Mayoritas Saham-Saham IPO dengan Emisi Kecil, Berkinerja Saham Buruk

Jumat, 28 Juni 2024 | 23:24 WIB
Mayoritas Saham-Saham IPO dengan Emisi Kecil, Berkinerja Saham Buruk
[ILUSTRASI. Seorang pekerja melihat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (28/6/2024). ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/tom.]
Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham terkenal dengan sebutan instrumen berisiko tinggi. Saham memiliki tingkat volatilitas yang tinggi, dalam pengertian, menawarkan potensi keuntungan yang tinggi, tetapi juga risiko kerugian yang tinggi. Tak terkecuali dengan saham pendatang baru alias yang baru melakukan initial public offering (IPO). Terlebih, saham-saham debutan ini memiliki nilai emisi perdana dan kapitalisasi pasar (market caps) yang rendah.

Data yang dihimpun KONTAN menunjukkan, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, terdapat sekitar 38 perusahaan yang melantai dengan nilai emisi di bawah Rp 50 miliar. Saham dengan emisi kecil paling banyak dicatatkan pada tahun 2021, yakni sebanyak 15 saham. Mayoritas saham-saham ini menunjukkan performa yang kurang apik.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Rogoh Kocek Rp 1,48 Triliun, Merdeka Copper Gold (MDKA) Siap Lunasi Obligasi
| Rabu, 15 Juli 2026 | 08:30 WIB

Rogoh Kocek Rp 1,48 Triliun, Merdeka Copper Gold (MDKA) Siap Lunasi Obligasi

Dana pelunasan obligasi tersebut akan disetorkan MDKA kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebelum tanggal jatuh tempo.

Pergerakan IHSG Ditopang Sentimen Positif Inflasi AS
| Rabu, 15 Juli 2026 | 08:09 WIB

Pergerakan IHSG Ditopang Sentimen Positif Inflasi AS

Fokus utama investor adalah perkembangan konflik di Timur Tengah, pergerakan nilai tukar rupiah, dan data inflasi AS.

Pemulihan Pasar Otomotif Menopang Kinerja ASII
| Rabu, 15 Juli 2026 | 07:56 WIB

Pemulihan Pasar Otomotif Menopang Kinerja ASII

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil Astra sepanjang semester I-2026, tumbuh 10% year on year (YoY) menjadi 222.371 unit. 

OJK Buka Suara Soal Rumor Merger ARTO dan BFIN, Ini Skema yang Paling Mungkin
| Rabu, 15 Juli 2026 | 07:54 WIB

OJK Buka Suara Soal Rumor Merger ARTO dan BFIN, Ini Skema yang Paling Mungkin

Konsolidasi kepemilikan akan relevan jika mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan sekadar memperluas skema joint financing.

BEI Tambah Kriteria Price Impact Ratio di Saham Terkonsentrasi Tinggi
| Rabu, 15 Juli 2026 | 07:54 WIB

BEI Tambah Kriteria Price Impact Ratio di Saham Terkonsentrasi Tinggi

Bursa Efek Indonesia (BEI) merevisi metodologi penentuan high shareholding concentration (HSC) dengan menambahkan indikator price-impact ratio

S&P Beri Angin Segar untuk IHSG, Tapi Masih Ada Tekanan Lain
| Rabu, 15 Juli 2026 | 07:49 WIB

S&P Beri Angin Segar untuk IHSG, Tapi Masih Ada Tekanan Lain

S&P pertahankan rating BBB stabil, dua risiko besar IHSG mereda. Simak sektor dan saham yang direkomendasikan para analis.

Rating S&P Belum Cukup Kuat Untuk Menghentikan Aksi Jual Asing di Saham Bank?
| Rabu, 15 Juli 2026 | 07:00 WIB

Rating S&P Belum Cukup Kuat Untuk Menghentikan Aksi Jual Asing di Saham Bank?

Keputusan S&P lebih merupakan penegasan atas peringkat yang sudah ada, bukan upgrade yang mampu mengubah persepsi investor secara signifikan.

Pelemahan Rupiah Berlanjut: Dampak Korupsi dan Daya Saing Ambruk
| Rabu, 15 Juli 2026 | 06:45 WIB

Pelemahan Rupiah Berlanjut: Dampak Korupsi dan Daya Saing Ambruk

Peringkat utang Indonesia stabil, cadangan devisa kuat. Namun rupiah justru melemah. Apa yang terjadi?

Paradise Indonesia (INPP) Kebut Ekspansi Bisnis ke Daerah Potensial
| Rabu, 15 Juli 2026 | 06:42 WIB

Paradise Indonesia (INPP) Kebut Ekspansi Bisnis ke Daerah Potensial

Manajemen Paradise Indonesia menargetkan recurring income tetap berada di kisaran 70% sepanjang 2026.

Prodia Widyahusada (PRDA) Kejar Pertumbuhan Kinerja pada Tahun Ini
| Rabu, 15 Juli 2026 | 06:36 WIB

Prodia Widyahusada (PRDA) Kejar Pertumbuhan Kinerja pada Tahun Ini

Meski rupiah melemah, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) memastikan tidak akan menaikkan tarif layanan hingga akhir 2026.

INDEKS BERITA

Terpopuler