Minat Debitur

Pembiayaan kendaraan roda empat oleh perusahaan leasing hingga Juli masih turun 2,43% menjadi Rp 230,92 triliun.

Nilai Simpanan LKM Masih Mengembang
| Kamis, 17 September 2026 | 05:45 WIB

Nilai Simpanan LKM Masih Mengembang

Nilai simpanan di industri Lembaga Keuangan Mikro (LKM) meningkat 8,62% secara tahunan menjadi sekitar Rp 630 miliar per Juli 2026.

GMT Ubah Desain Insentif Pajak
| Kamis, 17 September 2026 | 05:30 WIB

GMT Ubah Desain Insentif Pajak

Ketentuan tersebut memengaruhi manfaat tax holiday dan tax allowance yang selama ini digunakan untuk menarik investasi.

Sudah Turun 6 Hari, Simak Prediksi Arah IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini (17/9)
| Kamis, 17 September 2026 | 04:50 WIB

Sudah Turun 6 Hari, Simak Prediksi Arah IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini (17/9)

IHSG mengakumulasi pelemahan 3,61% dalam sepekan terakhir. IHSG juga melemah 25,56% sejak awal tahun.

INDEKS BERITA

Terpopuler