Medco Energi (MEDC) Mulai Menuai Berkah dari Kinerja Unit Usaha Baru

Rabu, 29 Juni 2022 | 04:55 WIB
Medco Energi (MEDC) Mulai Menuai Berkah dari Kinerja Unit Usaha Baru
[]
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ke depan, prospek bisnis PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) bakal kian moncer. Ini karena Medco akan menuai kinerja dari pendapatan dari unit tambang tembaga dan emas, PT Amman Mineral Nusa Tenggara.

Analis Ciptadana Sekuritas Asia Arief Budiman menjelaskan, proyek fase 7 Amman akan meningkatkan produksi tembaga 93% secara tahunan jadi 93 mlbs. Produksi emas juga akan naik 368% jadi 169 k/oz di kuartal I-2022. 

Amman juga mengembangkan fasilitas pembangkit listrik berbahan bakar gas dan solar untuk menggantikan unit berbahan bakar batubara dan diesel yang ada. Ini bagian dari transisi ke sumber listrik yang lebih bersih.

Baca Juga: Cetak Kinerja Ciamik di Kuartal I-2022, Begini Prospek Medco Energi (MEDC)

Analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan menilai, prospek MEDC kian menarik karena didorong akuisisi Blok Corridor dari ConocoPhillips. "Akuisisi tersebut diprediksi akan meningkatkan produksi Medco menjadi 155 mboepd," kata dia.

Arief juga menilai akuisisi Corridor akan mengurangi biaya di kuartal I-2022 menjadi US$ 8,0 per boe, Angka ini turun 8% secara tahunan dan turun 14% secara kuartalan. 

Dampak akuisisi yang akan mulai dirasakan oleh Medco tahun ini membuat Arief percaya diri menaikkan perkiraan laba bersih MEDC di 2022-2023. Tahun ini Arief menyebut, laba bersih Medco akan naik 32% menjadi US$ 376 juta. Sedangkan pada 2023, laba bersih MEDC bisa naik 29% jadi US$ 441 juta. 

Arief juga menaikkan asumsi harga jual rata-rata minyak dari US$ 92 tahun ini dan US$ 85 di 2023 menjadi US$  95 tahun ini dan US$ 88 per barel di 2023. Proyeksi pendapatan Medc juga naik 5%-6% menjadi US$ 2,59 miliar tahun ini dan US$ 2,48 miliar di 2023. 

Baca Juga: Kinerja Medco Energi (MEDC) Ngebut pada Kuartal I Didorong Kenaikan Harga Migas

"Kami juga menaikkan kontribusi laba bersih dari entitas asosiasi, terutama dari Amman, menjadi US$ 167 juta-US$ 183 juta dari US$ 88 juta - US$ 102 juta. Hitungan kami sebelumnya terlalu konservatif," jelas Arief.

Tren harga harga minyak dan gas yang terus naik akan membantu kinerja Medco ke depan. Di kuartal I tahun ini, kinerja terbukti meningkat. 

Dalam tiga bulan pertama tahun ini, MEDC mencatatkan laba bersih sebesar US$ 90 juta, melesat hampir 18 kali lipat dari kuartal I-2021 sebesar US$ 5,1 juta. Menurut Arief, realisasi laba bersih MEDC melebihi ekspektasi. "Realisasi laba bersih Medco memenuhi 31% dari proyeksi sepanjang tahun ini," jelas dia, dalam riset 16 Juni. 

Di kuartal I tahun ini, Medco sudah mulai menuai berkah dari Amman. "Laba bersih Amman Mineral lebih kuat dari perkiraan di US$ 45 juta, atau tumbuh 80% kuartalan dan naik 250% secara tahunan," jelas Arief.

Baca Juga: Gelar Tender Offer, Medco (MEDC) Mau Beli Dua Global Bond Senilai US$ 150 Juta

Kinerja bottom line Medco naik lantaran pendapatan di kuartal I-2022 naik 62,99% secara tahunan jadi US$ 489,34 juta. Kenaikan tersebut ditopang dari tingginya harga jual rata-rata minyak dan gas. 

Harga rata-rata minyak di US$ 100 per barel di periode tersebut naik 70% secara tahunan. Sementara harga jual gas naik 35% jadi US$ 7,7 per mmbtu. Medco juga mampu mengerek produksi minyak dan gas adi 127 mboepd, atau tumbuh 26% secara tahunan. 

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menambahkan, diversifikasi Medc di bidang kelistrikan dan kepemilikan saham di tambang mineral lain akan menopang kinerja. "Kami juga berpikir permintaan domestik masih cukup stabil, jadi MEDC masih prospektif," kata dia.

Nafan merekomendasikan beli saham MEDC dengan target Rp 870 per saham. Arief dan Hasan juga menyarankan buy dengan target harga masing-masing di Rp 1.300 dan Rp 950. Selasa (28/6), harga MEDC ditutup di Rp 665.     

Baca Juga: Ditopang Harga Minyak, Laba Bersih Medco (MEDC) di Kuartal I-2022 Melambung 1.659,15%

Bagikan

Berita Terbaru

Samator Indo Gas (AGII) Genjot Penjualan Gas Industri
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:20 WIB

Samator Indo Gas (AGII) Genjot Penjualan Gas Industri

Optimistis permintaan gas industri akan tetap bertumbuh pada paruh kedua 2026 yang didorong aktivitas manufaktur dan proyek infrastruktur.

Cengkeraman Trilema Mundell-Fleming
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:18 WIB

Cengkeraman Trilema Mundell-Fleming

Lonjakan beban bunga dan potensi pelebaran defisit APBN memicu kekhawatiran investor terhadap kesehatan fiskal jangka panjang.

Prospek NCKL Tetap Cerah di Tengah Fluktuasi Harga Nikel
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Prospek NCKL Tetap Cerah di Tengah Fluktuasi Harga Nikel

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) mengantongi kenaikan pendapatan 21,28% year-on-year (yoy) menjadi Rp 17,10 triliun pada semester I-2026.

Masuk Fase Normalisasi, Pasien Non-BPJS Jadi Penopang Margin MIKA dan SILO
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:10 WIB

Masuk Fase Normalisasi, Pasien Non-BPJS Jadi Penopang Margin MIKA dan SILO

Cara paling efektif untuk menopang profitabilitas emiten rumah sakit adalah dengan meningkatkan porsi pasien non-BPJS.

Industri Manufaktur Mulai Pulih
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:01 WIB

Industri Manufaktur Mulai Pulih

PMI Manufaktur Indonesia pada bulan Juli 2026 kembali ke level 50,2 atau kembali ke level ekspansi setelah sempat turun di bulan sebelumnya.

Erajaya Swasembada (ERAA) Menjaga Momentum Pertumbuhan
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Erajaya Swasembada (ERAA) Menjaga Momentum Pertumbuhan

ERAA bukukan penjualan sebesar Rp 42,90 triliun pada semester I-2026, naik 22,39% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Rp 35,05 triliun 

Air Bersih dan Mimpi Anak Muda Papua
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Air Bersih dan Mimpi Anak Muda Papua

Fasilitas air bersih yang dibangun PT Pertamina EP Papua Field melalui Program Peningkatan Sarana Air Bersih Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Kinerja GOTO, BUKA, BELI Beragam, Analis Jagokan Saham Ini
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Kinerja GOTO, BUKA, BELI Beragam, Analis Jagokan Saham Ini

GOTO berhasil berbalik mencetak laba, BELI masih merugi tetapi nilainya menyusut, sedangkan BUKA justru berbalik mencatat kerugian.

Prospek INCO Semester II-2026 Masih Positif, Harga Nikel dan Hilirisasi Jadi Penopang
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Prospek INCO Semester II-2026 Masih Positif, Harga Nikel dan Hilirisasi Jadi Penopang

Pada semester I-2026, produksi nikel matte INCO tercatat 29.800 ton, turun -16% YoY karena perusahaan menjalankan program rebuild furnace.

ISAT Kerek Target Pendapatan dan EBITDA, Capex Rp 23 Triliun Jadi Taruhan Baru
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:30 WIB

ISAT Kerek Target Pendapatan dan EBITDA, Capex Rp 23 Triliun Jadi Taruhan Baru

Analis BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Kafi Ananta sepakat, bahkan menaikkan proyeksi pendapatan ISAT 2026 sebesar 3,4% menjadi Rp 61,35 triliun.

INDEKS BERITA